alexametrics
24.1 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Jembatan Limpas Suboh Tertutup Material Banjir

SUBOH – Warga Desa Mujudungkul, Kecamatan Suboh, Situbondo, dihebohkan dengan banjir besar, Selasa dini hari (15/3/2022). Akibatnya, jembatan limpas dengan panjang kurang lebih seratus meter tertutup material banjir.

Panji Hermawan, warga Desa Mojodungkul mengatakan, banjir terjadi setelah sebelumnya hujan deras terjadi di wilayah selatan Desa Mojodungkul selama tiga hari berturut-turut.  Sehingga, air sungai menjadi besar. Ada sebagian tanah yang longsor dan kayu yang hanyut dari hulu. ”Akibat banjir yang begitu besar warga setempat ketakutan dan puluhan orang merapat ke pinggir sungai untuk memantau air yang besar,” ungkap Panji.

Menurutnya, sejumlah warga sempat mengimabau melalui speaker masjid dan musala agar semua orang mengambil sikap siaga. Sebab, kondisinya benar-benar menegangkan. “Malam itu juga, ada jembatan yang putus dari saking besarnya banjir dari hulu. Alhamdulillah jembatan limpas itu masih kokoh. Kalau jembatan yang terbuat dari bambu banyak yang hanyut,” imbuh Panji.

Menurut Panji, insiden tersebut tidak sampai memakan korban jiwa atau sekedar membuat rumah warga sekitar rusak. Hanya saja, warga Desa Mojodungkul tidak bisa melintas ke Desa Gunung Malang. “Hingga pagi hari warga sulit melintas. Meskipun ada, hanya sebagian orang yang berani menyeberang, soalnya banjirnya masih menutupi jembatan limpas,” terang Panji.

Sekitar pukul 10.00 WIB kemarin, warga sudah bisa melakukan kerja bakti. Mereka membersihkan material banjir yang menutupi jembatan. Sehingga, tak lama kemudian jembatan sudah bisa dilewati warga setempat. “Hanya saja, warga masih takut ada banjir susulan, dan lebih besar dari sebelumnya,” pungkas Panji. (hum/pri)

SUBOH – Warga Desa Mujudungkul, Kecamatan Suboh, Situbondo, dihebohkan dengan banjir besar, Selasa dini hari (15/3/2022). Akibatnya, jembatan limpas dengan panjang kurang lebih seratus meter tertutup material banjir.

Panji Hermawan, warga Desa Mojodungkul mengatakan, banjir terjadi setelah sebelumnya hujan deras terjadi di wilayah selatan Desa Mojodungkul selama tiga hari berturut-turut.  Sehingga, air sungai menjadi besar. Ada sebagian tanah yang longsor dan kayu yang hanyut dari hulu. ”Akibat banjir yang begitu besar warga setempat ketakutan dan puluhan orang merapat ke pinggir sungai untuk memantau air yang besar,” ungkap Panji.

Menurutnya, sejumlah warga sempat mengimabau melalui speaker masjid dan musala agar semua orang mengambil sikap siaga. Sebab, kondisinya benar-benar menegangkan. “Malam itu juga, ada jembatan yang putus dari saking besarnya banjir dari hulu. Alhamdulillah jembatan limpas itu masih kokoh. Kalau jembatan yang terbuat dari bambu banyak yang hanyut,” imbuh Panji.

Menurut Panji, insiden tersebut tidak sampai memakan korban jiwa atau sekedar membuat rumah warga sekitar rusak. Hanya saja, warga Desa Mojodungkul tidak bisa melintas ke Desa Gunung Malang. “Hingga pagi hari warga sulit melintas. Meskipun ada, hanya sebagian orang yang berani menyeberang, soalnya banjirnya masih menutupi jembatan limpas,” terang Panji.

Sekitar pukul 10.00 WIB kemarin, warga sudah bisa melakukan kerja bakti. Mereka membersihkan material banjir yang menutupi jembatan. Sehingga, tak lama kemudian jembatan sudah bisa dilewati warga setempat. “Hanya saja, warga masih takut ada banjir susulan, dan lebih besar dari sebelumnya,” pungkas Panji. (hum/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/