Selasa, 25 Jan 2022
Radar Banyuwangi
Home / Situbondo
icon featured
Situbondo

Diajak Berselawat, Puluhan Warga Binaan Rutan Teteskan Air Mata

14 Januari 2022, 12: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Diajak Berselawat, Puluhan Warga Binaan Rutan Teteskan Air Mata

SUNGKEM: Sejumlah warga binaan Rutan Situbondo menjabat tangan Pengasuh PP Salafiyah Syafiiyah Sukorejo KHR Azaim Ibrahimy (kiri). (Marjono/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

SITUBONDO – Pengasuh Pondok Pesanten Salafiyah Syaifi’iyah Sukorejo, KHR. Achmad Azaim Ibrahimy menyapa ratusan Warga Binaan Rutan Kelas II B Situbondo, belum lama ini. Di hadapan mereka, Kiai Azaim memberikan tausyiah, dan pesan-pesan penting.

Ceramah KHR. Achmad Azaim Ibrahimy betul-betul menyentuh perasaan para warga binaan dan nara pidana. Tak terasa, mereka sampai meneteskan air mata. Pengasuh ribuan santri di Pesantren Sukorejo itu berpesan, agar para warga binaan dan narapidana tidak surut dalam menjalani kehidupan. Menjalani kehidupan dengan penuh keimanan dan ketakwaan.

Kiai Azaim menceritakan kepada para jamaah tentang begitu besar dan luasnya syafaat Nabi Muhammad pada umatnya kelak di akhirat. Sehingga, setiap orang perlu memperbanyak sujud dan selawat. “Salah satu cara meringankan beban Rasulullah SAW di hari kiamat kelak, adalah dengan memperbanyak sujud,” pesannya pada ratusan warga binaan, Selasa (11/1).

Baca juga: Tertimpa Pohon Tumbang, Anggota TNI Meninggal

Kiai Muda Kharismatik itu menyampaikan kisah sahabat Abu Lubabah di zaman Rasulullah. Dia melanggar aturan dengan tidak ikut satu peperangan yang diwajibkan Nabi Muhammad. Dia dihukum dengan tidak disapa seluruh warga. Bahkan, istrinya sendiri. Abu Lubabah mengasingkan diri dengan mengikat diri di tiang Masjid Nabawi sembari beristigfar.

“Dari peristiwa tersebut, kemudian turunlah ayat tentang taubat. Kata kuncinya adalah hadirkan Allah, hadirkan Nabi Muhammad, Insyaallah kehidupan kita akan nikmat dan meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat,” ucapnya. 

Kasubsie Pengolahan Rutan Situbondo, Salugu Widya Utama mengatakan, lewat pesan dan ceramah yang diberikan Kiai Azaim, dapat memberikan pencerahan, atau spirit kepada warga binaan dan narapidana. Sebab, mereka seluruhnya adalah warga Situbondo yang mayoritas beragama Islam.“Setiap tahun beliau (Kiai Azaim) selalu rawuh ke Rutan Situbondo untuk berselawat bersama seluruh warga binaan. Kami merasa terhormat, karena beliau merupakan ulama yang mempunyai kharisma besar,” ungkapnya.

Dengan hadirnya Kiai Azaim, diharapkan warga binaan dapat memperoleh nasehat tentang kehidupan bermasyarakat. Karena, nantinya mereka juga akan kembali ke tengah-tengah masyarakat. “Kami berharap warga binaan memperoleh semua ilmu dari beliau untuk selalu bertawakal. Lebih memperbaiki diri. Karena, nantinya akan kembali ke masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu narapidana yang enggan disebut namanya mengaku, pesan-pesan yang di sampaikan Kiai Azaim membuat diri dan teman-temannya semakin termotivasi. Di antara narapidana lain banyak yang terenyuh dan sadar, bahkan menangis. Karena, teringat dan menyesali akan perbuatannya. “Dengan tausyiah beliau, semoga memberikan efek jera bagi kami dan penghuni rutan lainnya,” pungkasnya. (jon/pri)

(bw/*/als/JPR)

©2022 PT. JawaPos Group Multimedia