alexametrics
24 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Panggil Saksi Kasus Dua Wartawan yang Dipolisikan

SITUBONDO – Polisi akhirnya memanggil dua saksi atas dugaan pencemaran nama baik yang menimpa ketua LSM PEKA, Sayudi, kemarin (12/02). Keduanya adalah As’ad Rizal, warga Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo, bersama Hadi, warga Desa Kelampokan, Kecamatan Panji.

Menurut keterangan As’ad, sebelumnya Sayudi menunjukkan sebuah pemberitaan dari media online yang mencatut namanya. Kepada As’ad, Sayudi mengaku telah dirugikan oleh pemberitaan itu dan akan melapor pada polisi.

“Sayudi merasa dicemarkan nama baiknya oleh media online DS dan LD. Saya dijadikan saksi atas kejadian ini. Karena memang, pada hari Minggu (07/01), saya bertemu Sayudi di warung ‘Pak Songot. Dia menunjukkan sebuah pemberitaan di Facebooknya. Dalam berita tersebut, Sayudi dituding membeking masalah tambang. Kepada penyidik, saya sampaikan hal itu apa adanya.” terang As’ad saat diwawancarai di Mapolres Situbondo.

Baca Juga :  Ada Lagi, Dua Oknum Wartawan Online Dipolisikan

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Sayudi melaporkan dua oknum wartawan kepada Polres Situbondo secara berturut-turut. Keduanya LD dan DS. Keduanya diduga melakukan pelanggaran UU ITE dengan tuntutan pencemaran nama baik. Kepada Polisi, Sayudi mengaku merasa dirugikan dengan pencatutan namanya yang tidak ada konformasi. Terlebih isi berita tidak sesuai fakta.

Kasubag Humas Polres Situbondo, Iptu Nanang Priambodo menyampaikan, hingga saat ini jumlah saksi yang dipanggil baru mencapai tiga orang. “Kami masih akan memanggil saksi-saksi yang lain. Kemungkinan dalam seminggu ini kami akan terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang lain. Namun untuk pemanggilan terlapor, belum bisa kami pastikan. Hanya saja yang jelas, terlapor akan dipanggil setelah rampungnya pemeriksaan terhadap para saksi,” terang Nanang saat diwawancarai di kantornya. (cw1/pri)

Baca Juga :  Anak Kades Terciduk Narkoba

SITUBONDO – Polisi akhirnya memanggil dua saksi atas dugaan pencemaran nama baik yang menimpa ketua LSM PEKA, Sayudi, kemarin (12/02). Keduanya adalah As’ad Rizal, warga Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo, bersama Hadi, warga Desa Kelampokan, Kecamatan Panji.

Menurut keterangan As’ad, sebelumnya Sayudi menunjukkan sebuah pemberitaan dari media online yang mencatut namanya. Kepada As’ad, Sayudi mengaku telah dirugikan oleh pemberitaan itu dan akan melapor pada polisi.

“Sayudi merasa dicemarkan nama baiknya oleh media online DS dan LD. Saya dijadikan saksi atas kejadian ini. Karena memang, pada hari Minggu (07/01), saya bertemu Sayudi di warung ‘Pak Songot. Dia menunjukkan sebuah pemberitaan di Facebooknya. Dalam berita tersebut, Sayudi dituding membeking masalah tambang. Kepada penyidik, saya sampaikan hal itu apa adanya.” terang As’ad saat diwawancarai di Mapolres Situbondo.

Baca Juga :  Antrean di Lampu Merah Asembagus Capai 500 Meter

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Sayudi melaporkan dua oknum wartawan kepada Polres Situbondo secara berturut-turut. Keduanya LD dan DS. Keduanya diduga melakukan pelanggaran UU ITE dengan tuntutan pencemaran nama baik. Kepada Polisi, Sayudi mengaku merasa dirugikan dengan pencatutan namanya yang tidak ada konformasi. Terlebih isi berita tidak sesuai fakta.

Kasubag Humas Polres Situbondo, Iptu Nanang Priambodo menyampaikan, hingga saat ini jumlah saksi yang dipanggil baru mencapai tiga orang. “Kami masih akan memanggil saksi-saksi yang lain. Kemungkinan dalam seminggu ini kami akan terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang lain. Namun untuk pemanggilan terlapor, belum bisa kami pastikan. Hanya saja yang jelas, terlapor akan dipanggil setelah rampungnya pemeriksaan terhadap para saksi,” terang Nanang saat diwawancarai di kantornya. (cw1/pri)

Baca Juga :  DLH Bersih-Bersih Sampah di Pantai Pathek

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/