alexametrics
23.2 C
Banyuwangi
Tuesday, August 9, 2022

DPRD Minta Polisi Tak Tebang Pilih Kasus

SITUBONDO – Tidak hanya LSM Gempur saja, maraknya tambang illegal yang masih beroperasi di Situbondo juga mendapat sorotan dari Nizar, anggota DPRD Situbondo. Bahkan wakil rakyat dari Komisi III ini mengharap polisi tidak tebang pilih dalam melakukan tindakan. Sehingga semua tambang yang tidak berizin bisa ditertibkan.

“Kalau Komisi III sudah jelas, bahwa tambang yang di Situbondo banyak tidak berizin.  Artinya ilegal. Dan Sudah pasti kalau illegal melanggar hukum. Proses selanjutnya tergantung dari kepolisian yang memang punya otoritas untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan,” terang Nizar saat diwawancarai, kemarin (13/7).

Baca Juga :  Vita Alvia Ikut Menyambut Api Asian Games

Menurut pria asal Panarukan tersebut, selama ini Komisi III sudah sering turun ke lapangan. Bahkan, sudah mensosialisaiskan kepada para penambang agar mengurus izin ke Provinsi Jawa Timur. “Kami bahkan sudah kordinasi dengan kepolisian. Jadi sudah cukup upaya dari komisi III,” terangnya.

Nizar mengatakan, jumlah tambang illegal yang ada di Situbondo sangat banyak. Menyebar dari yang paling barat, Kecamatan Banyuglugur hingga Banyuputih . Maka dari itu, dirinya juga mengharap pemerintah daerah, baik dari bidang ESDM atau Bagian Perekonomian melakukan sosialisasi. Mengupayakan agar penambang yang melakukan aktifitas tambang mengurus izinnya terlebih dahulu.

“Masak kita dari DPRD yang selalu punya pekerjaan mengintruksikan atas penambang untuk ditutup. Cukup saya kira. Bahkan dinas terkait pernah dipanggil dan mengadakan hearing kepada kita. Kami minta mereka segera menertibkan. Agar tidak mengganggu lingkungan masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga :  Kampanye Tertib Lalu Lintas, Seniman Gelar Teatrikal di Pinggir Jalan

Sebelumnya, Junaidi, Ketua LSM Gerakapan Masyarakat Peduli Urusan Rakyat (Gempur), menuding polisi sengaja membiarkan tambang-tambang tak berizin di Situbondo. Bahkan pria bertubuh gemuk itu mengaku akan melapor ke Polda jika masih tidak ada langkah dari polres. Selain itu dia juga mengatakan dalam waktu dekat LSM-nya akan mengadakan aksi terkait hal itu. (zul/pri)

SITUBONDO – Tidak hanya LSM Gempur saja, maraknya tambang illegal yang masih beroperasi di Situbondo juga mendapat sorotan dari Nizar, anggota DPRD Situbondo. Bahkan wakil rakyat dari Komisi III ini mengharap polisi tidak tebang pilih dalam melakukan tindakan. Sehingga semua tambang yang tidak berizin bisa ditertibkan.

“Kalau Komisi III sudah jelas, bahwa tambang yang di Situbondo banyak tidak berizin.  Artinya ilegal. Dan Sudah pasti kalau illegal melanggar hukum. Proses selanjutnya tergantung dari kepolisian yang memang punya otoritas untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan,” terang Nizar saat diwawancarai, kemarin (13/7).

Baca Juga :  Dua Hektare Lahan Tebu Dilalap Api

Menurut pria asal Panarukan tersebut, selama ini Komisi III sudah sering turun ke lapangan. Bahkan, sudah mensosialisaiskan kepada para penambang agar mengurus izin ke Provinsi Jawa Timur. “Kami bahkan sudah kordinasi dengan kepolisian. Jadi sudah cukup upaya dari komisi III,” terangnya.

Nizar mengatakan, jumlah tambang illegal yang ada di Situbondo sangat banyak. Menyebar dari yang paling barat, Kecamatan Banyuglugur hingga Banyuputih . Maka dari itu, dirinya juga mengharap pemerintah daerah, baik dari bidang ESDM atau Bagian Perekonomian melakukan sosialisasi. Mengupayakan agar penambang yang melakukan aktifitas tambang mengurus izinnya terlebih dahulu.

“Masak kita dari DPRD yang selalu punya pekerjaan mengintruksikan atas penambang untuk ditutup. Cukup saya kira. Bahkan dinas terkait pernah dipanggil dan mengadakan hearing kepada kita. Kami minta mereka segera menertibkan. Agar tidak mengganggu lingkungan masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga :  Ojek Online dan Tukang Becak Dimediasi

Sebelumnya, Junaidi, Ketua LSM Gerakapan Masyarakat Peduli Urusan Rakyat (Gempur), menuding polisi sengaja membiarkan tambang-tambang tak berizin di Situbondo. Bahkan pria bertubuh gemuk itu mengaku akan melapor ke Polda jika masih tidak ada langkah dari polres. Selain itu dia juga mengatakan dalam waktu dekat LSM-nya akan mengadakan aksi terkait hal itu. (zul/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/