alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Sunday, October 2, 2022

Komunitas Selawat di Situbondo Berikan ‘Jamu Selawat’ untuk Sembuhkan PMK

RADAR SITUBONDO – Di Situbondo ada komunitas selawat yang peduli terhadap pendemi penyakit mulut dan kaki (PMK). Mereka punya cara sendiri untuk bisa menyembuhkan penyakit yang mampu membawa kematian kepada hewan ternak masyarakat tersebut. Yakni, memberikan ‘Jamu Selawat’.

Komisi II DPRD Situbondo memberikan apresiasi kepada Kiai H. Alma’i Sofyan, penggagas komunitas selawat di Situbondo. Pasalnya, mereka turut membantu menurunkan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) dengan ramuan Sapi Jawat (Jamu Selawat) yang diberikan secara gratis kepada warga. Minuman itu ampuh menyembuhkan hewan yang terpapar PMK.

Anggota Komisi II, DPRD Situbondo, Suprapto mengatakan, antusias komunitas selawat yang dikomando oleh Putra Almarhum Kiai Sufyan dalam menangani kasus PMK, itu sangat besar. Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah mengatasi pandemi penyakit tersebut, mereka justru aktif terlibat memberikan angin segar pada warga yang kesulitan.

Baca Juga :  Setelah Beri Bantuan, Langsung Pantau Program

“Sejak munculnya kasus PMK, komunitas selawat sudah terjun ke masyarakat memberikan jamu selawat gratis. Mereka konsisten setiap hari memberikan jamu kepada warga,” ujar Suprapto, Rabu (10/8).

Politisi PKB itu menjelaskan, pemberian jamu selawat gratis rutin dilakukan. Warga tidak sampai kehabisan persediaan untuk kebutuhan hewan ternaknya. “Manfaat jamu selawat memang bisa menyembuhkan hewan ternak yang terpapar PMK,” ungkap kata pria berambut putih itu.

Dia mengaku sudah membuktikan. Sejumlah sapi miliknya beberapa pekan sebelumnya sakit. Setelah diberi jamu tersebut secara rutin, dapat mengembalikan stamina hewan dan menambah nafsu makan. “Perkembangan sapi untuk sembuh itu cepat,” ucapnya.

Politisi asal Kecamatan Panarukan itu menyebutkan, komunitas selawat asuhan dari KH Alma’i Sofyan tersebar luas di 17 kecamatan. Pemberian jamu gratis pun dilakukan secara serentak. “Warga tidak sampai kesulitan mendapatkan jamu selawat. Karena masing-masing daerah  sudah ada perwakilannya. Mereka sudah menyediakan jamu tersebut setiap hari, sesuai kebutuhan warga,” pungkasnya. (wan/pri)

Baca Juga :  Terbakar Karena Ada Bocah yang Menyalakan Kompor Gas

RADAR SITUBONDO – Di Situbondo ada komunitas selawat yang peduli terhadap pendemi penyakit mulut dan kaki (PMK). Mereka punya cara sendiri untuk bisa menyembuhkan penyakit yang mampu membawa kematian kepada hewan ternak masyarakat tersebut. Yakni, memberikan ‘Jamu Selawat’.

Komisi II DPRD Situbondo memberikan apresiasi kepada Kiai H. Alma’i Sofyan, penggagas komunitas selawat di Situbondo. Pasalnya, mereka turut membantu menurunkan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) dengan ramuan Sapi Jawat (Jamu Selawat) yang diberikan secara gratis kepada warga. Minuman itu ampuh menyembuhkan hewan yang terpapar PMK.

Anggota Komisi II, DPRD Situbondo, Suprapto mengatakan, antusias komunitas selawat yang dikomando oleh Putra Almarhum Kiai Sufyan dalam menangani kasus PMK, itu sangat besar. Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah mengatasi pandemi penyakit tersebut, mereka justru aktif terlibat memberikan angin segar pada warga yang kesulitan.

Baca Juga :  Pemerintah Percepat Pengendalian PMK Jelang Idul Adha

“Sejak munculnya kasus PMK, komunitas selawat sudah terjun ke masyarakat memberikan jamu selawat gratis. Mereka konsisten setiap hari memberikan jamu kepada warga,” ujar Suprapto, Rabu (10/8).

Politisi PKB itu menjelaskan, pemberian jamu selawat gratis rutin dilakukan. Warga tidak sampai kehabisan persediaan untuk kebutuhan hewan ternaknya. “Manfaat jamu selawat memang bisa menyembuhkan hewan ternak yang terpapar PMK,” ungkap kata pria berambut putih itu.

Dia mengaku sudah membuktikan. Sejumlah sapi miliknya beberapa pekan sebelumnya sakit. Setelah diberi jamu tersebut secara rutin, dapat mengembalikan stamina hewan dan menambah nafsu makan. “Perkembangan sapi untuk sembuh itu cepat,” ucapnya.

Politisi asal Kecamatan Panarukan itu menyebutkan, komunitas selawat asuhan dari KH Alma’i Sofyan tersebar luas di 17 kecamatan. Pemberian jamu gratis pun dilakukan secara serentak. “Warga tidak sampai kesulitan mendapatkan jamu selawat. Karena masing-masing daerah  sudah ada perwakilannya. Mereka sudah menyediakan jamu tersebut setiap hari, sesuai kebutuhan warga,” pungkasnya. (wan/pri)

Baca Juga :  Perbanyak Kegiatan Keagamaan dan Berbagi

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/