alexametrics
27 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Gara-Gara Cemburu Buta, Bidan Desa Dibunuh Suami

BESUKI – Warga Desa Ketah, Kecamatan Suboh, Situbondo, Kamis pagi (13/1) dibuat geger. Ini setelah Hanisah, salah satu bidan yang bertugas di polindes ditemukan meninggal di rumah dinasnya. Yang ironis, bidan berumur 42 tahun itu dibunuh oleh suaminya sendiri, Agus Adi Putra, 45. Setelah melakukan pembunuhan, dia langsung menyerahkan diri ke Polsek Besuki. 

Kapolsek Besuki, Bripka Agus Bustomi SH membenarkan  Agus menyerahkan diri sekitar pukul 06.30. Dia mengaku telah membunuh istrinya. “Dibunuh dengan cara dicekik. Pembunuhan dilakukan di rumah dinas korban. Untuk proses hukum selanjutnya diserahkan ke Mapolres Situbondo,” pungkas Bustomi.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, sebelum mendatangi polisi, Agus sempat mendatangi rumah Mutammimah. Dia adalah Bibi Hanisa di daerah Besuki. Agus datang mengendarai motor milik istrinya. Setibanya di rumah  Mutammimah, Agus langsung sungkem. Namun, dia tidak mengatakan kalau dirinya sudah membunuh sang istri.

Baca Juga :  Bupati Ingatkan DPRD dalam Menerapkan Hasil Studi Banding

“Mukanya saat itu terlihat pucat seperti orang ketakutan. Sebenarnya, Agus itu sudah dua bulan lebih tidak pernah main ke rumah. Pas datang, dia tiba-tiba menyembah ke kaki saya. Ya, saya kaget saja, kenapa dia kok sampai seperti itu? Datang sendirian langsung meninggalkan sepeda motornya di rumah,’’ kata Mutammmimah.

Setelah Agus pergi, dia langsung menghubungi sang suami, M, Sattar karena kebutulan tidak ada di rumah. Dia menceritakan jika suami Hanisah datang ke rumahnya dalam kedaan tidak wajar. “Saya waktu itu juga sempat bertanya (pada Agus) kenapa anaknya tidak dibawa? Dia hanya jawab singkat, ‘kalau anak dan istrinya tidur’. Dia kemudian meminta maaf,” imbuh Mutammimah.

Selang berapa menit, ada saudara Mutammimah yang memberikan kabar jika Agus berjalan sempoyongan melewati pasar. Menggunakan sarung dan kancing bajunya tidak terpasang. “Jadi dia (Agus) itu jalan di pasar seperti orang yang tidak waras, kata saudara yang nelpon saya,” Jelas Mutammimah.

Baca Juga :  Dinas Perikanan-TP PKK Lombakan Masak Ikan

Tidak lama kemudian, Mutammimah mendengar kabar dari warga Desa Ketah jika keponakannya sudah terbunuh. “Saya kaget waktu itu, saya langsung mendatangi rumah keponakan saya,” jelasnya.

Mutammimah menduga, Agus mendatangi Polsek Kecamatan Besuki karena takut dirinya menjadi sasaran amukan massa. Sehingga, mengamankan diri dan mengakui perbuatan kejinya. “Kalau sampai Agus itu ketahuan warga Desa Ketah. Entah, tidak tahu lagi saya harus ngomong apa, pasti banyak yang mukul. Soalnya, keponakan saya itu, orangnya baik dan disenangi banyak orang. Lain dengan suaminya yang memang pekerjaanya tidak jelas,” tandas Mutammimah. (hum/pri)

BESUKI – Warga Desa Ketah, Kecamatan Suboh, Situbondo, Kamis pagi (13/1) dibuat geger. Ini setelah Hanisah, salah satu bidan yang bertugas di polindes ditemukan meninggal di rumah dinasnya. Yang ironis, bidan berumur 42 tahun itu dibunuh oleh suaminya sendiri, Agus Adi Putra, 45. Setelah melakukan pembunuhan, dia langsung menyerahkan diri ke Polsek Besuki. 

Kapolsek Besuki, Bripka Agus Bustomi SH membenarkan  Agus menyerahkan diri sekitar pukul 06.30. Dia mengaku telah membunuh istrinya. “Dibunuh dengan cara dicekik. Pembunuhan dilakukan di rumah dinas korban. Untuk proses hukum selanjutnya diserahkan ke Mapolres Situbondo,” pungkas Bustomi.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, sebelum mendatangi polisi, Agus sempat mendatangi rumah Mutammimah. Dia adalah Bibi Hanisa di daerah Besuki. Agus datang mengendarai motor milik istrinya. Setibanya di rumah  Mutammimah, Agus langsung sungkem. Namun, dia tidak mengatakan kalau dirinya sudah membunuh sang istri.

Baca Juga :  Masyarakat Diajak Ikut Berantas Peredaran Rokok Ilegal

“Mukanya saat itu terlihat pucat seperti orang ketakutan. Sebenarnya, Agus itu sudah dua bulan lebih tidak pernah main ke rumah. Pas datang, dia tiba-tiba menyembah ke kaki saya. Ya, saya kaget saja, kenapa dia kok sampai seperti itu? Datang sendirian langsung meninggalkan sepeda motornya di rumah,’’ kata Mutammmimah.

Setelah Agus pergi, dia langsung menghubungi sang suami, M, Sattar karena kebutulan tidak ada di rumah. Dia menceritakan jika suami Hanisah datang ke rumahnya dalam kedaan tidak wajar. “Saya waktu itu juga sempat bertanya (pada Agus) kenapa anaknya tidak dibawa? Dia hanya jawab singkat, ‘kalau anak dan istrinya tidur’. Dia kemudian meminta maaf,” imbuh Mutammimah.

Selang berapa menit, ada saudara Mutammimah yang memberikan kabar jika Agus berjalan sempoyongan melewati pasar. Menggunakan sarung dan kancing bajunya tidak terpasang. “Jadi dia (Agus) itu jalan di pasar seperti orang yang tidak waras, kata saudara yang nelpon saya,” Jelas Mutammimah.

Baca Juga :  Bidan Hanisa Dibunuh Suami Sendiri, Bagaimana Nasib Tiga Anaknya?

Tidak lama kemudian, Mutammimah mendengar kabar dari warga Desa Ketah jika keponakannya sudah terbunuh. “Saya kaget waktu itu, saya langsung mendatangi rumah keponakan saya,” jelasnya.

Mutammimah menduga, Agus mendatangi Polsek Kecamatan Besuki karena takut dirinya menjadi sasaran amukan massa. Sehingga, mengamankan diri dan mengakui perbuatan kejinya. “Kalau sampai Agus itu ketahuan warga Desa Ketah. Entah, tidak tahu lagi saya harus ngomong apa, pasti banyak yang mukul. Soalnya, keponakan saya itu, orangnya baik dan disenangi banyak orang. Lain dengan suaminya yang memang pekerjaanya tidak jelas,” tandas Mutammimah. (hum/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/