alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Wednesday, October 5, 2022

Tujuh Bulan, Angka Kekerasan Capai 37 Kasus

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Situbondo selama tujuh bulan terakhir mencapai 37 kasus. Yang terbanyak, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)

PLT Kabit perlindungan perempuan dan anak (DP3A), Kabupaten Situbondo, Danik Suhartini, menyebutkan, data tersebut dinilai lebih banyak dari tahun sebelumnya. Pada 2021, ada  46 kasus dalam satu tahun. Sedangkan saat ini, hanya dalam jangka waktu tujuh bulan, sudah mendekati angka 40 kasus.

“Perkembangan kasus tahun ini diprediksi akan bertambah banyak. Sekarang saja baru tujuh bulan sudah 30 kasus lebih. Selanjutnya dipastikan lebih banyak lagi. Mengingat warga Situbondo sudah banyak yang sadar untuk melaporkan, setelah kami banyak melakukan sosialisasi,” ungkap perempuan yang kerap dipanggil Danik itu kepada koran ini, kemarin (26/7).

Baca Juga :  Siapkan Hadiah Motor untuk Warga yang Divaksin

Menurut perempuan berkerudung tersebut, kasus kekerasan yang sudah ditangani cukup menumpuk. Bukan hanya satu kasus. Ada pencabulan, pemerkosaan dan lain-lain, yang dialami anak dan perempuan. “yang paling banyak ditangani adalah kasus KDRT, sekarang saja sudah tujuh kasus. Terus pemerkosaan ada empat kasus, penganiayaan dan pencabulan ada 12 kasus, dan yang lain-lain seperti anak yang terlantar ada 11 kasus,” imbuh Danik.

Kata dia, tidak semua kasus tersebut selesai dalam penanganan DP3A. Sebagian kasus yang berat dilimpahkan ke Mapolres Situbondo. Sayangnya, data yang sudah dilimpahkan tidak bisa disebutkan karena datanya ada yang tidak terupdate. “Kasus yang dilimpahkan ke Mapolres Situbondo, adalah kasus yang sifatnya cukup berat. Karena harus mendatangkan bantuan psikolog dan psikiater. Mengingat di UPT DP3A belum cukup lengkap,” jelasnya.

Baca Juga :  Maksimalkan Suara Emak-Emak di Tapal Kuda

Masih kata dia, dari sekian kasus yang sudah tercatat, rata-rata dari kaum perempuan yang menjadi objek kekerasan. Sedangkan untuk anak laki-laki hanya bebeberapa orang saja. Biasanya kalau yang anak laki-laki karena ditelantarkan atau bertengkar sehingga orang tuanya melaporkan. “Kalau kekerasan terhadap anak laki-laki hanya ada enam kasus, untuk perempuan ada 31 kasus,” ujar Danik.

Danik juga memaparkan, dari sekian banyak kasus dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Situbondo, didominasi oleh kecamatan panarukan. Di kecamatan tersebut tercatat ada sepuluh kasus kekerasan yang sudah ditangani DP3A. ”Di Kecamatan/Kota Situbondo sendiri ada tujuh,  Panji enam, Arjasa dua, Jangkar satu, Asembagus satu, Banyuputih dua, kecamatan yang lain banyak yang kosong,” pungkas  Danik. (hum/pri)

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Situbondo selama tujuh bulan terakhir mencapai 37 kasus. Yang terbanyak, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)

PLT Kabit perlindungan perempuan dan anak (DP3A), Kabupaten Situbondo, Danik Suhartini, menyebutkan, data tersebut dinilai lebih banyak dari tahun sebelumnya. Pada 2021, ada  46 kasus dalam satu tahun. Sedangkan saat ini, hanya dalam jangka waktu tujuh bulan, sudah mendekati angka 40 kasus.

“Perkembangan kasus tahun ini diprediksi akan bertambah banyak. Sekarang saja baru tujuh bulan sudah 30 kasus lebih. Selanjutnya dipastikan lebih banyak lagi. Mengingat warga Situbondo sudah banyak yang sadar untuk melaporkan, setelah kami banyak melakukan sosialisasi,” ungkap perempuan yang kerap dipanggil Danik itu kepada koran ini, kemarin (26/7).

Baca Juga :  HUT Perusda Pasir Putih Khataman dengan 1.600 Penghafal Alquran

Menurut perempuan berkerudung tersebut, kasus kekerasan yang sudah ditangani cukup menumpuk. Bukan hanya satu kasus. Ada pencabulan, pemerkosaan dan lain-lain, yang dialami anak dan perempuan. “yang paling banyak ditangani adalah kasus KDRT, sekarang saja sudah tujuh kasus. Terus pemerkosaan ada empat kasus, penganiayaan dan pencabulan ada 12 kasus, dan yang lain-lain seperti anak yang terlantar ada 11 kasus,” imbuh Danik.

Kata dia, tidak semua kasus tersebut selesai dalam penanganan DP3A. Sebagian kasus yang berat dilimpahkan ke Mapolres Situbondo. Sayangnya, data yang sudah dilimpahkan tidak bisa disebutkan karena datanya ada yang tidak terupdate. “Kasus yang dilimpahkan ke Mapolres Situbondo, adalah kasus yang sifatnya cukup berat. Karena harus mendatangkan bantuan psikolog dan psikiater. Mengingat di UPT DP3A belum cukup lengkap,” jelasnya.

Baca Juga :  Siapkan Hadiah Motor untuk Warga yang Divaksin

Masih kata dia, dari sekian kasus yang sudah tercatat, rata-rata dari kaum perempuan yang menjadi objek kekerasan. Sedangkan untuk anak laki-laki hanya bebeberapa orang saja. Biasanya kalau yang anak laki-laki karena ditelantarkan atau bertengkar sehingga orang tuanya melaporkan. “Kalau kekerasan terhadap anak laki-laki hanya ada enam kasus, untuk perempuan ada 31 kasus,” ujar Danik.

Danik juga memaparkan, dari sekian banyak kasus dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Situbondo, didominasi oleh kecamatan panarukan. Di kecamatan tersebut tercatat ada sepuluh kasus kekerasan yang sudah ditangani DP3A. ”Di Kecamatan/Kota Situbondo sendiri ada tujuh,  Panji enam, Arjasa dua, Jangkar satu, Asembagus satu, Banyuputih dua, kecamatan yang lain banyak yang kosong,” pungkas  Danik. (hum/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Polisi Cantik Wajib Jadi Tauladan

OTT KPK

Artikel Terbaru

/