Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Situbondo
icon featured
Situbondo

Gerayangi Putrinya Sendiri, Tukang Becak Dijebloskan ke Sel

13 Oktober 2021, 12: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Gerayangi Putrinya Sendiri, Tukang Becak Dijebloskan ke Sel

DITAHAN: Satreskrim Polres Situbondo melakukan penangkapan terhadap SB, tukang becak yang melakukan pencabulan kepada anak kandungnya sendiri. (Marjono/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

SITUBONDO – Entah setan apa yang ada dalam benak SB, sehingga warga Kecamatan Panji itu tega berbuat asusila terhadap anaknya sendiri yang masih di bawah umur. Tak pelak, laki-laki yang setiap harinya bekerja sebagai tukang becak itu kini harus mendekam dalam tahanan sel Mapolres Situbondo.

Terungkapnya perbuatan tersebut setelah anak SB yang masih berumur 14 tahun bercerita kepada ibunya. Istri SB kemudian melapor ke Ketua RT setempat. Nah, Ketua RT lah yang kemudian melapor kepada polisi. “Tersangka sudah ditahan,” terang Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Agus Widodo kepada koran ini, tadi malam.

Menurut Kasatreskrim, perbuatan asusila pelaku dilakukan selama 12 hari berturut-turut pada malam hari.  Yakni sejak 21 September sampai dengan 4 oktober 2021. SB memegang bagian dada anak perempuannya yang masih duduk di bangku SMP. Sang anak sempat heran bahkan terkejut bukan main dengan ulah bapaknya. Namun, SB beralasan sedang mencari nyamuk.

Baca juga: Panen Tiga Kali Lipat, Benih Padi BK-Situbondo Segera Dipatenkan

Anehnya, keesokan harinya SB melakukannya lagi. Kali ini dia sempat membekap mulut anaknya agar tidak berteriak. “Bahkan, pelaku menggunakan kata-kata kasar untuk mengancam sehingga korban merasa ketakutan. Karena sudah tak kuat dengan kelakuan ayahnya, sang anak mengadukan kepada ibunya,” terang Kasatreskrim.

Istri SB dan anaknya sempat mengungsi setelah melapor ke Ketua RT. Maklum selama ini, keduanya tinggal di rumah SB. Mereka ketakutan, SB akan gelap mata sehingga akan menyakiti bahkan mencelakai keduanya. “Akhirnya korban difasilitasi Pak RT melapor ke kepolisian, laporan kita tindaklanjuti. Untuk dua alat bukti permulaan kita anggap cukup, maka kami laksanakan gelar dan kami lakukan penangkapan di rumah yang bersangkutan,” jelas Kasat.

Menurut Kasat Reskrim, tukang becak yang setiap harinya mangkal di terminal itu akan dijerat dengan pasal 76 E junto 82 UU perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (jon/pri)

(bw/*/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia