alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Di Tengah Wabah PMK, Hewan yang Dikurbankan Justru Meningkat

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) tidak menghalangi warga untuk melakukan kurban. Salah satunya Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Mereka melakukan kurban sapi dan kambing totalnya mencapai puluhan ekor.

Pemotongan hewan kurban itu digelar di masjid Nurul Haq, Jalan Anggrek, Kecamatan Situbondo. Sapi korban jumlahnya 21 ekor, sedangkan hewan kambing jumlahnya sekiitar 15 ekor. Agus Triono, salah satu panitia kurban mengatakan, total 21 ekor sapi itu murni dari jamaah masjid. Melaui proses menabung terlebih dahulu, maupun mereka yang punya  uang seketika membeli hewan ternak untuk kurban.

“Alhamdullillah, dengan bertambahnya warga mau untuk bekurban, maka semakin banyak pula warga lain yang bisa mendapatkan daging,” ucap Agus, Kamis (14/7).

Baca Juga :  GPMS Deklarasikan Pencapresan Anies Baswedan

Tahun lalu, kata dia, jumlah sapi kurban yang disembelih jumlahnya sekitar belasan ekor. Sedangkan kambing kurban, jumlahnya sekitar sepuluh ekor. “Meski ada kasus PMK warga masih mau untuk melakukan kurban,” ungkapnya.

Agus menjelaskan, puluhan hewan korban dalam keadaan yang sehat. Bahkan, untuk memastikan tidak terpapar PMK, telah diperiksa oleh petugas kesehatan dokter hewan. “Sapi yang kami beli terlebih dahulu diperiksa. Kalau dokter bilang sehat, kami gunakan untuk hewan kurban,” jelasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan), Kholil mengatakan, meski banyak warga yang melakukan kurban, belum ditemukan hewan kurban yang terindikasi PMK. “Untuk memastikan hewan kurban aman, kami melakukan sekrinig di beberapa masjid. Hasilnya, hewan yang dipotong sehat,” ucapnya.

Baca Juga :  Disambar Petir, Atap Rumah Ketua RT Hancur Lebur

Kolil menuturkan, pemerintah juga mengeluarkan Surat Edaran (SE) untuk ketentuan hewan yang dikurbankan. Kebijakan itu mendapat respon baik dari masyarakat. “Rata-rata warga membelinya dari kandang ke kandang. Sehingga tidak terpapar PMK, bukan di pasar hewan,” pungkasnya. (wan/pri)

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) tidak menghalangi warga untuk melakukan kurban. Salah satunya Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Mereka melakukan kurban sapi dan kambing totalnya mencapai puluhan ekor.

Pemotongan hewan kurban itu digelar di masjid Nurul Haq, Jalan Anggrek, Kecamatan Situbondo. Sapi korban jumlahnya 21 ekor, sedangkan hewan kambing jumlahnya sekiitar 15 ekor. Agus Triono, salah satu panitia kurban mengatakan, total 21 ekor sapi itu murni dari jamaah masjid. Melaui proses menabung terlebih dahulu, maupun mereka yang punya  uang seketika membeli hewan ternak untuk kurban.

“Alhamdullillah, dengan bertambahnya warga mau untuk bekurban, maka semakin banyak pula warga lain yang bisa mendapatkan daging,” ucap Agus, Kamis (14/7).

Baca Juga :  Anak Kades Terciduk Narkoba

Tahun lalu, kata dia, jumlah sapi kurban yang disembelih jumlahnya sekitar belasan ekor. Sedangkan kambing kurban, jumlahnya sekitar sepuluh ekor. “Meski ada kasus PMK warga masih mau untuk melakukan kurban,” ungkapnya.

Agus menjelaskan, puluhan hewan korban dalam keadaan yang sehat. Bahkan, untuk memastikan tidak terpapar PMK, telah diperiksa oleh petugas kesehatan dokter hewan. “Sapi yang kami beli terlebih dahulu diperiksa. Kalau dokter bilang sehat, kami gunakan untuk hewan kurban,” jelasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan), Kholil mengatakan, meski banyak warga yang melakukan kurban, belum ditemukan hewan kurban yang terindikasi PMK. “Untuk memastikan hewan kurban aman, kami melakukan sekrinig di beberapa masjid. Hasilnya, hewan yang dipotong sehat,” ucapnya.

Baca Juga :  1.250 Pelaku UMKM Telah Mendaftar BPUM

Kolil menuturkan, pemerintah juga mengeluarkan Surat Edaran (SE) untuk ketentuan hewan yang dikurbankan. Kebijakan itu mendapat respon baik dari masyarakat. “Rata-rata warga membelinya dari kandang ke kandang. Sehingga tidak terpapar PMK, bukan di pasar hewan,” pungkasnya. (wan/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/