alexametrics
22.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Pejaga Malam MIN 1 Panji Ditemukan Sudah Meninggal

PANJI – Mubassyiron, seorang penjaga malam di sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Situbondo ditemukan meninggal dunia di ruangan TU, Senin (14/3/2022). Pria 41 tahun itu meninggal dalam keadaan tidak memamakai baju. Dari mulutnya mengeluarkan busa. Korban dinyatakan meninggal akibat penyakit yang dideritanya.

Kepala sekolah MIN 1, Agus Rubianto mengatakan, penemuan mayat tersebut diketahui pertama kali oleh petugas kebun yang datang pagi-pagi. Dia kemudian memanggil Mubassyiron. Sebab, kendaraan dan sandalnya masih ada. Namun ketika dipanggil berulangkali, tidak ada respos. Akhirnya, petugas tersebut mencarinya.

“Mubassyiron ditemukan meniggal di dalam ruangan TU. Tempatnya tersembunyi. Mubassyron di temukan di pinggir tembok, tepat di bawah gorden, dengan kondisi tidak menggunakan baju. Dari mulutnya mengeluarkan busa, di sebelahnya ada obat flu,” ungkap Agus.

Melihat Mubassyiron tergeletak seperti itu, petugas kebung langsung memberikan informasi kepada guru yang lain. Sehingga, sebagian guru langsung melaporkan kepada pihak desa dan langsung mendatangkan tenaga medis dari rumah sakit. Dari situlah Mubassyron dinyatakan meninggal. “Karena kematiannya itu tidak wajar, kami tidak bisa mengamabil  langkah untuk menyerahkan korban kepada pihak keluarganya. Jadi untuk prosesnnya langsung diserahkan kepada Polsek Panji,” ujar Agus

Selanjtnya, jenazah Mubassyiron langsung dievakuasi ke rumah sakit Dr Abdoer Rahem Situbondo, untuk dilakukan pemeriksaan luar. Hasilnya tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan adanya aksi kekerasan. “Karena pihak keluarga tidak mempersoalkan kematian Mubassyiron, akhirnya proses pemakan diserahkan kepada keluarga, dan keluarga meminta agar jenazah lengsung dimandikan di rumah sakit, sebelum dimakamkan di pemakaman umum dekat rumahnya” tegas Agus

Agus juga Menambahkan, sebelum Mubassyiron menghembusakan nafas terakhirnya, dua minggu sebelumnya sempat mengalami tekanan darah tinggi lebih dari 200. Namun, sudah berobat. Bahkan korban juga mengalami struk ringan. “Keluarganya juga mengakui, kalau  Mubassyiron memang mengeluh dingin sebelum berangkat bekerja,” pungkas Agus. (hum/pri)

PANJI – Mubassyiron, seorang penjaga malam di sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Situbondo ditemukan meninggal dunia di ruangan TU, Senin (14/3/2022). Pria 41 tahun itu meninggal dalam keadaan tidak memamakai baju. Dari mulutnya mengeluarkan busa. Korban dinyatakan meninggal akibat penyakit yang dideritanya.

Kepala sekolah MIN 1, Agus Rubianto mengatakan, penemuan mayat tersebut diketahui pertama kali oleh petugas kebun yang datang pagi-pagi. Dia kemudian memanggil Mubassyiron. Sebab, kendaraan dan sandalnya masih ada. Namun ketika dipanggil berulangkali, tidak ada respos. Akhirnya, petugas tersebut mencarinya.

“Mubassyiron ditemukan meniggal di dalam ruangan TU. Tempatnya tersembunyi. Mubassyron di temukan di pinggir tembok, tepat di bawah gorden, dengan kondisi tidak menggunakan baju. Dari mulutnya mengeluarkan busa, di sebelahnya ada obat flu,” ungkap Agus.

Melihat Mubassyiron tergeletak seperti itu, petugas kebung langsung memberikan informasi kepada guru yang lain. Sehingga, sebagian guru langsung melaporkan kepada pihak desa dan langsung mendatangkan tenaga medis dari rumah sakit. Dari situlah Mubassyron dinyatakan meninggal. “Karena kematiannya itu tidak wajar, kami tidak bisa mengamabil  langkah untuk menyerahkan korban kepada pihak keluarganya. Jadi untuk prosesnnya langsung diserahkan kepada Polsek Panji,” ujar Agus

Selanjtnya, jenazah Mubassyiron langsung dievakuasi ke rumah sakit Dr Abdoer Rahem Situbondo, untuk dilakukan pemeriksaan luar. Hasilnya tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan adanya aksi kekerasan. “Karena pihak keluarga tidak mempersoalkan kematian Mubassyiron, akhirnya proses pemakan diserahkan kepada keluarga, dan keluarga meminta agar jenazah lengsung dimandikan di rumah sakit, sebelum dimakamkan di pemakaman umum dekat rumahnya” tegas Agus

Agus juga Menambahkan, sebelum Mubassyiron menghembusakan nafas terakhirnya, dua minggu sebelumnya sempat mengalami tekanan darah tinggi lebih dari 200. Namun, sudah berobat. Bahkan korban juga mengalami struk ringan. “Keluarganya juga mengakui, kalau  Mubassyiron memang mengeluh dingin sebelum berangkat bekerja,” pungkas Agus. (hum/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/