Selasa, 25 Jan 2022
Radar Banyuwangi
Home / Situbondo
icon featured
Situbondo

Perbaikan Skeolah Rusak Diupayakan Lewat DAK atau APBD

14 Januari 2022, 11: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Perbaikan Skeolah Rusak Diupayakan Lewat DAK atau APBD

Siti Aisyah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Situbondo. (As’ad Zuhaidi/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

SITUBONDO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Situbondo merespon cepat pengaduan sekolah dan masyarakat terkait bangunan SDN 3 Wonokoyo dan SDN 4 Seletreng, Kecamatan Kapongan yang memprihatinkan. Dalam waktu dekat akan diupayakan agar ada kegiatan rehabilitasi dengan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) atau APBD. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Situbondo, Siti Aisyah mengatakan, setelah mendengar kabar ada sekolah yang kondisinya rusak, dirinya bergerak cepat dan proaktif dengan cara menurunkan genteng SDN 3 Wonokoyo dan SDN 4 Seletreng. Sebab, ada bagian atap yang berpotensi ambruk.

Pejabat yang akrab disapa Bu Is itu menerangkan, pihaknya langsung mengumpulkan kepala sekolah dan para komite sekolah. Tujuannya untuk membuat surat pernyataan menyetujui adanya pembongkaran atap sekolah yang rusak. "Agar tidak membahayakan siswa-siswi yang belajar, itu tindakan awal yang saya lakukan," imbuhnya, Rabu (12/1).

Baca juga: Stok Mulai Banyak, Harga Cabai Rawit Turun Jadi Rp 25 Ribu Perkilogram

 Bu Is mengaku juga telah menugaskan Kasubag Umum yang juga membawahi  bagian aset Dispendik untuk turun ke SDN 3 Wonokoyo dan SDN 4 Seletreng. Sehingga, bisa memastikan langsung kondisi kerusakan. “Semua surat pernyataan kepala sekolah dan komite sudah ada dan lengkap, karena saya tidak ingin ada korban," jelasnya.

Bu Is menegaskan, Dinas Pendidikan akan mengupayakan agar SDN 3 Wonokoyo dan SDN 4 Seletreng bisa segera mungkin diperbaiki dengan dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus ( DAK ) maupun Anggaran Pendapatan dan belanja Daerah (APBD).  " Yang jelas kita tidak diam. Melaikan akan terus berupaya agar sekolah itu diperbaiki segera," pungkasnya.

Dia mengungkapkan, usulan agar dilakukan perbaikan kepada dua sekolah tersebut sebenarnya sudah dilakukan sejak lama. Yakni, sebelum dirinya menjabat sebagai kepala dinas.  Bu Is sendiri mengaku menjabat kadis baru sekitar tiga bulanan.

“ Sebetulnya sekolah tersebut sudah masuk di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) warna merah, seharusnya menjadi prioritas. Kenapa kok tidak ada perhatian dari kepala diknas sebelumnya. Itu yang saya sayangkan,”  pungkasnya. (mg4/pri/adv)

(bw/*/als/JPR)

©2022 PT. JawaPos Group Multimedia