alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

21 ABK Cantrang Probolinggo 5 Hari Tak Pulang, Merasa Diterlantarkan

SITUBONDO – Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) mengamankan sedikitnya lima kapal perahu motor dan 21 anak buah kapal (ABK) asal Kabupaten Probolinggo. Hingga kemarin (13/12), mereka sudah lima hari tertahan di Pelabuhan Kalbut Desa Semiring, Kecamatan Mangaran.

Data yang diterima koran ini menyebutkan, kapal tersebut diamankan lantaran menggunakan cantrang. Mereka tertangkap basah saat beraksi di Perairan Probolinggo. Karena menggunakan alat yang dinilai membahayakan bagi ekosistem laut, lima kapal beserta ABK digiring dari perairan laut probolinggo menuju Pelabuhan Kalbut.

Sayang,  Kepala Sub Koordinasi Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran PSDKP, Yogi Darmawan Efendi enggan memberikan komentar tentang hal tersebut. Dia beralasan. dirinya tidak bisa memberikan pernyataan terhadap wartawan. “Saya tidak punya hak untuk menjawab pertanyaan wartawan. Karena tidak dapat izin dari atasan,” terangnya.

Dia membenarkan tentang 21 ABK yang tidak diperbolehkan pulang. Meski demikian, Yogi menjami pemenuhan makanan mereka. Sebab itu menjadi tanggungannya.  “Jadi selama ada disini, setiap kebutuhannya akan kami penuhi. Kalau persoalan makan, saya sudah memberinya sejak tadi malam,” tegas Yogi.

Sementara itu, Muhammad, salah satu ABK yang diamankan menjelaskan, bahwa dirinya bersama teman temannya sudah lima hari tidak pulang. Sehingga, anak dan keluarganya banyak yang menangis karena tidak bisa pulang.

“Kalau saya sudah biasa hidup di perairan seperti ini. Hanya saja kalau penangkapan seperti ini, kan bikin ABK kebingungan. Saya juga tidak tahu menahu persoalan kok harus ditahan-tahan untuk pulang. Sedangkan keluarga kami sekian kali menanyakan keberadaan kami. Anak saya juga tanya kapan saya pulang,” ujar warga Desa/Kecamatan Mayangan, Probolinggo tersebut

Menurut Muhammad, selain 21 ABK yang diamankan, sebenarnya masih ada yang lainnya. Namun sudah diperbolehkan pulang. “Keseluruhan ada 50an orang. yang tidak diperbolehkan untuk pulang hanya 25 orang dari lima kapal ini, sekarang tinggal 21,” imbuhnya.

Muhammad mengatakan kalau ada salah satu temannya yang sakit. Namun, untung sudah sembuh dengan minum obat yang dijual di pasaran. ” Bagaimana tidak sakit, kalau malam kedinginan, pas siang kepanasan. Ditambah sulit untuk mencari air bersih. Dua hari terahir ini saya sudah meminta untuk dikirimi air bersih untuk mandi, dan air untuk diminum. Tapi, sampai saat ini tidak ada.

Pemilik kapal, Abdul Rahman mengatakan, setelah dilakukan gelar perkara, terungkap jika lima kapal asal Probolinggo itu ditangkap karena menggunakan cantrang. Sebanyak 21 ABK dan nakhoda tidak diperbolehkan pulang sebelum selesai penyelidikan.

“Beberapa nakhoda harus menetap di pelabuhan ini (Kalbut) paling lama 30 hari. Saya iya kan saja apa yang menjadi aturan. Kita ikuti alurnya. Namun, saya berharap agar nakhoda kapal saya jangan ditelantarkan. Mereka juga butuh makan enak. Keluarganya juga menunggu di rumahnya,” kata Muhammad penuh harap. (hum/pri)

SITUBONDO – Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) mengamankan sedikitnya lima kapal perahu motor dan 21 anak buah kapal (ABK) asal Kabupaten Probolinggo. Hingga kemarin (13/12), mereka sudah lima hari tertahan di Pelabuhan Kalbut Desa Semiring, Kecamatan Mangaran.

Data yang diterima koran ini menyebutkan, kapal tersebut diamankan lantaran menggunakan cantrang. Mereka tertangkap basah saat beraksi di Perairan Probolinggo. Karena menggunakan alat yang dinilai membahayakan bagi ekosistem laut, lima kapal beserta ABK digiring dari perairan laut probolinggo menuju Pelabuhan Kalbut.

Sayang,  Kepala Sub Koordinasi Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran PSDKP, Yogi Darmawan Efendi enggan memberikan komentar tentang hal tersebut. Dia beralasan. dirinya tidak bisa memberikan pernyataan terhadap wartawan. “Saya tidak punya hak untuk menjawab pertanyaan wartawan. Karena tidak dapat izin dari atasan,” terangnya.

Dia membenarkan tentang 21 ABK yang tidak diperbolehkan pulang. Meski demikian, Yogi menjami pemenuhan makanan mereka. Sebab itu menjadi tanggungannya.  “Jadi selama ada disini, setiap kebutuhannya akan kami penuhi. Kalau persoalan makan, saya sudah memberinya sejak tadi malam,” tegas Yogi.

Sementara itu, Muhammad, salah satu ABK yang diamankan menjelaskan, bahwa dirinya bersama teman temannya sudah lima hari tidak pulang. Sehingga, anak dan keluarganya banyak yang menangis karena tidak bisa pulang.

“Kalau saya sudah biasa hidup di perairan seperti ini. Hanya saja kalau penangkapan seperti ini, kan bikin ABK kebingungan. Saya juga tidak tahu menahu persoalan kok harus ditahan-tahan untuk pulang. Sedangkan keluarga kami sekian kali menanyakan keberadaan kami. Anak saya juga tanya kapan saya pulang,” ujar warga Desa/Kecamatan Mayangan, Probolinggo tersebut

Menurut Muhammad, selain 21 ABK yang diamankan, sebenarnya masih ada yang lainnya. Namun sudah diperbolehkan pulang. “Keseluruhan ada 50an orang. yang tidak diperbolehkan untuk pulang hanya 25 orang dari lima kapal ini, sekarang tinggal 21,” imbuhnya.

Muhammad mengatakan kalau ada salah satu temannya yang sakit. Namun, untung sudah sembuh dengan minum obat yang dijual di pasaran. ” Bagaimana tidak sakit, kalau malam kedinginan, pas siang kepanasan. Ditambah sulit untuk mencari air bersih. Dua hari terahir ini saya sudah meminta untuk dikirimi air bersih untuk mandi, dan air untuk diminum. Tapi, sampai saat ini tidak ada.

Pemilik kapal, Abdul Rahman mengatakan, setelah dilakukan gelar perkara, terungkap jika lima kapal asal Probolinggo itu ditangkap karena menggunakan cantrang. Sebanyak 21 ABK dan nakhoda tidak diperbolehkan pulang sebelum selesai penyelidikan.

“Beberapa nakhoda harus menetap di pelabuhan ini (Kalbut) paling lama 30 hari. Saya iya kan saja apa yang menjadi aturan. Kita ikuti alurnya. Namun, saya berharap agar nakhoda kapal saya jangan ditelantarkan. Mereka juga butuh makan enak. Keluarganya juga menunggu di rumahnya,” kata Muhammad penuh harap. (hum/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/