Selasa, 25 Jan 2022
Radar Banyuwangi
Home / Situbondo
icon featured
Situbondo

Jembaran Diperbaiki, Jalan Diponegoro Tutup Total Mulai Pekan Ini

16 Juni 2021, 20: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Jembaran Diperbaiki, Jalan Diponegoro Tutup Total Mulai Pekan Ini

SUDAH RETAK: Jembatan di Jalan Diponegoro ini akan diperbaiki. Selama pekerjaan berlangsung, akses jalan tutup total (Habibul Adnan/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

RadarBanyuwangi.id – Jalan Argopuro sampai Jalan Diponegoro akan ditutup total untuk kendaraan besar maupun angkutan umum dari arah timur. Ini menyusul adanya perbaikan jembatan di Jalan Diponegoro. Rencananya, penutupan tersebut sudah dimulai pekan ini.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Situbondo, Tulus Prijatmadji mengatakan, dengan adanya pekerjaan fisik tersebut, kendaraan besar dan angkutan umum ke arah barat akan melewati Jalan Basuki Rahmat dan Ahmad Yani. "Mulai Kamis (17/06) kemungkinan sudah ditutup," jelasnya kepada RadarBanyuwangi.id.

Jika Hari Kamis masih buka, kemungkinan mulai tutup antara Jumat atau Sabtu. Yang pasti, pekan ini sudah ada persiapan-persiapan untuk kepentingan itu. Seperti droping material. "Kalau sudah siap semuanya, langsung ditutup total," tambah Tulus.

Baca juga: Permintaan Tinggi, Harga Jual Sapi Mulai Naik

Jik ada kendaraan melintas dari timur di Jalan Pemuda, maka langsung belok kanan melewati Jalan Irian Jaya. Tidak bisa ke barat melalui Jalan Diponegoro karena di titik itu dilaksanakan pekerjaan perbaikan jembatan. "Nggak bisa melintas depan BCA karena banyak material," imbuhnya.

Dengan penutupan akses jalan provinsi tersebut, diprediksi akan terjadi kepadatan kendaraan di Jalan Basuki Rahmat sampai perempatan alun-alun. Sebab, di samping dilewati kendaraan besar, di sepanjang jalan tersebut ada beberapa pertokoan besar yang ramai pengunjung.

"Truk besar dari perempatan SMEA (Jalan Basuki Rahmat) tidak lewat Jalan Argopuro, tapi langsung ke barat. Sampai alun-alun belok kanan lewat Jalan Wijaya Kusuma," terang mantan Kepala Dinas Pariwisata itu.

Atas nama pemerintah daerah, Tulus meminta maaf atas penutupan jalan tersebut. Menurutnya, perbaikan jembatan harus dilakukan karena kondisi jembatan yang sudah retak. "Kalau tidak diperbaiki berpotensi menyebabkan kerugian lebih besar. Misalnya jembatan ambrol," katanya.

Karena itu, dia berharap kepada masyarakat dan pengguna jalan agar memakluminya. Perbaikan jembatan diperkirakan membutuhkan waktu selama lima bulan ke depan. "Jadi, tidak menggunakan sistem buka-tutup, karena ada alternatif jalan lain," pungkas Tulus. (bib)

(bw/bib/als/JPR)

©2022 PT. JawaPos Group Multimedia