alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Sunday, October 2, 2022

Peringati Harjakasi 15 Agustus, Semua Sekolah Diwajibkan Pasang Foto Kiai As’ad

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Bupati Situbondo, Drs. Karna Suswandi mengajak kepada seluruh lembaga pendidikan di Kota Santri mulai tingkat PAUD hingga perguruan tinggi memasang foto KHR. As’ad Syamsul Arifin secara serentak pada 15 Agustus mendatang. Itu bersamaan dengan momentum peringatan hari jadi kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke 204 tahun.

Kebijakan ini diambil, untuk mengenang sejarah perjuangan Kiai As’ad di masa penjajahan. Selain itu, juga untuk mengenangnya sebagai guru umat. Pria yang akrab disapa Bung Karna, itu menjelaskan, pemasangan foto di lembaga pendidikan untuk memberikan informasi singkat kepada anak didik. Agar mereka bisa mengetahui sejak dini sosok dari KHR.AS’ad Samsul Arifin itu siapa?

Apalagi, Agustus merupakan momentum kemerdekaan bagi Bangsa Indonesia. “Kita memperkenalkan sejak dini bahwa KHR. As’ad Syamsul Arifin adalah pahlawan nasional yang berasal dari Kabupaten Situbondo,” ujarnya kepada sejumlah wartawan usai menghadiri acara di gedung PGRI, Kamis (11/8) kemarin.

Baca Juga :  Langgar Kode Etik, Bripka IDR Dipecat Tidak Hormat

Bung Karna menjelaskan, sebagai penerus peradaban saat ini, warga Situbondo harus mengenang jasa-jasa yang sudah dilakukan para pendahulunya. Terlebih lagi mereka memiliki peran bagaimana mempertahankan wilayah Kabupaten Situbondo dari serbuan penjajah. “Kita wajib mengenang jasa dari Kiai As’ad Syamsul Arifin. Karena berkat perjuangan beliau kita bisa merasakan nikmat hidup tenang seperti saat ini,” jelasnya.

Sementara itu, Bung Karna mengatakan, kemerdekaan yang berhasil didapatkan oleh Bangsa Indonsia saat ini, harus dijaga dan dipertahankan. Seperti halnya kemerdekaan anak untuk bisa mendapatkan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan dirinya di sekolah. “KHR.As’ad Syamsul Arifin menjadi guru tauladan seluruh santrinya. Karena itulah, seluruh santri kagum cara beliau mendidik,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kirab Harjakasi Diawali Prosesi Penyerahan Pataka

Kata Bupati, kurikulum merdeka dibentuk dalam rangka mengembangkan kemampuan siswa di sekolah. Anak lebih aktif di kelas, dari pada guru yang harus banyak menjelaskan materi. “Guru tugasnya memperbaiki, mengarahkan. Maka anak ini akan lebih meningkatkan kemampuan dirinya yang dimiliki,” ucapnya.

Bung Karna menyebutkan, meski lembaga pendidikan di Situbondo belum menerapkan sistem merdeka belajar seluruhnya, namun secara bertahap akan segera terlsenggara di seluruh lembaga pendidikan. “Sistem merdeka belajar ini bagus. Maka saya pribadi sangat mendukung,” pungkasnya. (wan/pri)

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Bupati Situbondo, Drs. Karna Suswandi mengajak kepada seluruh lembaga pendidikan di Kota Santri mulai tingkat PAUD hingga perguruan tinggi memasang foto KHR. As’ad Syamsul Arifin secara serentak pada 15 Agustus mendatang. Itu bersamaan dengan momentum peringatan hari jadi kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke 204 tahun.

Kebijakan ini diambil, untuk mengenang sejarah perjuangan Kiai As’ad di masa penjajahan. Selain itu, juga untuk mengenangnya sebagai guru umat. Pria yang akrab disapa Bung Karna, itu menjelaskan, pemasangan foto di lembaga pendidikan untuk memberikan informasi singkat kepada anak didik. Agar mereka bisa mengetahui sejak dini sosok dari KHR.AS’ad Samsul Arifin itu siapa?

Apalagi, Agustus merupakan momentum kemerdekaan bagi Bangsa Indonesia. “Kita memperkenalkan sejak dini bahwa KHR. As’ad Syamsul Arifin adalah pahlawan nasional yang berasal dari Kabupaten Situbondo,” ujarnya kepada sejumlah wartawan usai menghadiri acara di gedung PGRI, Kamis (11/8) kemarin.

Baca Juga :  Baznas Gandeng OPD, Himpun Dana Umat

Bung Karna menjelaskan, sebagai penerus peradaban saat ini, warga Situbondo harus mengenang jasa-jasa yang sudah dilakukan para pendahulunya. Terlebih lagi mereka memiliki peran bagaimana mempertahankan wilayah Kabupaten Situbondo dari serbuan penjajah. “Kita wajib mengenang jasa dari Kiai As’ad Syamsul Arifin. Karena berkat perjuangan beliau kita bisa merasakan nikmat hidup tenang seperti saat ini,” jelasnya.

Sementara itu, Bung Karna mengatakan, kemerdekaan yang berhasil didapatkan oleh Bangsa Indonsia saat ini, harus dijaga dan dipertahankan. Seperti halnya kemerdekaan anak untuk bisa mendapatkan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan dirinya di sekolah. “KHR.As’ad Syamsul Arifin menjadi guru tauladan seluruh santrinya. Karena itulah, seluruh santri kagum cara beliau mendidik,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemabuk Bikin Ulah, Dikeroyok Pemuda di Depan Minimarket

Kata Bupati, kurikulum merdeka dibentuk dalam rangka mengembangkan kemampuan siswa di sekolah. Anak lebih aktif di kelas, dari pada guru yang harus banyak menjelaskan materi. “Guru tugasnya memperbaiki, mengarahkan. Maka anak ini akan lebih meningkatkan kemampuan dirinya yang dimiliki,” ucapnya.

Bung Karna menyebutkan, meski lembaga pendidikan di Situbondo belum menerapkan sistem merdeka belajar seluruhnya, namun secara bertahap akan segera terlsenggara di seluruh lembaga pendidikan. “Sistem merdeka belajar ini bagus. Maka saya pribadi sangat mendukung,” pungkasnya. (wan/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/