alexametrics
26.2 C
Banyuwangi
Saturday, August 20, 2022

Perpanjangan Jadwal PPDB Dinilai Sangat Kurang

PANARUKAN- Perpanjangan waktu untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang berlangsung sejak kemarin hingga hari ini, dirasa tidak membawa dampak yang cukup signifikan oleh sekolah yang belum memenuhi pagu. Pasalnya, banyak peserta didik yang memilih bersekolah di sekolah swasta. Informasi tentang perpanjangan PPDB juga belum meluas di masyarakat.
Kepala SMAN 1 Panarukan, Suyono mengatakan, pihaknya masih kurang 155 siswa. Hingga kemarin siang, baru ada dua orang yang mendaftar. Dia merasa sangat prihatin dengan kondisi tersebut. Padahal tiga tahun sebelumnya tidak pernah mengalami kurang siswa. “Hal ini terjadi semenjak ada sistem zonasi, siswa yang rumahnya di barat dan timur jadi takut untuk mendaftar di sekolah di wilayah kota,” jelasnya.
Suyono menjelaskan, waktu dua hari yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dirasakan sangat kurang untuk menutup kekurangan siswa. Bahkan, tidak berefek sama sekali. Pasalnya, sebagian besar murid mungkin tidak mengetahui hal tersebut. “Para murid yang sudah tidak diterima di pilihan pertama dan kedua saya rasa sudah banyak yang menyebar, entah kemana. Atau bahkan mereka yang tinggal di wilayah barat dan timur sudah memilih untuk mendaftar di sekolah swasta,” bebernya.
Dikatakan, waktu yang ideal untuk menutup kekurangan siswa yang terjadi pada beberapa sekolah di Situbondo yakni tujuh hari. Karena, keberadaan murid yang tersebar dari ujung barat hingga ke ujung timur. “Langkah yang telah kami lakukan adalah menyebarkan informasi perpanjangan pendaftaran ini melalui media sosial dan radio. Semoga ada kebijakan baru jika memang hingga masa perpanjangan berakhir jumlah siswa yang mendaftar masih kurang,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) SMAN 1 Panji, Danuri menyatakan hal yang sama, waktu dua hari dirasa sangat kecil untuk bisa menutup batas pagu. Karena, informasi perpanjangan ini baru tersebar pada hari Sabtu, sehingga belum tersebar meluas di kalangan masyarakat. “Sekolah kami masih kurang 40 siswa. HIngga kemarin baru ada satu siswa yang mendaftar. Semoga besok (hari ini) sudah bisa mencapai batas,” pungkasnya.
Operator SMAN 1 Panji, Abdul Wahid mengungkapkan, murid yang berkesempatan untuk mendaftar pada waktu perpanjangan, adalah murid yang memang gugur pada dua pilihan sekolah. Yaitu, murid yang tidak diterima baik pada sekolah pilihan pertamanya maupun pilihan kedua. “Jadi peluang untuk pemenuhan pagu kecil. Karena siswa yang tinggal di desa lebih memilih untuk bersekolah di SMK ketimbang di SMA,” tukasnya.(ily)

Baca Juga :  Siapkan Tenaga Pendidik Profesional Hadapi Era Society 5.0

PANARUKAN- Perpanjangan waktu untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang berlangsung sejak kemarin hingga hari ini, dirasa tidak membawa dampak yang cukup signifikan oleh sekolah yang belum memenuhi pagu. Pasalnya, banyak peserta didik yang memilih bersekolah di sekolah swasta. Informasi tentang perpanjangan PPDB juga belum meluas di masyarakat.
Kepala SMAN 1 Panarukan, Suyono mengatakan, pihaknya masih kurang 155 siswa. Hingga kemarin siang, baru ada dua orang yang mendaftar. Dia merasa sangat prihatin dengan kondisi tersebut. Padahal tiga tahun sebelumnya tidak pernah mengalami kurang siswa. “Hal ini terjadi semenjak ada sistem zonasi, siswa yang rumahnya di barat dan timur jadi takut untuk mendaftar di sekolah di wilayah kota,” jelasnya.
Suyono menjelaskan, waktu dua hari yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dirasakan sangat kurang untuk menutup kekurangan siswa. Bahkan, tidak berefek sama sekali. Pasalnya, sebagian besar murid mungkin tidak mengetahui hal tersebut. “Para murid yang sudah tidak diterima di pilihan pertama dan kedua saya rasa sudah banyak yang menyebar, entah kemana. Atau bahkan mereka yang tinggal di wilayah barat dan timur sudah memilih untuk mendaftar di sekolah swasta,” bebernya.
Dikatakan, waktu yang ideal untuk menutup kekurangan siswa yang terjadi pada beberapa sekolah di Situbondo yakni tujuh hari. Karena, keberadaan murid yang tersebar dari ujung barat hingga ke ujung timur. “Langkah yang telah kami lakukan adalah menyebarkan informasi perpanjangan pendaftaran ini melalui media sosial dan radio. Semoga ada kebijakan baru jika memang hingga masa perpanjangan berakhir jumlah siswa yang mendaftar masih kurang,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) SMAN 1 Panji, Danuri menyatakan hal yang sama, waktu dua hari dirasa sangat kecil untuk bisa menutup batas pagu. Karena, informasi perpanjangan ini baru tersebar pada hari Sabtu, sehingga belum tersebar meluas di kalangan masyarakat. “Sekolah kami masih kurang 40 siswa. HIngga kemarin baru ada satu siswa yang mendaftar. Semoga besok (hari ini) sudah bisa mencapai batas,” pungkasnya.
Operator SMAN 1 Panji, Abdul Wahid mengungkapkan, murid yang berkesempatan untuk mendaftar pada waktu perpanjangan, adalah murid yang memang gugur pada dua pilihan sekolah. Yaitu, murid yang tidak diterima baik pada sekolah pilihan pertamanya maupun pilihan kedua. “Jadi peluang untuk pemenuhan pagu kecil. Karena siswa yang tinggal di desa lebih memilih untuk bersekolah di SMK ketimbang di SMA,” tukasnya.(ily)

Baca Juga :  Dewan Minta TAPD Tak Kurangi Anggaran Operasional Dinas

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/