alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Sunday, October 2, 2022

BPBD Bangun Posko Siaga Bencana Kekeringan dan Kebakaran

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Peristiwa kebakaran di Kabupaten Situbondo akhir-akhir ini marak terjadi. Tak hanya menimpa rumah, tapi juga terjadi di lahan-lahan kering milik  warga. Terlebih lagi menjelang bulan September mendatang. Sejumlah daerah akan diprediksi kekurangan air bersih akibat musim kemarau.

Koordinator BPBD Situbondo, Puriyono menjelaskan, beberapa pekan sebelumnya, kasus kebakaran banyak menimpa lahan kososng. Beruntungnya  lahan yang terbakar jauh dari pemukiman warga. “Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran, namun kasus tersebut bisa saja terjadi kembali,” ujarnya, Kamis (11/8).

Kata dia, kasus kebakaran diprediksi akan terus terjadi hingga akhir tahun 2022 mendatang. Sebab masuk musim kemarau. “Maka yang kami antisipasi lebih awal adalah lahan. Karena kasus lahan terbakar rentan terjadi,” jelasnya.

Baca Juga :  Warga Jatisari Disuplai Air Bersih, 5.000 Liter untuk 200 KK

Puriyono menyebutkan, tahun 2021 lalu, kasus terbesar dalam peristiwa kebakaran terjadi pada lahan warga. Belum diketahui penyebabnya. Namun dugaan sementara karena tanaman di lahan tersebut kering. “Pohon dan daun kering yang terkena panas matahari secara terus menerus bisa jadi salah satu penyebab kebakaran,” jelasnya.

Puriyono menyebutkan, selain kasus kebakaran yang sering terjadi, memasuki musim kemarau ini sejumlah daerah akan mengalami kesulitan air bersih. Meski belum ada permintaan, kebutuhan air yang dibutuhkan sudah dipersiapkan. “Kami tidak lantas mengirimkan air begitu saja. Bahkan kami menunggu terlebih dahulu. Saat ada permintaan, maka kebutuhan air bersih baru didistribusikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala UPT Damkar Situbondo, Agus Prayogo mengatakan, tidak ada penambahan armada dalam menangani kasus kebakaran. Sebab anggaran yang tersedia sangat minim. “Kurang lebih ada sekitar tujuh armada yang disiapkan. Wilayah barat dua armada, wilayah tengah tiga armada, dan wilayah timur dua armada. Biaya yang dikeluarkan pun cukup besar,” jelasnya.

Baca Juga :  Perempuan-Perempuan Tangguh Asal Desa Jatisari

Agos menceritakan, petugas pernah menyisihkan uang pribadi untuk sumbangan pembelian BBM. Karena saat itu anggarannya terbatas terserap untuk kegiatan lain. “Tapi kami membawa pekerjaan ini dengan senang. Asalkan masih bisa siap siaga saat ada peristiwa kebakaran,” pungkasnya.  (wan/pri)

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Peristiwa kebakaran di Kabupaten Situbondo akhir-akhir ini marak terjadi. Tak hanya menimpa rumah, tapi juga terjadi di lahan-lahan kering milik  warga. Terlebih lagi menjelang bulan September mendatang. Sejumlah daerah akan diprediksi kekurangan air bersih akibat musim kemarau.

Koordinator BPBD Situbondo, Puriyono menjelaskan, beberapa pekan sebelumnya, kasus kebakaran banyak menimpa lahan kososng. Beruntungnya  lahan yang terbakar jauh dari pemukiman warga. “Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran, namun kasus tersebut bisa saja terjadi kembali,” ujarnya, Kamis (11/8).

Kata dia, kasus kebakaran diprediksi akan terus terjadi hingga akhir tahun 2022 mendatang. Sebab masuk musim kemarau. “Maka yang kami antisipasi lebih awal adalah lahan. Karena kasus lahan terbakar rentan terjadi,” jelasnya.

Baca Juga :  Dua Monyet Serang Rumah Warga

Puriyono menyebutkan, tahun 2021 lalu, kasus terbesar dalam peristiwa kebakaran terjadi pada lahan warga. Belum diketahui penyebabnya. Namun dugaan sementara karena tanaman di lahan tersebut kering. “Pohon dan daun kering yang terkena panas matahari secara terus menerus bisa jadi salah satu penyebab kebakaran,” jelasnya.

Puriyono menyebutkan, selain kasus kebakaran yang sering terjadi, memasuki musim kemarau ini sejumlah daerah akan mengalami kesulitan air bersih. Meski belum ada permintaan, kebutuhan air yang dibutuhkan sudah dipersiapkan. “Kami tidak lantas mengirimkan air begitu saja. Bahkan kami menunggu terlebih dahulu. Saat ada permintaan, maka kebutuhan air bersih baru didistribusikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala UPT Damkar Situbondo, Agus Prayogo mengatakan, tidak ada penambahan armada dalam menangani kasus kebakaran. Sebab anggaran yang tersedia sangat minim. “Kurang lebih ada sekitar tujuh armada yang disiapkan. Wilayah barat dua armada, wilayah tengah tiga armada, dan wilayah timur dua armada. Biaya yang dikeluarkan pun cukup besar,” jelasnya.

Baca Juga :  Panggil Saksi Kasus Dua Wartawan yang Dipolisikan

Agos menceritakan, petugas pernah menyisihkan uang pribadi untuk sumbangan pembelian BBM. Karena saat itu anggarannya terbatas terserap untuk kegiatan lain. “Tapi kami membawa pekerjaan ini dengan senang. Asalkan masih bisa siap siaga saat ada peristiwa kebakaran,” pungkasnya.  (wan/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/