alexametrics
23.3 C
Banyuwangi
Wednesday, August 17, 2022

Pancaroba Berpotensi Menurunkan Imun Tubuh

JawaPos.com – Masyarakat nampaknya harus meningkatkan kewaspadaan terhdap penularan virus korona di saat-saat seperti sekarang. Sebab menurut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Plt Kadinkes) Situbondo, Imam Hidayat, potensi turunnya imun di musim pancaroba sangatlah tinggi.

Menurut Owner Rumah Sakit Mitra Sehat ini, jika imun dalam tubuh turun, maka virus sangat mudah masuk ke tubuh. Termasuk Covid 19.

“Biasanya kan kalau di saat-saat seperti sekarang banyak yang sakit batuk, pilek dan sebagainya. Hal tersebut disebabkan karena imun turun. Sehingga virus-virus yang menyebabkan batuk mudah masuk ke tubuh. Tak terkecuali dengan virus korona,” jelasnya.

Karena itu, Imam meminta masyarakat untuk senantiasa taat terhadap protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak satu sama lain.

Baca Juga :  Kebut Pembahasan KUA PPAS, Disahkan Pekan Depan

“Jadi sekali lagi saya minta masyarakat waspada. Kalau sakit flu, demam, atau batuk, sebaiknya langsung melakukan isolasi mandiri. Agar tidak mudah terpapar korona,” jelasnya.

Lebih lanjut, Imam mengatakan, warga yang terpapar korona di Situbondo jumlahnya sudah sangat tinggi. Hingga kemarin mencapai 1861 orang. Sementara untuk pasien meninggal 138.

“Namun tingginya angka kematian dan penularan virus korona bukan semata-mata salah pemerintah. Masyarkat juga harus bermuhasabah. Beregerak bersama melawan virus korona,” ungkapnya. (zul)

JawaPos.com – Masyarakat nampaknya harus meningkatkan kewaspadaan terhdap penularan virus korona di saat-saat seperti sekarang. Sebab menurut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Plt Kadinkes) Situbondo, Imam Hidayat, potensi turunnya imun di musim pancaroba sangatlah tinggi.

Menurut Owner Rumah Sakit Mitra Sehat ini, jika imun dalam tubuh turun, maka virus sangat mudah masuk ke tubuh. Termasuk Covid 19.

“Biasanya kan kalau di saat-saat seperti sekarang banyak yang sakit batuk, pilek dan sebagainya. Hal tersebut disebabkan karena imun turun. Sehingga virus-virus yang menyebabkan batuk mudah masuk ke tubuh. Tak terkecuali dengan virus korona,” jelasnya.

Karena itu, Imam meminta masyarakat untuk senantiasa taat terhadap protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak satu sama lain.

Baca Juga :  Ambulans Diminta Tak Sering Nyalakan Sirene

“Jadi sekali lagi saya minta masyarakat waspada. Kalau sakit flu, demam, atau batuk, sebaiknya langsung melakukan isolasi mandiri. Agar tidak mudah terpapar korona,” jelasnya.

Lebih lanjut, Imam mengatakan, warga yang terpapar korona di Situbondo jumlahnya sudah sangat tinggi. Hingga kemarin mencapai 1861 orang. Sementara untuk pasien meninggal 138.

“Namun tingginya angka kematian dan penularan virus korona bukan semata-mata salah pemerintah. Masyarkat juga harus bermuhasabah. Beregerak bersama melawan virus korona,” ungkapnya. (zul)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/