alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Diminta Mecah Sertifikat, Eh Malah Jual Tanah

SITUBONDO–  Hati-hati memberi kepercayaan kepada orang tanpa diimbangi kontrol. Sebab, bisa disalahgunakan. Sebagaimana dialami Mohammad Ershad, warga Kelurahan/Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta selatan.  Pria yang berstatus mahasiswa ini menjadi korban penipuan dengan modus pemecahan sertifikat tanah. Akibatnya dia mengalami kerugian miliaran rupiah.

Menurut informasi, kejadian itu bermula saat Ershad hendak memecah sertifikat tanah yang terletak di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan.  Karena rumahnya cukup jauh, dia mempercayakan pemecahan sertifikat tanah seluas 14,540 M2 itu kepada Iwan Soebagyo, warga Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo.

“Rumah saya di Jakarta. Sehingga cukup kesulitan untuk mengurusi proses pemecahan tanah. Makanya saya meminta bantuan kepada Iwan. Kebetulan dia adalah teman ibu saya. Dan yang mengantarkan sertifikat tanah itu adalah ibu saya sendiri,” jelasnya, kemarin (15/03).

Namun bukannya dipecah, oleh pelaku tanah tersebut justru dijual. “Kami awalnya sangat percaya dan tidak menaruh curiga sedikit pun. Namun kepercayaan itu ternyata tidak dijaga. Tanah tersebut justru dijual sama dia,” ungkapnya.

Ershad mengaku mendapat informasi penjualan itu dari warga. “Beruntung ada warga di sekitar lokasi yang saya kenal baik. Dia mengabarkan bahwa tanah saya dijual oleh Iwan kepada seseorang. Saya pun shock mendengar berita itu,” tuturnya.

Tak terima dengan apa yang dilakukan pelaku, Ershad melaporkan kejadian itu ke Polres Situbondo. “Saya jauh-jauh datang dari Jakarta untuk melaporkan hal ini kepada polisi setempat. Dengan harapan pelaku dapat segera diproses secara hukum,” ucapnya.

Kasubag Humas Polres Situbondo, Iptu Nanang Priambodo menyampaikan, masih akan melakukan penyelidikan secara mendalam. Selain itu juga akan dilakukan pemanggilan para saksi. “Kemudian baru pemanggilan terhadap terlapor,” tegas Nanang.

Nanang menambahkan, akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian miliaran rupiah. “Atas perbuatan pelaku mengalami kerugian yang cukup besar. Yakni sebesar Rp. 2,6 Milyar,” bebernya. (cw1/pri) 

SITUBONDO–  Hati-hati memberi kepercayaan kepada orang tanpa diimbangi kontrol. Sebab, bisa disalahgunakan. Sebagaimana dialami Mohammad Ershad, warga Kelurahan/Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta selatan.  Pria yang berstatus mahasiswa ini menjadi korban penipuan dengan modus pemecahan sertifikat tanah. Akibatnya dia mengalami kerugian miliaran rupiah.

Menurut informasi, kejadian itu bermula saat Ershad hendak memecah sertifikat tanah yang terletak di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan.  Karena rumahnya cukup jauh, dia mempercayakan pemecahan sertifikat tanah seluas 14,540 M2 itu kepada Iwan Soebagyo, warga Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo.

“Rumah saya di Jakarta. Sehingga cukup kesulitan untuk mengurusi proses pemecahan tanah. Makanya saya meminta bantuan kepada Iwan. Kebetulan dia adalah teman ibu saya. Dan yang mengantarkan sertifikat tanah itu adalah ibu saya sendiri,” jelasnya, kemarin (15/03).

Namun bukannya dipecah, oleh pelaku tanah tersebut justru dijual. “Kami awalnya sangat percaya dan tidak menaruh curiga sedikit pun. Namun kepercayaan itu ternyata tidak dijaga. Tanah tersebut justru dijual sama dia,” ungkapnya.

Ershad mengaku mendapat informasi penjualan itu dari warga. “Beruntung ada warga di sekitar lokasi yang saya kenal baik. Dia mengabarkan bahwa tanah saya dijual oleh Iwan kepada seseorang. Saya pun shock mendengar berita itu,” tuturnya.

Tak terima dengan apa yang dilakukan pelaku, Ershad melaporkan kejadian itu ke Polres Situbondo. “Saya jauh-jauh datang dari Jakarta untuk melaporkan hal ini kepada polisi setempat. Dengan harapan pelaku dapat segera diproses secara hukum,” ucapnya.

Kasubag Humas Polres Situbondo, Iptu Nanang Priambodo menyampaikan, masih akan melakukan penyelidikan secara mendalam. Selain itu juga akan dilakukan pemanggilan para saksi. “Kemudian baru pemanggilan terhadap terlapor,” tegas Nanang.

Nanang menambahkan, akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian miliaran rupiah. “Atas perbuatan pelaku mengalami kerugian yang cukup besar. Yakni sebesar Rp. 2,6 Milyar,” bebernya. (cw1/pri) 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/