alexametrics
27.6 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Cerita Kusnadi, Warga Binaan yang jadi Juru Masak Rutan Situbondo

SITUBONDO – Rutan Kelas II-B Situbondo mempunyai Dapur Higienis yang diperuntukkan  khusus narapidana atau penghuni Rutan Situbondo. Juru masak pun dari kalangan Warga Binaan.

Pagi itu, Wartawan koran ini menemui Kusnadi, salah satu juru masak Rutan Situbondo yang sedang sibuk menyiapkan masakan untuk rekan-rekan senasibnya. Kusnadi ditunjuk sebagai juru masak oleh kepala Rutan, Tomi Elyus, karena kelihaiannya dalam memasak.

Setiap harinya, Kusnadi harus menyiapkan segala sesuatunya untuk kebutuhan penghuni rutan. Mulai dari bahan makanan yang akan di olah, hingga pengemasan. Semua itu harus dilalukan secara higienis.”Tentu konsep ini hampir sama dengan rutan di seluruh Indonesia. Yakni, bahan makanan harus sesuai standart yang sudah lolos uji kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes),” ujar Kusnadi.

Kata dia, kepercayaan yang diberikan dan membanggakan ini, harus terus dipertahankan, dengan caranya harus rutin mendapat pengecekan dari Dinkes Situbondo. Itu dilakukan demi kebaikan bersama. Sebab, penghuni rutan bagian dari masyarakat Situbondo. “Sertifikat uji higienis dari Dinkes, baru diraihnya pada tahun 2021. Kami juga diminta ikut mempertahankan kinerja. Termasuk saran dari teman teman pers dapat mengingatkan kami,” tuturnya.

Sedangkan, khusus pengawasannya, setiap hari rutin dilakukan secara bergantian oleh para pejabat Rutan Situbondo untuk mengontrol hasil menu masakan yang di buatnya. “Beliau rutin setiap saat meninjau dan mencicipi hasil makanan yang dibuat. Tentunya secara bergantian. Termasuk sisi kebersihan terus dijaga. Karena Rutan ini dekat dengan jalan raya. Begitu tempat kotor langsung disapu dan dipel,” ucap Kusnadi.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Situbondo, Tomi Elyus mengakui kinerja Kusnadi selama menjadi juru masak di Rutan, kusnadi orang yang konsisten, dia juga lihai dalam membuat menu masakan, maklum dia mantan pelaku usaha kuliner di Situbondo.

Tomi Elyus juga mengaku, dapur hieginis di lembaganya ini merupakan  programnya sejak tugas di Rutan Kelas IIB Situbondo. “Program ini sangat mulia yakni untuk menyediakan makanan layak konsumsi bagi penghuni Rutan Situbondo,” ujar mantan Kalapas Poso Sulawesi itu.

Untuk mewujudkan dapur higienis di Rutan, awalnya Tomi sempat kebingungan. Karena Warga Binaan (WB) yang menghuni Rutan Situbondo mayoritas dari kaum adam. Sedangkan penghuni dari kaum hawa jumlahnya terbatas. Namun setelah bincang-bincang bersama para stafnya, Akhirnya muncul ide baru. “Nyatanya ada salah satu Warga Binaan bernama Kusnadi, dia lihai dalam hal kuliner. Saya lalu memanggilnya untuk diajak membicarakan program tersebut,” ucap Tomi.

Dapur Higienis yang dikelolah para warga binaan, hasilnya luar biasa. Dapur Hieginis tersebut masuk dalam catatan terbaik. Selain didukung oleh karyawan yang kompak, begitu juga dukungan juga muncul dari para Warga Binaan lain yang pandai dibidang lain. “Misalnya urusan besaran porsi serta bidang kebersihan bahan masakan dan kebersihan alat memasak juga kami ajak,” jelasnya.

Lebih jauh, Tomi menceritakan, sejak Pebruari 2021 lalu, berhasil mendapatkan sertifikat uji kelayakan higienes dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo. Mulai dari kriteria pengukuran air bersih yang sehat sesuai standar, bahan makanan yang bersih, pekerja yang sesuai dengan prokes (protokol kesehatan) dalam mengolah makanan, semua bisa dipenuhi. “Kami patut bersyukur karena usaha teman teman bagian pelayanan dapur dapat membuahkan hasil. Kami berhasil meraih sertifikat uji kelayakan higienis dari Dinkes Kabupaten Situbondo,” pungkasnya. (jon/pri)

SITUBONDO – Rutan Kelas II-B Situbondo mempunyai Dapur Higienis yang diperuntukkan  khusus narapidana atau penghuni Rutan Situbondo. Juru masak pun dari kalangan Warga Binaan.

Pagi itu, Wartawan koran ini menemui Kusnadi, salah satu juru masak Rutan Situbondo yang sedang sibuk menyiapkan masakan untuk rekan-rekan senasibnya. Kusnadi ditunjuk sebagai juru masak oleh kepala Rutan, Tomi Elyus, karena kelihaiannya dalam memasak.

Setiap harinya, Kusnadi harus menyiapkan segala sesuatunya untuk kebutuhan penghuni rutan. Mulai dari bahan makanan yang akan di olah, hingga pengemasan. Semua itu harus dilalukan secara higienis.”Tentu konsep ini hampir sama dengan rutan di seluruh Indonesia. Yakni, bahan makanan harus sesuai standart yang sudah lolos uji kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes),” ujar Kusnadi.

Kata dia, kepercayaan yang diberikan dan membanggakan ini, harus terus dipertahankan, dengan caranya harus rutin mendapat pengecekan dari Dinkes Situbondo. Itu dilakukan demi kebaikan bersama. Sebab, penghuni rutan bagian dari masyarakat Situbondo. “Sertifikat uji higienis dari Dinkes, baru diraihnya pada tahun 2021. Kami juga diminta ikut mempertahankan kinerja. Termasuk saran dari teman teman pers dapat mengingatkan kami,” tuturnya.

Sedangkan, khusus pengawasannya, setiap hari rutin dilakukan secara bergantian oleh para pejabat Rutan Situbondo untuk mengontrol hasil menu masakan yang di buatnya. “Beliau rutin setiap saat meninjau dan mencicipi hasil makanan yang dibuat. Tentunya secara bergantian. Termasuk sisi kebersihan terus dijaga. Karena Rutan ini dekat dengan jalan raya. Begitu tempat kotor langsung disapu dan dipel,” ucap Kusnadi.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Situbondo, Tomi Elyus mengakui kinerja Kusnadi selama menjadi juru masak di Rutan, kusnadi orang yang konsisten, dia juga lihai dalam membuat menu masakan, maklum dia mantan pelaku usaha kuliner di Situbondo.

Tomi Elyus juga mengaku, dapur hieginis di lembaganya ini merupakan  programnya sejak tugas di Rutan Kelas IIB Situbondo. “Program ini sangat mulia yakni untuk menyediakan makanan layak konsumsi bagi penghuni Rutan Situbondo,” ujar mantan Kalapas Poso Sulawesi itu.

Untuk mewujudkan dapur higienis di Rutan, awalnya Tomi sempat kebingungan. Karena Warga Binaan (WB) yang menghuni Rutan Situbondo mayoritas dari kaum adam. Sedangkan penghuni dari kaum hawa jumlahnya terbatas. Namun setelah bincang-bincang bersama para stafnya, Akhirnya muncul ide baru. “Nyatanya ada salah satu Warga Binaan bernama Kusnadi, dia lihai dalam hal kuliner. Saya lalu memanggilnya untuk diajak membicarakan program tersebut,” ucap Tomi.

Dapur Higienis yang dikelolah para warga binaan, hasilnya luar biasa. Dapur Hieginis tersebut masuk dalam catatan terbaik. Selain didukung oleh karyawan yang kompak, begitu juga dukungan juga muncul dari para Warga Binaan lain yang pandai dibidang lain. “Misalnya urusan besaran porsi serta bidang kebersihan bahan masakan dan kebersihan alat memasak juga kami ajak,” jelasnya.

Lebih jauh, Tomi menceritakan, sejak Pebruari 2021 lalu, berhasil mendapatkan sertifikat uji kelayakan higienes dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo. Mulai dari kriteria pengukuran air bersih yang sehat sesuai standar, bahan makanan yang bersih, pekerja yang sesuai dengan prokes (protokol kesehatan) dalam mengolah makanan, semua bisa dipenuhi. “Kami patut bersyukur karena usaha teman teman bagian pelayanan dapur dapat membuahkan hasil. Kami berhasil meraih sertifikat uji kelayakan higienis dari Dinkes Kabupaten Situbondo,” pungkasnya. (jon/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/