alexametrics
23.3 C
Banyuwangi
Sunday, August 14, 2022

Dispendik Inventarisir Motor Dinas Tua

SITUBONDO – Dinas Pendidikan Situbondo menarik kendaraan dinas roda dua di lingkungannya, satu minggu terakhir ini. Tujuannya untuk mendata kondisi dan kelayakan kendaraan yang digunakan para pejabat daerah tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud), Dr Fathor Rakhman menerangkan, ketika sudah terkumpul maka akan dilakukan pencatatan. “Kami data sepeda motor maupun kendaraan yang lain. Sehingga dapat diketahui posisi kemanfaatannya. Dipakai siapa dan kondisinya seperti apa,” terangnya, saat diwawancarai, kemarin.

Menurut dia, dirinya akan mengambil kebijkan mengenai kendaraan-kendaraan dinas yang tidak layak pakai. “Makanya pada tahun ini, kita ingin tahu terhadap berapa kendaraan yang tidak layak pakai. Yang tidak layak ini akan ada pertimbangan-pertimbangan untuk diambil kebijakan.  Bisa jadi kami regenarisikan dengan kendaraan dinas yang baru,” terangnya.

Baca Juga :  Tampar Santri, Ibu Lapor Polisi

Berdasarkan data yang dihubungkan dengan catatan aset, Fathor mengakui bahwa banyak kendaraan yang tidak sesuai dengan fungsi tempatnya. Hal itu dikarenakan beberapa penerima kendaraan dari dinas kurang membutuhkan.” Seperti halnya saat sebuah kendaraan akan kami tarik, ternyata berada di kabupaten lain. Hal itu disebabkan pihak yang bersangkutan tidak membutuhkan. Kemudian dberikan kapada yang membutuhkan. Kebetulan yang butuh berada di luar Situbondo. Hal seperti itu tentu salah,” jelasnya.

Mantan Kepala SMPN 1 Suboh tersebut mengaku, proses inventarisir kendaraan tersebut tidak akan berlangsung lama. Pasalnya kendaraan yang terkumpul sudah mencapai 80 persen. “Kita akan melakukan tracking terhadap semua kendaraan. Tracking ini dapat memantau kendaraan yang ada di wilayah kerja Situbondo untuk bidang Pendidikan dan Kebudayaan. Tinggal 20 persen yang akan kami kumpulkan. Kondisi yang 20 ini kemungkinan masih sehat dan bisa dipakai,” jelas Fathor.

Baca Juga :  Khawatir PMK, Masyarakat Pilih Daging Ayam

Dari total kendaraan dinas yang diberikan, separuh diantaranya sudah tidak layak pakai. Menurut Fathor, pihaknya akan mengadakan lelang bagi kendaraan yang sudah tidak bisa difungsikan dengan baik. “Kalau dari kondisi yang terkumpul, sekitar 50 persen kendaraan tidak layak. Sehingga menurut saya, dari pada tidak terpakai, baiknya dilelang atau dihapus. Toh keberadaannya sudah tidak layak. Tidak benar-benar berfungsi dengan baik saat dipakai,” ungkap Fathor.

Kepada koran ini Fathor menjelaskan, kendaraan yang diinventarisir tersebut merupakan kendaraan dinas yang biasa dipakai oleh pejabat khusus di Dispendik sendiri. “Kendaraan itu dipakai oleh pejabat sekelas eselon IV, serta tenaga fungsional yang menjabat jabatan pengawas dan pemilih,” bebernya. (cw1/pri)

SITUBONDO – Dinas Pendidikan Situbondo menarik kendaraan dinas roda dua di lingkungannya, satu minggu terakhir ini. Tujuannya untuk mendata kondisi dan kelayakan kendaraan yang digunakan para pejabat daerah tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud), Dr Fathor Rakhman menerangkan, ketika sudah terkumpul maka akan dilakukan pencatatan. “Kami data sepeda motor maupun kendaraan yang lain. Sehingga dapat diketahui posisi kemanfaatannya. Dipakai siapa dan kondisinya seperti apa,” terangnya, saat diwawancarai, kemarin.

Menurut dia, dirinya akan mengambil kebijkan mengenai kendaraan-kendaraan dinas yang tidak layak pakai. “Makanya pada tahun ini, kita ingin tahu terhadap berapa kendaraan yang tidak layak pakai. Yang tidak layak ini akan ada pertimbangan-pertimbangan untuk diambil kebijakan.  Bisa jadi kami regenarisikan dengan kendaraan dinas yang baru,” terangnya.

Baca Juga :  Tim Buka Pasung Situbondo Dikukuhkan

Berdasarkan data yang dihubungkan dengan catatan aset, Fathor mengakui bahwa banyak kendaraan yang tidak sesuai dengan fungsi tempatnya. Hal itu dikarenakan beberapa penerima kendaraan dari dinas kurang membutuhkan.” Seperti halnya saat sebuah kendaraan akan kami tarik, ternyata berada di kabupaten lain. Hal itu disebabkan pihak yang bersangkutan tidak membutuhkan. Kemudian dberikan kapada yang membutuhkan. Kebetulan yang butuh berada di luar Situbondo. Hal seperti itu tentu salah,” jelasnya.

Mantan Kepala SMPN 1 Suboh tersebut mengaku, proses inventarisir kendaraan tersebut tidak akan berlangsung lama. Pasalnya kendaraan yang terkumpul sudah mencapai 80 persen. “Kita akan melakukan tracking terhadap semua kendaraan. Tracking ini dapat memantau kendaraan yang ada di wilayah kerja Situbondo untuk bidang Pendidikan dan Kebudayaan. Tinggal 20 persen yang akan kami kumpulkan. Kondisi yang 20 ini kemungkinan masih sehat dan bisa dipakai,” jelas Fathor.

Baca Juga :  Situbondo Tak Kunjung Beranjak di Zona Oranye

Dari total kendaraan dinas yang diberikan, separuh diantaranya sudah tidak layak pakai. Menurut Fathor, pihaknya akan mengadakan lelang bagi kendaraan yang sudah tidak bisa difungsikan dengan baik. “Kalau dari kondisi yang terkumpul, sekitar 50 persen kendaraan tidak layak. Sehingga menurut saya, dari pada tidak terpakai, baiknya dilelang atau dihapus. Toh keberadaannya sudah tidak layak. Tidak benar-benar berfungsi dengan baik saat dipakai,” ungkap Fathor.

Kepada koran ini Fathor menjelaskan, kendaraan yang diinventarisir tersebut merupakan kendaraan dinas yang biasa dipakai oleh pejabat khusus di Dispendik sendiri. “Kendaraan itu dipakai oleh pejabat sekelas eselon IV, serta tenaga fungsional yang menjabat jabatan pengawas dan pemilih,” bebernya. (cw1/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Peserta PKK, Outbound di Grand Harvest

22 Tahun tanpa Ampun

5 Kategori Siap Untuk Dinilai

Artikel Terbaru

DKB Gelar Workshop Teater dan Pantomim

Tarif Ojol Akan Naik

Ditinggal Ziarah Haji, Rumah Terbakar

/