alexametrics
27 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

DPRD Tuding Tak Serius dengan Artefak di Situs Melek

SITUBONDO– Ketua Komisi IV DPRD Situbondo, Janur Sasra Ananda sangat menyayangkan dengan hilangnya artefak di Pedukuhan Melek, Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih. Bahkan, dia menuding pemerintah belum serius dalam melindungi temuan-temuan di Pedukuhan Melek.

“Kok bisa hilang benda-benda bersejarah itu. Meski statusnya masih teregister, harusnya ada upaya untuk melindungi dulu,” ucapnya.

Karena itu, sesegara mungkin Komisi IV akan menanyakan hal itu kepada dinas terkait. Tujuannya untuk antisipasi di masa mendatang. Sehingga, kejadian demikian tidak terulang kembali.

“Kami juga akan melakukan komunikasi dengan pemerintah desa setempat. Himbauan saya, bagaimana warga ikut melestarikan dan tidak mencuri benda-benda bersejarah. Saya juga heran benda itu dicuri. Apa untukdibuat jimat?,” ucap Janur seraya tertawa kecil.

Baca Juga :  Diduga Korsleting Aliran Listrik, Rumah Pasutri Hangus Dilalap Api

Bambang, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Dispedikbud) menyampaikan, dirinya tidak tahu bahwa benda tersebut hilang. Sebab, pihak juru pelihara yang ditugaskan di lokasi oleh BPCB Jatim tidak menyampaikan informasi apapun kepadanya.

“Padahal di situ sudah ada pak Kirno, sebagai juru pelihara. Seharusnya kalau ada barang semacam itu hilang, pak Kirno segera melapor. Namun, hingga saat ini tidak ada laporan kepada kami. Makanya saya ditanya itu kaget sekali,” terangnya.

Karena itu, kata Bambang, dirinya memanggil Kirno untuk dimintai klarifikasi. “Sangat disayangkan kalau benda-benda itu sampai hilang. Mungkin besok akan saya panggil Pak Kirno. Terus saya musyawarahkan dengan teman-teman yang ada. Entah besok mau laporan lagi ke polisi, nanti akan kami kordinasikan dengan polsek setempat,” ucapnya.

Baca Juga :  Tambah Anggaran Penanganan Covid-19, KUA-PPAS APBD 2021 Disetujui

Sementara itu, Agung Hariyanto bersama sejumlah pegiat sejarah Situbondo telah berhasil melimpahkan kasus hilangnya artefak itu ke Polres SItubondo. Dirinya berharap polisi dapat segera melakukan penyelidikan terhadap hilangnya beberapa artefak yang sudah didata BPCB Jatim itu.

“Tadi saya atas nama LSM Wirabhumi telah di-BAP di ruang reskrim Polres Situbondo. Itu berarti satu kemajuan yang berarti bahwa penanganan kecagarbudayaan di Kabupaten Situbondo mendapat perhatian serius dari Polres Situbondo,” ucap Agung.

Sebelumnya, sekitar enam hingga tujuh artefak berupa balok batu andesit yang diletakkan di lokasi situs melek, Desa Sumberejo, Banyuputih hilang. Tidak diketahui siapa yang mencuirnya. Namun di lokasi kejadian, sempat ditemukan jejak kendaraan roda empat. (zul/pri)

SITUBONDO– Ketua Komisi IV DPRD Situbondo, Janur Sasra Ananda sangat menyayangkan dengan hilangnya artefak di Pedukuhan Melek, Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih. Bahkan, dia menuding pemerintah belum serius dalam melindungi temuan-temuan di Pedukuhan Melek.

“Kok bisa hilang benda-benda bersejarah itu. Meski statusnya masih teregister, harusnya ada upaya untuk melindungi dulu,” ucapnya.

Karena itu, sesegara mungkin Komisi IV akan menanyakan hal itu kepada dinas terkait. Tujuannya untuk antisipasi di masa mendatang. Sehingga, kejadian demikian tidak terulang kembali.

“Kami juga akan melakukan komunikasi dengan pemerintah desa setempat. Himbauan saya, bagaimana warga ikut melestarikan dan tidak mencuri benda-benda bersejarah. Saya juga heran benda itu dicuri. Apa untukdibuat jimat?,” ucap Janur seraya tertawa kecil.

Baca Juga :  Proses Hukum Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Covid-19 Berlanjut

Bambang, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Dispedikbud) menyampaikan, dirinya tidak tahu bahwa benda tersebut hilang. Sebab, pihak juru pelihara yang ditugaskan di lokasi oleh BPCB Jatim tidak menyampaikan informasi apapun kepadanya.

“Padahal di situ sudah ada pak Kirno, sebagai juru pelihara. Seharusnya kalau ada barang semacam itu hilang, pak Kirno segera melapor. Namun, hingga saat ini tidak ada laporan kepada kami. Makanya saya ditanya itu kaget sekali,” terangnya.

Karena itu, kata Bambang, dirinya memanggil Kirno untuk dimintai klarifikasi. “Sangat disayangkan kalau benda-benda itu sampai hilang. Mungkin besok akan saya panggil Pak Kirno. Terus saya musyawarahkan dengan teman-teman yang ada. Entah besok mau laporan lagi ke polisi, nanti akan kami kordinasikan dengan polsek setempat,” ucapnya.

Baca Juga :  Diduga Korsleting Aliran Listrik, Rumah Pasutri Hangus Dilalap Api

Sementara itu, Agung Hariyanto bersama sejumlah pegiat sejarah Situbondo telah berhasil melimpahkan kasus hilangnya artefak itu ke Polres SItubondo. Dirinya berharap polisi dapat segera melakukan penyelidikan terhadap hilangnya beberapa artefak yang sudah didata BPCB Jatim itu.

“Tadi saya atas nama LSM Wirabhumi telah di-BAP di ruang reskrim Polres Situbondo. Itu berarti satu kemajuan yang berarti bahwa penanganan kecagarbudayaan di Kabupaten Situbondo mendapat perhatian serius dari Polres Situbondo,” ucap Agung.

Sebelumnya, sekitar enam hingga tujuh artefak berupa balok batu andesit yang diletakkan di lokasi situs melek, Desa Sumberejo, Banyuputih hilang. Tidak diketahui siapa yang mencuirnya. Namun di lokasi kejadian, sempat ditemukan jejak kendaraan roda empat. (zul/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/