alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Karcis Parkir Pasar Mimbaan ‘Bocor’?

SITUBONDO – Beberapa warga mengeluhkan fasilitas parkir di pasar Mimbaan. Pasalnya banyak pengguna jasa parkir yang tidak mendapatkan karcis retribusi dari juru Parkir (jukir) di lokasi.

Berdasarkan pantauan Koran ini, memang ada sebagian pemilik kendaraan yang tidak diberi karcis oleh jukir. Meskipun begitu, mereka tetap ditarik biaya parkir di lokasi.

Hartono, salah satu warga Kecamatan Mangaran, kemarin (11/6) mengungkapkan, saat memarkir sepeda motor untuk masuk ke dalam pasar, dirinya mendapatkan karcis retribusi parkir. “Harusnya ada karcis yang diserahkan kepada kami, atau diletakkan di sepeda motor. Tapi kali ini tidak ada. Namun uang parkir tetep ditarik oleh jukir tersebut,” terangnya.

Karena itu, Hartono mengharap hal ini menjadi perhatian aparat yang berwenang. “Kalau karcisnya tidak diserahkan, bagaimana bentuk pertanggungjawaban atau pelaporannya nanti kepada pengelola. Padahal harusnya pelaporan hasil parkir itu sesuai dengan jumlah kendaraan yang markir. “Itu dibuktikan dengan potongan sisa dari karcis yang diserahkan kepada pemilik kendaraan,” paparnya.

Sementara, saat dikonfirmasi, salah satu jukir berinisial HD mengaku bahwa memang sebagian pemilik sepeda motor yang tidak diberi karcis. Namun rata-rata, kendaraan yang tidak diberi karcis olehnya merupakan milik para pegawai toko di sekitar lokasi. “Mereka tidak kami beri karcis dan juga tidak kami tarik uang. Karena memang tokonya ada di sini,” paparnya.

Sementara, terkait pengunjung pasar lain yang kendaraannya juga tidak diberi karcis, menurut HD merupakan hal yang biasa. Sebab setiap harinya, oleh Dinas Pedagangan dan Industri (Diperdagin) dirinya hanya wajib menyetorkan sebanyak 30 kendaraan. “Retribusi kendaraan itu sudah diatur oleh Disperdagin. Setiap kendaraan kami tarik karcis Rp. 1000. Jadinya yang kami laporkan setiap harinya adalah Rp. 30 ribu,” tuturnya.

Berdasarkan alasan tersebut, menurut HD tidak masalah dengan tidak diberikannya karcis parkir tersebut. “Intinya kami sudah mencapai jumlah yang sudah ditentukan oleh Disperdagin. Sisanya adalah hak kami,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Diperdagin Situbondo, Tutik Margianti mengatakan, pihaknya masih akan melakukan pengecekan terhadap para Jukir ke lokasi.”Kalau hal tersebut kami tidak hafal satu persatu. Karenanya akan kami lakukan pengecekan dilapangan. Terutama  terkait kebijakan dan teknisnya bagaimana,” tuturnya. (zul/pri)

SITUBONDO – Beberapa warga mengeluhkan fasilitas parkir di pasar Mimbaan. Pasalnya banyak pengguna jasa parkir yang tidak mendapatkan karcis retribusi dari juru Parkir (jukir) di lokasi.

Berdasarkan pantauan Koran ini, memang ada sebagian pemilik kendaraan yang tidak diberi karcis oleh jukir. Meskipun begitu, mereka tetap ditarik biaya parkir di lokasi.

Hartono, salah satu warga Kecamatan Mangaran, kemarin (11/6) mengungkapkan, saat memarkir sepeda motor untuk masuk ke dalam pasar, dirinya mendapatkan karcis retribusi parkir. “Harusnya ada karcis yang diserahkan kepada kami, atau diletakkan di sepeda motor. Tapi kali ini tidak ada. Namun uang parkir tetep ditarik oleh jukir tersebut,” terangnya.

Karena itu, Hartono mengharap hal ini menjadi perhatian aparat yang berwenang. “Kalau karcisnya tidak diserahkan, bagaimana bentuk pertanggungjawaban atau pelaporannya nanti kepada pengelola. Padahal harusnya pelaporan hasil parkir itu sesuai dengan jumlah kendaraan yang markir. “Itu dibuktikan dengan potongan sisa dari karcis yang diserahkan kepada pemilik kendaraan,” paparnya.

Sementara, saat dikonfirmasi, salah satu jukir berinisial HD mengaku bahwa memang sebagian pemilik sepeda motor yang tidak diberi karcis. Namun rata-rata, kendaraan yang tidak diberi karcis olehnya merupakan milik para pegawai toko di sekitar lokasi. “Mereka tidak kami beri karcis dan juga tidak kami tarik uang. Karena memang tokonya ada di sini,” paparnya.

Sementara, terkait pengunjung pasar lain yang kendaraannya juga tidak diberi karcis, menurut HD merupakan hal yang biasa. Sebab setiap harinya, oleh Dinas Pedagangan dan Industri (Diperdagin) dirinya hanya wajib menyetorkan sebanyak 30 kendaraan. “Retribusi kendaraan itu sudah diatur oleh Disperdagin. Setiap kendaraan kami tarik karcis Rp. 1000. Jadinya yang kami laporkan setiap harinya adalah Rp. 30 ribu,” tuturnya.

Berdasarkan alasan tersebut, menurut HD tidak masalah dengan tidak diberikannya karcis parkir tersebut. “Intinya kami sudah mencapai jumlah yang sudah ditentukan oleh Disperdagin. Sisanya adalah hak kami,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Diperdagin Situbondo, Tutik Margianti mengatakan, pihaknya masih akan melakukan pengecekan terhadap para Jukir ke lokasi.”Kalau hal tersebut kami tidak hafal satu persatu. Karenanya akan kami lakukan pengecekan dilapangan. Terutama  terkait kebijakan dan teknisnya bagaimana,” tuturnya. (zul/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/