Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Situbondo
icon featured
Situbondo

Perjuangan Nurlaili, Warga Curahkalak, Jangkar, untuk Bisa Jadi CPNS

13 Oktober 2021, 14: 25: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Perjuangan Nurlaili, Warga Curahkalak, Jangkar, untuk Bisa Jadi CPNS

HAMIL HENDAK MELAHIRKAN: Nurlaili dijemput keluarganya untuk dibawa ke RS terdekat usai mengikuti tes SKD, Jumat (8/10) kemarin. (Humaidi/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

SITUBONDO – Meski kontraksi kelahiran bayinya sudah terasa sejak pagi, namun Nurlaila tetap nekat mengikuti tes seleksi penerimaan CPNS 2021 Pemkab Situbondo, Jumat (8/10) kemarin. Dia berharap si jabang bayi ikut mendoakan. Sehingga, Nurlaila bisa diterima sebagai abdi negara, profesi yang sudah lama diidam-idamkannya.

Saat mengikuti ujian tes tulis seleksi kemampuan dasar (SKD) Nurlaila berusaha untuk tampil tenang mengerjakan nomor demi nomor soal. Padahal, dia sebenarnya sedang menahan nyeri yang luar biasa di bagian perutnya. Tak pelak, meskipun ruangan ujian ber-AC, namun keringat dingin terus mengucur di tubuhnya. “Alhamdulillah meskipun sakit, saya akhirnya bisa mengikuti dan menyelesaikan tahapan ujian tahap awal ini,” terangnya.

Keadaan perempuan 28 tahun yang memaksa ikut tes CPNS meski kondisinya hendak melahirkan itu sudah diketahui oleh keluarganya. Sehingga, begitu ujian selesai, suami Nurlaila langsung datang menjemputnya.  Dia segera membawanya ke rumah sakit terdekat.

Baca juga: Digelar Delapan Hari, Ratusan Peserta Absen Seleksi CPNS

Nurlaili menceritakan, sebelum datang ke lokasi ujian CPNS, dirinya sudah periksa terlebih dahulu di salah satu rumah sakit di Jangkar. “Sebelum saya jalan ke sini (tempat ujian) saya terlebih dahulu periksa. Usai diperiksa saya minta izin ke bidan untuk bisa ikut ujian tes CPNS. Dokternya mengizinkan asalkan saya kuat,” imbuh Nurlaila.

Tes CPNS kali adalah yang kali kedua diikuti Nurlaila. Pertama dia ikut di Banyuwangi. Namun, saat itu dia tidak lolos. “Dan untuk harapan saya mengkuti tes CPNS kali ini sangat besar, semoga bisa lolos. Sehingga, kehidupan keluarga kami bisa terangkat. Saya bisa memiliki pekerjaan tetap. Harapan saya ada doa dari bayi yang ada di dalam kandungan ini,” ucapnya, sambil menangis haru.

Nurlaila sebenarnya bisa saja menggunakan dispensasi dalam ujian tes CPNS tersebut. Namun, dia tidak memilihnya dia tidak menggunakannya.  Dia mengejar target selesai dan bertahan meskipun merasakan sakit di bagian perutnya. “Saya sebenarnya dapat dispensasi kalau mau melahirkan asalkan memberikan surat keterangan dari dokter,” ujarnya. (mg1/pri)

(bw/*/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia