alexametrics
27.7 C
Banyuwangi
Tuesday, August 9, 2022

Gelar Pameran Produk SMK Mini Berbasis Pesantren

BANYUPUTIH – Pameran produk SMK Mini Berbasis Pondok Pesantren dan seminar penguatan revitalisasi SMK bertujuan mengembangkan kreatifitas siswa. Selain itu juga untuk mengenalkan produk SMK Mini pada masyarakat. Dengan begitu, akan memberi kesempatan masyarakat bermitra dengan SMK Mini. Sehingga, kehadiran SMK Mini dapat membuka lapangan kerja baru di tengah-tengah masyarakat.

Kepala SMK Ibrahimy 1 Sukorejo Umar Hasan, M.Pd.I. yang juga ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK-Swasta Kabupaten Situbondo, Sabtu (14/04) mengatakan, Seminar Penguatan Revitalisasi SMK bertujuan agar SMK Kabupaten Situbondo  dapat memahami dengan baik 10 langkah revitalisasi SMK. “Ini sebagaimana diamanatkan dalam Inpres No. 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK serta Pergub Jawa Timur No. 12 tahun 2017 tentang Jatim Vokasi,” terang Umar.

Sebagai bentuk komitmen  dalam melaksanakan Revitalisasi SMK, maka pada kegiatan ini juga dilakukan MoU dengan dunia usaha dan dunia industri. Yaitu, MoU penandatangan kerjasama dengan Telkom Wilayah Tember, RSUD Asembagus,  Balai Perikanan Budidaya Air Payau Situbondo, Kementerian Kelautan dan Perikanan (BPBAP) Pecaron, Prusahaan Daerah Banungan, PT. Bank Jatim, Pusdiklat Madiun dll. 

Baca Juga :  Cuaca Ekstrim Masih Terjadi, Warga Diminta Waspada

Acara yang digelar di aula lantai tiga SMK I Ibrahimy Sukorejo tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Pembinaan PSMK Provinsi Jawa Timur, Kepala Cabang Dinas, Pengasuh Pondok SMK Mini Kabupaten Situbondo, Kepala SMKN/SMKS, Pimpinan DU/DI. Seluruh siswa SMK Mini yang berjumlah 253 orang juga hadir.

Pembicara dalam Seminar adalah Kepala Bidang Pembinaan PSMK Provinsi Jawa Timur  Dr. Hudiyono, M.Si yang diikuti oleh Kepala SMKN/SMKS Kabupaten Situbondo sebanyak 41 orang , pengasuh pondok 12 orang,  Kaprog, waka Kurikulum dan siswa SMK Mini Kabupaten Situbondo sebanyak 200 orang. “Jadi totalnya ada 253 orang” tutur Umar.

Umar Hasan, menambahkan bahwa kegiatan pameran kreatifitas Siswa Siswi SMK Mini dilaksanakan selama dua hari, Sabtu-Ahad. “Hari ini (sabtu lalu-red) adalah pembukaan Pameran SMK Mini. Insyaallah kegiatan ini akan berlangsung sampai besok (kemarin-red) Jadi selama dua hari ini kami akan fokus terhadap acara ini,” jelasnya.

Baca Juga :  52 Persen yang Sudah Diimunisasi Difteri

Sedangkan lembaga yang turut berpartisipasi dalam kegiatan pamarin berjumlah 15 lembaga, 12 lembaga merupakan lembaga SMK Mini dan 3 lembaga SMK reguler Kabupaten Situbondo. Mereka memamerkan produk unggulan masing-masing sekolah. Mulai dari seragam sekolah, prees mug, press pin, sablon digital, banner  hingga makanan. “Pokoknya semua ada,” ungkap Umar.

Sementara itu, dalam penyempaiannya Dr. Hidiyono, M.Si. berkali-kali menegaskan pentingnya pendidikan kejuruan kepada anak-anak bangsa. Terutama kepada mereka yang tidak mempunyai niatan melanjutkan ke perguruan tinggi. 

Dengan SMK Mini diharapkan sudah mampu menyiapkan tenaga kerja terampil pada siswa. “Sehingga ketika lulus, siswa sudah mempunyai skill. Karena kalau pendidikan SMA dibentuk untuk menyiapkan siswa melanjutkan ke perguruan tinggi, jadi jika tidak akan melanjutkan ke perguruan tinggi masuk di SMK saja,” pungkas Umar. (zul/pri)

BANYUPUTIH – Pameran produk SMK Mini Berbasis Pondok Pesantren dan seminar penguatan revitalisasi SMK bertujuan mengembangkan kreatifitas siswa. Selain itu juga untuk mengenalkan produk SMK Mini pada masyarakat. Dengan begitu, akan memberi kesempatan masyarakat bermitra dengan SMK Mini. Sehingga, kehadiran SMK Mini dapat membuka lapangan kerja baru di tengah-tengah masyarakat.

Kepala SMK Ibrahimy 1 Sukorejo Umar Hasan, M.Pd.I. yang juga ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK-Swasta Kabupaten Situbondo, Sabtu (14/04) mengatakan, Seminar Penguatan Revitalisasi SMK bertujuan agar SMK Kabupaten Situbondo  dapat memahami dengan baik 10 langkah revitalisasi SMK. “Ini sebagaimana diamanatkan dalam Inpres No. 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK serta Pergub Jawa Timur No. 12 tahun 2017 tentang Jatim Vokasi,” terang Umar.

Sebagai bentuk komitmen  dalam melaksanakan Revitalisasi SMK, maka pada kegiatan ini juga dilakukan MoU dengan dunia usaha dan dunia industri. Yaitu, MoU penandatangan kerjasama dengan Telkom Wilayah Tember, RSUD Asembagus,  Balai Perikanan Budidaya Air Payau Situbondo, Kementerian Kelautan dan Perikanan (BPBAP) Pecaron, Prusahaan Daerah Banungan, PT. Bank Jatim, Pusdiklat Madiun dll. 

Baca Juga :  Anak Yatim Doakan Almarhum Eril

Acara yang digelar di aula lantai tiga SMK I Ibrahimy Sukorejo tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Pembinaan PSMK Provinsi Jawa Timur, Kepala Cabang Dinas, Pengasuh Pondok SMK Mini Kabupaten Situbondo, Kepala SMKN/SMKS, Pimpinan DU/DI. Seluruh siswa SMK Mini yang berjumlah 253 orang juga hadir.

Pembicara dalam Seminar adalah Kepala Bidang Pembinaan PSMK Provinsi Jawa Timur  Dr. Hudiyono, M.Si yang diikuti oleh Kepala SMKN/SMKS Kabupaten Situbondo sebanyak 41 orang , pengasuh pondok 12 orang,  Kaprog, waka Kurikulum dan siswa SMK Mini Kabupaten Situbondo sebanyak 200 orang. “Jadi totalnya ada 253 orang” tutur Umar.

Umar Hasan, menambahkan bahwa kegiatan pameran kreatifitas Siswa Siswi SMK Mini dilaksanakan selama dua hari, Sabtu-Ahad. “Hari ini (sabtu lalu-red) adalah pembukaan Pameran SMK Mini. Insyaallah kegiatan ini akan berlangsung sampai besok (kemarin-red) Jadi selama dua hari ini kami akan fokus terhadap acara ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrim Masih Terjadi, Warga Diminta Waspada

Sedangkan lembaga yang turut berpartisipasi dalam kegiatan pamarin berjumlah 15 lembaga, 12 lembaga merupakan lembaga SMK Mini dan 3 lembaga SMK reguler Kabupaten Situbondo. Mereka memamerkan produk unggulan masing-masing sekolah. Mulai dari seragam sekolah, prees mug, press pin, sablon digital, banner  hingga makanan. “Pokoknya semua ada,” ungkap Umar.

Sementara itu, dalam penyempaiannya Dr. Hidiyono, M.Si. berkali-kali menegaskan pentingnya pendidikan kejuruan kepada anak-anak bangsa. Terutama kepada mereka yang tidak mempunyai niatan melanjutkan ke perguruan tinggi. 

Dengan SMK Mini diharapkan sudah mampu menyiapkan tenaga kerja terampil pada siswa. “Sehingga ketika lulus, siswa sudah mempunyai skill. Karena kalau pendidikan SMA dibentuk untuk menyiapkan siswa melanjutkan ke perguruan tinggi, jadi jika tidak akan melanjutkan ke perguruan tinggi masuk di SMK saja,” pungkas Umar. (zul/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/