24 C
Banyuwangi
Monday, June 5, 2023

Satgas Covid-19 Fokus Turunkan Kasus di Kecamatan Kendit

RadarBanyuwangi.id – Kasus aktif tertinggi saat ini ada Kecamatan Kendit. Hingga kemarin (11/06) tercatat ada sembilan orang belum sembuh Covid-19 dari total 28 kasus aktif. Karena itu, satgas akan lebih fokus dalam menurunkan jumlah positif di kecamatan tersebut.

Juru bicara satgas Covid-19, Dadang Aries Bintoro menerangkan, langkah-langkah dalam menekan penambahan kasus terus dilakukan. Misalnya, dengan melakukan pelacakan terhadap kontak erat pasien positif. “Dilakukan pembatasan-pembatasan untuk mengurangi akses keluar masuk masyarakat,” jelasnya.

Lonjakan jumlah positif di Kecamatan Kendit disumbang klaster perusahaan tambak udang. Karena itu, di perusahaan yang ada di Desa Klatakan itu diperketat. “Beberapa pekerja sudah diswab,” imbuh pria yang juga Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosan) itu.

Baca Juga :  Belum Selesaikan SPj, Dana Desa di Dua Desa Hangus

Kepada RadarBanyuwangi.id, Dadang menerangkan, degan penambahan kasus aktif tersebut, saat ini Kecamatan Kendit masuk zona oranye. Di kecamatan ini, total pasien positif sebanyak 55 dengan kesembuhan 42, dan meninggal empat kasus.

Sementara itu, Dadang mengaku,  dari total 28 kasus aktif, tiga di antaranya dirawat di rumah sakit dan 12 orang isolasi di gedung observasi. Sedang 13 sisanya isolasi di rumahnya. “Gedung observasi ada di Puskemas Kendit, Arjasa, dan Puskesmas Besuki,” kata Dadang.

Dia menjelaskan, pemerintah akan terus bekerja keras dalam mengendalikan Covid-19 di Situbondo. Salah satu upaya dalam melakukan pengendalian itu, dengan memperketat akses masuk di sejumlah pelabuhan. “Warga Madura yang masuk Situbondo dirapid tes antigen,” pungkasnya  (bib)

Baca Juga :  Ditonton Ortu Pelanggar, Belasan Knalpot Brong Dimusnahkan

RadarBanyuwangi.id – Kasus aktif tertinggi saat ini ada Kecamatan Kendit. Hingga kemarin (11/06) tercatat ada sembilan orang belum sembuh Covid-19 dari total 28 kasus aktif. Karena itu, satgas akan lebih fokus dalam menurunkan jumlah positif di kecamatan tersebut.

Juru bicara satgas Covid-19, Dadang Aries Bintoro menerangkan, langkah-langkah dalam menekan penambahan kasus terus dilakukan. Misalnya, dengan melakukan pelacakan terhadap kontak erat pasien positif. “Dilakukan pembatasan-pembatasan untuk mengurangi akses keluar masuk masyarakat,” jelasnya.

Lonjakan jumlah positif di Kecamatan Kendit disumbang klaster perusahaan tambak udang. Karena itu, di perusahaan yang ada di Desa Klatakan itu diperketat. “Beberapa pekerja sudah diswab,” imbuh pria yang juga Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosan) itu.

Baca Juga :  Banyak Kegiatan Tak Berjalan, Silpa APBD Tahun 2021 Mencapai Rp 342 Miliar

Kepada RadarBanyuwangi.id, Dadang menerangkan, degan penambahan kasus aktif tersebut, saat ini Kecamatan Kendit masuk zona oranye. Di kecamatan ini, total pasien positif sebanyak 55 dengan kesembuhan 42, dan meninggal empat kasus.

Sementara itu, Dadang mengaku,  dari total 28 kasus aktif, tiga di antaranya dirawat di rumah sakit dan 12 orang isolasi di gedung observasi. Sedang 13 sisanya isolasi di rumahnya. “Gedung observasi ada di Puskemas Kendit, Arjasa, dan Puskesmas Besuki,” kata Dadang.

Dia menjelaskan, pemerintah akan terus bekerja keras dalam mengendalikan Covid-19 di Situbondo. Salah satu upaya dalam melakukan pengendalian itu, dengan memperketat akses masuk di sejumlah pelabuhan. “Warga Madura yang masuk Situbondo dirapid tes antigen,” pungkasnya  (bib)

Baca Juga :  Rp 1,3 M untuk Anggaran Operasional dan Honor Karyawan Perusda Banongan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/