alexametrics
22.3 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Penanganan Kasus Penganiayaan Guru Terkesan Lambat

BESUKI – Pelayanan hukum yang diberikan Polsek Besuki disoal Supriyono, salah satu pengacara senior di Situbondo, Selasa kemarin (9/11). Dia menilai, proses hukum penganiayaan oleh wali murid terhadap guru pengajar di SDN 2 Kalimas sangat lamban.

Kata Supriyono, peristiwa tersebut dilaporkan pada Sabtu 4 September lalu. Namun, hingga kini tidak menemukan kejelasan. “Saya sangat menyayangkan pemukulan terhadap Misbahul Munir, guru wali kelas 3 di SDN 2 Kalimas dari salah satu wali murid,” terangnya kemarin kepada sejumlah wartawan.

Akibat pemukulan, Misbah mengalami benjol di bagian pelipis kirinya. Dia tidak bisa mengajar selama tiga hari. “Jadi mengalami cidera akibat pemukulan wali murid itu, bahkan dia datang bersama salah satu anaknya dengan maksud memang sengaja akan memukul,” ujar Supriyono.

Pengacara itu mempertanyakan kinerja Kapolsek Besuki. Sebab, unsurnya sudah sangat jelas. “Bukti sudah ada, luka ada. Bahkan, ada tiga saksi walaupun yang satu belum diperiksa. Masa dalam waktu dua bulan lebih, kasus ini belum ada kepastian dan kejelasan sampai dimana prosesnya,” kata Supriyono.

Dia mendesak, kasus tersebut harus secepatnya diselesaikan. Kerena menyangkut marwah pendidikan. Tidak seharusnya ada orang yang mendatangi sekolah lalu melakukan pemukulan terhadap salah satu guru di hadapan muridnya dan di hadapan guru yang lain. “Saya mengharap pelaku mendapatkan sanksi hukum, agar ini menjadi pelajaran bagi yang lain,” tegasnya,”

Kapolsek Besuki Bripka Agus Bustomi SH mengatakan, kasus tersebut masih dalam tahap proses. “Untuk perkara masih proses penyelidikan, kita sudah klarifikasi beberapa pihak yang mengetahui kejadian tersebut,” katanya melalui layanan WhatsApp. (mg1/pri)

BESUKI – Pelayanan hukum yang diberikan Polsek Besuki disoal Supriyono, salah satu pengacara senior di Situbondo, Selasa kemarin (9/11). Dia menilai, proses hukum penganiayaan oleh wali murid terhadap guru pengajar di SDN 2 Kalimas sangat lamban.

Kata Supriyono, peristiwa tersebut dilaporkan pada Sabtu 4 September lalu. Namun, hingga kini tidak menemukan kejelasan. “Saya sangat menyayangkan pemukulan terhadap Misbahul Munir, guru wali kelas 3 di SDN 2 Kalimas dari salah satu wali murid,” terangnya kemarin kepada sejumlah wartawan.

Akibat pemukulan, Misbah mengalami benjol di bagian pelipis kirinya. Dia tidak bisa mengajar selama tiga hari. “Jadi mengalami cidera akibat pemukulan wali murid itu, bahkan dia datang bersama salah satu anaknya dengan maksud memang sengaja akan memukul,” ujar Supriyono.

Pengacara itu mempertanyakan kinerja Kapolsek Besuki. Sebab, unsurnya sudah sangat jelas. “Bukti sudah ada, luka ada. Bahkan, ada tiga saksi walaupun yang satu belum diperiksa. Masa dalam waktu dua bulan lebih, kasus ini belum ada kepastian dan kejelasan sampai dimana prosesnya,” kata Supriyono.

Dia mendesak, kasus tersebut harus secepatnya diselesaikan. Kerena menyangkut marwah pendidikan. Tidak seharusnya ada orang yang mendatangi sekolah lalu melakukan pemukulan terhadap salah satu guru di hadapan muridnya dan di hadapan guru yang lain. “Saya mengharap pelaku mendapatkan sanksi hukum, agar ini menjadi pelajaran bagi yang lain,” tegasnya,”

Kapolsek Besuki Bripka Agus Bustomi SH mengatakan, kasus tersebut masih dalam tahap proses. “Untuk perkara masih proses penyelidikan, kita sudah klarifikasi beberapa pihak yang mengetahui kejadian tersebut,” katanya melalui layanan WhatsApp. (mg1/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/