alexametrics
23.4 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Debit Air Kecil, PDAM Imbau Warga Lebih Hemat Air

RadarBanyuwangi.id – Sejumlah warga mengeluh ketersediaan air bersih yang di kelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Pasalnya, beberapa pekan terakhir air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari tidak lagi berjalan seperti biasanya.  

Salah satu warga Kelurahan Ardirejo, Reno, mengungkapkan air PDAM sempat tidak mengalir di rumahnya. Sehingga untuk memenuhi keperluan sehari-hari mengalami kesulitan. “Air baru bisa mengalir mulai pukul 18.00 Wib sampai dini hari, itupun tidak lancar dan kran tidak bisa dinyalakan semua, karena air mengalir sangat lambat,” ungkapnya.

Dia mengakui, saat ini warga hanya memanfaatkan air sungai untuk keperluan mandi dan cuci. Sedangkan untuk kebutuhan minum dan masak, mereka tetap mengandalkan air PDAM meski air mengalirnya sangat lambat.“ kami harus banyak manandon air bersih untuk keperluan mimun dan masak,” ujarnya

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Baluran Situbondo, Asyari mengakui penyaluran air di beberapa wilayah  berkurang. Ini lantaran debit air yang terus mengecil. Tak sedikit pengaduan masyarakat terkait permasalahan itu. Karena air yang mengalir kecil, bahkan tidak keluar sama sekali. “Meski demikian, pihaknya akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat atau pelanggan,” terangnya

Kata Asyari, ketika musim kemarau tiba, debit air di sumber milik PDAM sudah mengalami penurunan. Sehingga, berpengaruh terhadap air yang didistribusikan ke masyarakat. “Apalagi pada waktu pelanggan memakai secara bersamaan, dapat dipastikan air tidak lancar, bahkan tidak sama sekali mengalir. Maka saya himbau kepada masyarakat agar menggunakan air dengan baik dan melakukan penghematan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Diterangkan, agar persoalan tersebut tidak terulang kembali, pihaknya melakukan antisipasi dengan menambah sumur bor baru guna meningkatkan suplai air kepada masyarakat. ” Kami butuh tambahan sekitar lima sumur bor untuk ditempatkan di titik rawan yang mengalami kekurangan air, supaya pelayanan bisa maksimal,” beber Asyari.

Faktor lain yang menyebabkan air mati adalah ketika listrik padam. Meski tersedia genset, namun pengoperasiannya tidak maksimal. “Jadi dihimbau kepada masyarakat agar gunakan air sesuai kebutuhan dan mudah-mudahan hujan segera turun, agar air di sumber milik PDAM dapat normal lagi,” pungkasnya. (jon/pri)

RadarBanyuwangi.id – Sejumlah warga mengeluh ketersediaan air bersih yang di kelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Pasalnya, beberapa pekan terakhir air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari tidak lagi berjalan seperti biasanya.  

Salah satu warga Kelurahan Ardirejo, Reno, mengungkapkan air PDAM sempat tidak mengalir di rumahnya. Sehingga untuk memenuhi keperluan sehari-hari mengalami kesulitan. “Air baru bisa mengalir mulai pukul 18.00 Wib sampai dini hari, itupun tidak lancar dan kran tidak bisa dinyalakan semua, karena air mengalir sangat lambat,” ungkapnya.

Dia mengakui, saat ini warga hanya memanfaatkan air sungai untuk keperluan mandi dan cuci. Sedangkan untuk kebutuhan minum dan masak, mereka tetap mengandalkan air PDAM meski air mengalirnya sangat lambat.“ kami harus banyak manandon air bersih untuk keperluan mimun dan masak,” ujarnya

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Baluran Situbondo, Asyari mengakui penyaluran air di beberapa wilayah  berkurang. Ini lantaran debit air yang terus mengecil. Tak sedikit pengaduan masyarakat terkait permasalahan itu. Karena air yang mengalir kecil, bahkan tidak keluar sama sekali. “Meski demikian, pihaknya akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat atau pelanggan,” terangnya

Kata Asyari, ketika musim kemarau tiba, debit air di sumber milik PDAM sudah mengalami penurunan. Sehingga, berpengaruh terhadap air yang didistribusikan ke masyarakat. “Apalagi pada waktu pelanggan memakai secara bersamaan, dapat dipastikan air tidak lancar, bahkan tidak sama sekali mengalir. Maka saya himbau kepada masyarakat agar menggunakan air dengan baik dan melakukan penghematan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Diterangkan, agar persoalan tersebut tidak terulang kembali, pihaknya melakukan antisipasi dengan menambah sumur bor baru guna meningkatkan suplai air kepada masyarakat. ” Kami butuh tambahan sekitar lima sumur bor untuk ditempatkan di titik rawan yang mengalami kekurangan air, supaya pelayanan bisa maksimal,” beber Asyari.

Faktor lain yang menyebabkan air mati adalah ketika listrik padam. Meski tersedia genset, namun pengoperasiannya tidak maksimal. “Jadi dihimbau kepada masyarakat agar gunakan air sesuai kebutuhan dan mudah-mudahan hujan segera turun, agar air di sumber milik PDAM dapat normal lagi,” pungkasnya. (jon/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/