alexametrics
26.7 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Promosi Pariwisata Harus Lebih Diseriusi

SITUBONDO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo diminta untuk lebih serius mempromosikan seluruh destinasi wisata yang ada. Sehingga wisata di Kota Santri akan lebih dikenal di kancah nasional maupun internasional.

Salah satu pegiat pariwisata, Agung Harianto mengatakan, tidak ada pilihan lain untuk memajukan wisata Situbondo, kecuali dengan menggencarkan promosi. Sebab, selama pandemi Covid-19 dan tahun baru 2022, wisata Situbondo jarang dikunjungi. Jika tidak segera mematangkan konsep-konsep promosi, pemerintah akan kesulitan mengenalkan wisata yang ada.

Dalam pandangan Ketua Pokdarwis Situbondo tersebut, pengembangan wisata di Situbondo perlu perhatian semua pihak. Utamanya terkait kebijakan pemerintah. Ini harus ada upaya-upaya konsolidasi dengan masyarakat, atau para pelaku wisata. “Memang peran pemerintah sangat dominan. Karena berkaitan kebijakan-kebijakan yang nantinya akan dilaksanakan oleh masyarakat,” ujarnya kepada wartawan RadarBanyuwangi.id, Jumat (14/1).

Baca Juga :  Arab Saudi Batasi Jamaah Haji dan Umrah

Kemudian, promosi wisata bukan hanya tanggung jawab Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD). Melainkan tanggung jawab seluruh elemen. Sehingga, ada langkah-langkah kongkrit dari pemerintah bagaimana membangun partisipasi masyarakat dalam pembangunan pariwisata. “Seperti pengelola pariwisata, tidak hanya pengelolanya saja. Tetapi juga seluruh masyarakat, dan tidak hanya pinter menyoroti atau menilai, tapi juga bisa memberikan gagasan,” katanya.

Agung bependapat, pelaku wisata juga dituntut bagaimana memajukan Situbondo. Tuntutan tersebut bukan hanya dari luar, tetapi dari diri sendiri. Karena, nantinya bagi pegiat pariwisata akan selalu disorot. Oleh karenanya, perlu kesepakatan bersama dalam memajukan pariwisata Situbondo. “Bukan hanya tulisan hitam di atas putih, tetapi juga menjadi kesepakatan bersama,” ucapnya.

Baca Juga :  Perang Sarung di Asembagus, Satu Pelaku Terluka

Pariwisata multi efek, lanjut Agung, bukan hanya tentang keindahan. Melainkan dapat menumbuhkan nilai-nilai ekonomi masyarakat lokal. Menumbuhkan masyarakat yang kreatif, dan peningkatnya SDM. Sehingga, menjadi suasana Kabupaten yang hidup, dan terkenal. “Apalagi, Situbondo telah meraih juara 1 Anugera Desa Wisata (ADWI) menjadi kesempatan untuk semakin menggencarkan promosi pariwisata,” pungkasnya. (jon/pri)

SITUBONDO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo diminta untuk lebih serius mempromosikan seluruh destinasi wisata yang ada. Sehingga wisata di Kota Santri akan lebih dikenal di kancah nasional maupun internasional.

Salah satu pegiat pariwisata, Agung Harianto mengatakan, tidak ada pilihan lain untuk memajukan wisata Situbondo, kecuali dengan menggencarkan promosi. Sebab, selama pandemi Covid-19 dan tahun baru 2022, wisata Situbondo jarang dikunjungi. Jika tidak segera mematangkan konsep-konsep promosi, pemerintah akan kesulitan mengenalkan wisata yang ada.

Dalam pandangan Ketua Pokdarwis Situbondo tersebut, pengembangan wisata di Situbondo perlu perhatian semua pihak. Utamanya terkait kebijakan pemerintah. Ini harus ada upaya-upaya konsolidasi dengan masyarakat, atau para pelaku wisata. “Memang peran pemerintah sangat dominan. Karena berkaitan kebijakan-kebijakan yang nantinya akan dilaksanakan oleh masyarakat,” ujarnya kepada wartawan RadarBanyuwangi.id, Jumat (14/1).

Baca Juga :  FE Unars Yudisium sekaligus Pelepasan Calon Wisudawan

Kemudian, promosi wisata bukan hanya tanggung jawab Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD). Melainkan tanggung jawab seluruh elemen. Sehingga, ada langkah-langkah kongkrit dari pemerintah bagaimana membangun partisipasi masyarakat dalam pembangunan pariwisata. “Seperti pengelola pariwisata, tidak hanya pengelolanya saja. Tetapi juga seluruh masyarakat, dan tidak hanya pinter menyoroti atau menilai, tapi juga bisa memberikan gagasan,” katanya.

Agung bependapat, pelaku wisata juga dituntut bagaimana memajukan Situbondo. Tuntutan tersebut bukan hanya dari luar, tetapi dari diri sendiri. Karena, nantinya bagi pegiat pariwisata akan selalu disorot. Oleh karenanya, perlu kesepakatan bersama dalam memajukan pariwisata Situbondo. “Bukan hanya tulisan hitam di atas putih, tetapi juga menjadi kesepakatan bersama,” ucapnya.

Baca Juga :  Empat Pejabat Daftar Lelang Jabatan Kepala BPKAD

Pariwisata multi efek, lanjut Agung, bukan hanya tentang keindahan. Melainkan dapat menumbuhkan nilai-nilai ekonomi masyarakat lokal. Menumbuhkan masyarakat yang kreatif, dan peningkatnya SDM. Sehingga, menjadi suasana Kabupaten yang hidup, dan terkenal. “Apalagi, Situbondo telah meraih juara 1 Anugera Desa Wisata (ADWI) menjadi kesempatan untuk semakin menggencarkan promosi pariwisata,” pungkasnya. (jon/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/