alexametrics
27.6 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Turun dari Helikopter TNI, Warga Lintas Suku Langsung Deklarasi Damai

JawaPos.com – Sebuah helikopter TNI tiba-tiba mendarat di tengah Alun-Alun Situbondo pagi kemarin. Sontak, ratusan masyarakat langsung mendekat. Mereka kemudian berswafoto dengan latar belakang pesawat.

Ya, pesawat tersebut kini memang berada di Situbondo sejak Jumat lalu (13/09). Heli itu sengaja dipamerkan bersama alutsista milik TNI. Setelah Latgab di Puslatpur Baluran pekan lalu, sebagian peralatan tempur itu dipajang di Alun-Alun Situbondo.

Pagi kemarin, jajaran Forkopimda Situbondo berkesempatan menaiki helikopter. Terbangnya tidak jauh. Hanya mengitari langit alun-alun. Menariknya, setelah turun dari pesawat, dilaksanakan deklarasi damai.

Pembacaan deklarasi dipimpin Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono dengan diikuti jajaran dan para pejabat di lingkungan Pemkab Situbondo. Berbagai elemen masyarakat juga ikut membacakan pernyataan sikap untuk menjaga persatuan dan situasi kondusif.

Kapolres Awan mengatakan, semangat persatuan sangat penting untuk terus digelorakan. Apalagi saat ini, bangsa Indonesia sedang menghadapi ancaman perpecahan. ”Kita ketahui bersama, kondisi nasional lagi diuji, khususnya soal Papua,” ujarnya.

Warga Situbondo tidak boleh terpancing dengan persoalan itu. Bahkan, bila perlu menjadi pelopor persatuan dan perdamaian. ”Masyarakat Situbondo yang terdiri dari berbagai suku, bahasa, dan agama, harus terus hidup berdampingan dan rukun,” tegas Awan.

Ada beberapa poin isi deklarasi. Pertama, warga masyarakat Situbondo dengan beragam suku, bahasa, dan agama, sepakat menyatakan, menjaga kesatuan dan persatuan. Kemudian bersedia hidup berdampingan dengan rukun, damai, dengan penuh kasih sayang.

Pernyataan sikap berikutnya, warga Situbondo sepakat menolak kelompok radikal dan organisasi masyarakat terlarang. Serta menegaskan bahwa Bumi Papua adalah Indonesia yang terbingkai dalam satu kesatuan Bhinneka Tunggal Ika.

Bupati Situbondo Dadang Wigiarto berharap, melalui deklarasi tersebut, masyarakat lebih kuat lagi dalam menjaga persatuan dan kesatuan. Kata dia, Situbondo harus aman dari hal-hal yang mengusik keutuhan NKRI. ”Harus kita tanamkan dalam diri masing-masing, bahwa NKRI harga mati,” ujarnya.

JawaPos.com – Sebuah helikopter TNI tiba-tiba mendarat di tengah Alun-Alun Situbondo pagi kemarin. Sontak, ratusan masyarakat langsung mendekat. Mereka kemudian berswafoto dengan latar belakang pesawat.

Ya, pesawat tersebut kini memang berada di Situbondo sejak Jumat lalu (13/09). Heli itu sengaja dipamerkan bersama alutsista milik TNI. Setelah Latgab di Puslatpur Baluran pekan lalu, sebagian peralatan tempur itu dipajang di Alun-Alun Situbondo.

Pagi kemarin, jajaran Forkopimda Situbondo berkesempatan menaiki helikopter. Terbangnya tidak jauh. Hanya mengitari langit alun-alun. Menariknya, setelah turun dari pesawat, dilaksanakan deklarasi damai.

Pembacaan deklarasi dipimpin Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono dengan diikuti jajaran dan para pejabat di lingkungan Pemkab Situbondo. Berbagai elemen masyarakat juga ikut membacakan pernyataan sikap untuk menjaga persatuan dan situasi kondusif.

Kapolres Awan mengatakan, semangat persatuan sangat penting untuk terus digelorakan. Apalagi saat ini, bangsa Indonesia sedang menghadapi ancaman perpecahan. ”Kita ketahui bersama, kondisi nasional lagi diuji, khususnya soal Papua,” ujarnya.

Warga Situbondo tidak boleh terpancing dengan persoalan itu. Bahkan, bila perlu menjadi pelopor persatuan dan perdamaian. ”Masyarakat Situbondo yang terdiri dari berbagai suku, bahasa, dan agama, harus terus hidup berdampingan dan rukun,” tegas Awan.

Ada beberapa poin isi deklarasi. Pertama, warga masyarakat Situbondo dengan beragam suku, bahasa, dan agama, sepakat menyatakan, menjaga kesatuan dan persatuan. Kemudian bersedia hidup berdampingan dengan rukun, damai, dengan penuh kasih sayang.

Pernyataan sikap berikutnya, warga Situbondo sepakat menolak kelompok radikal dan organisasi masyarakat terlarang. Serta menegaskan bahwa Bumi Papua adalah Indonesia yang terbingkai dalam satu kesatuan Bhinneka Tunggal Ika.

Bupati Situbondo Dadang Wigiarto berharap, melalui deklarasi tersebut, masyarakat lebih kuat lagi dalam menjaga persatuan dan kesatuan. Kata dia, Situbondo harus aman dari hal-hal yang mengusik keutuhan NKRI. ”Harus kita tanamkan dalam diri masing-masing, bahwa NKRI harga mati,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/