alexametrics
26.3 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Situs Melek Terkesan Terbengkalai, Tak Ada Pengamanan

SITUBONDO– Kapolres Situbondo bersama Satreskrim Polres turun ke lokasi artefak yang hilang di Situs melek, kemarin (13/7). Satrekskrim bersama tim olah TKP melakukan pemeriksaan lokasi terkait laporan hilangnya beberapa artefak di Pedukuhan Melek, Dusun Krajan, Desa Sumberejo, Banyuputih.

Kapolres Situbondo, AKBP Awan Hariono mengatakan, di lokasi artefak yang hilang memang kurang ada pengaman. Sehingga, keadaan temuan TKP terkesan terbengkalai. “Kalau yang sisi selatan sudah  dipagar rafia. Sedangkan yang di sisi utara tidak ada pengamanan sama sekali,”  terang Kapolres Situbondo, AKBP. Awan Awan Hariyono, kemarin (13/7).

Baca Juga :  Pohon Asam Tumbang, Lalulintas Sempat Macet

Menurut Kapolres, polisi belum bisa memastikan yang hilang itu termasuk cadas biasa atau cagar budaya. “Semula delapan buah, yang tersisa dua buah. Jadi yang hilang enam buah. Ditemukan lima bulan yang lalu. Menurut keterangan warga, dua bulan lalu sudah dijadikan tempat duduk. Itu berarti tidak diamankan,” ungkap kapolres.

Bahkan, kata Kapolres, bisa jadi warga tidak sengaja mengambil sebab tidak tahu bahwa benda bersejarah. “Pada prinsipnya kami peduli untuk mengecek fakta yang sesungguhnya . Kita akan lakukan penyelidikan. Harus bergerak semuanya, baik dari pemerintah desa,” ucapnya.

Sementara itu, Irwan Rakhday, salah satu pegiat sejarah LSM Wirabumi mengakui kurangnya pengamanan di lokasi situs. Sehingga dapat menimbulkan kesan bahwa benda tersebut kurang berharga. Alhasil warga dengan mudah dapat mengambil benda-benda di lokasi.

Baca Juga :  Kisah Riskiyah, Dianiaya Suami hingga Patah Tulang dan Luka Lebam

“Kalau saya boleh memberi saran, harusnya bukan cuma raffia. Tapi kawat berduri. Apalagi tidak ada rantainya. Maka seolah-olah benda-benda di sana tidak dibutuhkan,” terangnya.

Menurut Irwan, hal tersebut harusnya disadari oleh pemerintah. Sehingga pengawasan dan pengayoman kepada temuan-temuan di lokasi bisa ditingkatkan.“Seharusnya yang memberi pagar pemerintah desa dan pemerintah daerah. Berkoordinasi dengan pemilik tanah. Karena lokasi tersebut masih akan terus  diteliti. Sedangkan saat ini prosesnya masih pengkajian,” paparnya. (zul/pri)

SITUBONDO– Kapolres Situbondo bersama Satreskrim Polres turun ke lokasi artefak yang hilang di Situs melek, kemarin (13/7). Satrekskrim bersama tim olah TKP melakukan pemeriksaan lokasi terkait laporan hilangnya beberapa artefak di Pedukuhan Melek, Dusun Krajan, Desa Sumberejo, Banyuputih.

Kapolres Situbondo, AKBP Awan Hariono mengatakan, di lokasi artefak yang hilang memang kurang ada pengaman. Sehingga, keadaan temuan TKP terkesan terbengkalai. “Kalau yang sisi selatan sudah  dipagar rafia. Sedangkan yang di sisi utara tidak ada pengamanan sama sekali,”  terang Kapolres Situbondo, AKBP. Awan Awan Hariyono, kemarin (13/7).

Baca Juga :  Kisah Riskiyah, Dianiaya Suami hingga Patah Tulang dan Luka Lebam

Menurut Kapolres, polisi belum bisa memastikan yang hilang itu termasuk cadas biasa atau cagar budaya. “Semula delapan buah, yang tersisa dua buah. Jadi yang hilang enam buah. Ditemukan lima bulan yang lalu. Menurut keterangan warga, dua bulan lalu sudah dijadikan tempat duduk. Itu berarti tidak diamankan,” ungkap kapolres.

Bahkan, kata Kapolres, bisa jadi warga tidak sengaja mengambil sebab tidak tahu bahwa benda bersejarah. “Pada prinsipnya kami peduli untuk mengecek fakta yang sesungguhnya . Kita akan lakukan penyelidikan. Harus bergerak semuanya, baik dari pemerintah desa,” ucapnya.

Sementara itu, Irwan Rakhday, salah satu pegiat sejarah LSM Wirabumi mengakui kurangnya pengamanan di lokasi situs. Sehingga dapat menimbulkan kesan bahwa benda tersebut kurang berharga. Alhasil warga dengan mudah dapat mengambil benda-benda di lokasi.

Baca Juga :  Dua Pengedar Sabu Asal Kelurahan Patokan Ditetapkan Tersangka

“Kalau saya boleh memberi saran, harusnya bukan cuma raffia. Tapi kawat berduri. Apalagi tidak ada rantainya. Maka seolah-olah benda-benda di sana tidak dibutuhkan,” terangnya.

Menurut Irwan, hal tersebut harusnya disadari oleh pemerintah. Sehingga pengawasan dan pengayoman kepada temuan-temuan di lokasi bisa ditingkatkan.“Seharusnya yang memberi pagar pemerintah desa dan pemerintah daerah. Berkoordinasi dengan pemilik tanah. Karena lokasi tersebut masih akan terus  diteliti. Sedangkan saat ini prosesnya masih pengkajian,” paparnya. (zul/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/