alexametrics
24 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

PCR Dua Penumpang Reaktif Positif Covid-19

RadarBanyuwangi.id – Hasil swab PCR terhadap dua penumpang kapal feri dari Raas yang reaktif pada Selasa malam (08/06) lalu, sudah keluar kemarin (10/06). Hasilnya, keduanya positif Covid-19. Kedua orang tersebut berasal dari Jember dan Sampang.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo, Dwi Herman Susilo menerangkan, untuk warga Jember sudah dijemput oleh keluarganya. Yang bersangkutan akan menjalani isolasi mandiri di rumahnya. “Tadi sudah dibawa pulang oleh keluarganya,” jelasnya.

Sedangkan pasien positif asal Sampang dikarantina di Puskemas Arjasa. Dwi menerangkan, puskesmas tersebut salah satu tempat observasi yang disediakan Pemkab Situbondo. “Kalau ada pasien positif akan karantina di sana,” kata Dwi Herman kepada RadarBanyuwangi.id.

Baca Juga :  Ini Tidak Patut Ditiru, Siswa Aliyah Embat Sepeda Motor

Munculnya klaster Madura tersebut menjadi peringatan untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Karena itu, terang Dwi, pemerintah daerah akan terus memperketat akses masuk masyarakat dari Madura. “Ini sebagai bentuk antisipasi kita,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Situbondo, Tulus Prijatmadji menerangkan, akses masuk Situbondo melalui penyeberangan laut diperketat. Ada tiga pelabuhan di Situbondo yang digunakan sebagai akses penyeberangan dari Madura. Yaitu Besuki, Jangkar dan Kalbut. “Kita berharap, jangan sampai klaster Madura masuk Situbondo,” jelasnya.

Dia menambahkan, jika melihat tinggkat risikonya, justru kedatangan dari Besuki yang aling bahaya. Sebab, penyeberang dari Pelabuhan mayoritas Pamekasan dan Bangkalan. “Kalau Jangkar rata-rata yang dari Raas dan Sepudi,” kata Tulus.

Baca Juga :  Antisipasi Ledakan Kasus Positif dari Madura

Karena itu, di Pelabuhan Besuki juga dilakukan raid tes antigen. Beruntung, intensitas penyeberangan di sana tidak terlalu ramai seperti Pelabuhan Jangkar. “Paling banyak dua kali, kalau penumpang sedikit seminggu sekali,” terangnya.

Penumpangnya juga tidak banyak. Dalam satu kali penyeberangan paling banyak 15 orang. Di samping memperketat akses laut, akses via darat juga diperketat. “Kami akan komunikasikan dengan pihak terminal,” pungkas Tulus. (bib)

RadarBanyuwangi.id – Hasil swab PCR terhadap dua penumpang kapal feri dari Raas yang reaktif pada Selasa malam (08/06) lalu, sudah keluar kemarin (10/06). Hasilnya, keduanya positif Covid-19. Kedua orang tersebut berasal dari Jember dan Sampang.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo, Dwi Herman Susilo menerangkan, untuk warga Jember sudah dijemput oleh keluarganya. Yang bersangkutan akan menjalani isolasi mandiri di rumahnya. “Tadi sudah dibawa pulang oleh keluarganya,” jelasnya.

Sedangkan pasien positif asal Sampang dikarantina di Puskemas Arjasa. Dwi menerangkan, puskesmas tersebut salah satu tempat observasi yang disediakan Pemkab Situbondo. “Kalau ada pasien positif akan karantina di sana,” kata Dwi Herman kepada RadarBanyuwangi.id.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrim Masih Terjadi, Warga Diminta Waspada

Munculnya klaster Madura tersebut menjadi peringatan untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Karena itu, terang Dwi, pemerintah daerah akan terus memperketat akses masuk masyarakat dari Madura. “Ini sebagai bentuk antisipasi kita,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Situbondo, Tulus Prijatmadji menerangkan, akses masuk Situbondo melalui penyeberangan laut diperketat. Ada tiga pelabuhan di Situbondo yang digunakan sebagai akses penyeberangan dari Madura. Yaitu Besuki, Jangkar dan Kalbut. “Kita berharap, jangan sampai klaster Madura masuk Situbondo,” jelasnya.

Dia menambahkan, jika melihat tinggkat risikonya, justru kedatangan dari Besuki yang aling bahaya. Sebab, penyeberang dari Pelabuhan mayoritas Pamekasan dan Bangkalan. “Kalau Jangkar rata-rata yang dari Raas dan Sepudi,” kata Tulus.

Baca Juga :  Jamaah Umrah Sudah Bisa Berangkat, Apa Saja Syarat-Syaratnya?

Karena itu, di Pelabuhan Besuki juga dilakukan raid tes antigen. Beruntung, intensitas penyeberangan di sana tidak terlalu ramai seperti Pelabuhan Jangkar. “Paling banyak dua kali, kalau penumpang sedikit seminggu sekali,” terangnya.

Penumpangnya juga tidak banyak. Dalam satu kali penyeberangan paling banyak 15 orang. Di samping memperketat akses laut, akses via darat juga diperketat. “Kami akan komunikasikan dengan pihak terminal,” pungkas Tulus. (bib)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/