alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Sunday, October 2, 2022

Terjerat Kasus DD 2015-2016, Kades Sumberanyar Dijebloskan ke Rutan

MLANDINGAN, Jawa Pos Radar Situbondo – Suhardi, kepala Desa Sumberanyar, Kecamatan Mlandingan, Situbondo, dijebloskan ke rumah tahanan (Rutan) kelas II B Situbondo, Selasa (9/8). Pria 42 tahun itu terjerat kasus penyalahgunaan Dana Desa (DD) pada tahun 2015-2016.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cakra Sangka, menyebutkan, penahanan tersebut dilakukan setelah kejaksaan menerima pelimpahan kasus dari Mapolres Situbondo, terkait dengan dugaan penyalahgunaan perencanaan rencana anggaran biaya (DD) di Desa Sumberanyar. “Kami hanya bisa menjelaskan kerugian yang dialami negara, kurang lebih Rp 209 juta. Itu merupakan total anggaran selama dua tahun,” ungkap Cakra.

Menurutnya, penyebab kades harus berurusan dengan hukum, karena pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Bahkan, keluar-masuknya uang tidak trasparan dengan bawahannya. “Jadi, kegiatan pembangunan di beberapa titik dusun di desa tersebut, tidak dikerjakan sebagaimana mestinya,” imbuh  Cakra.

Baca Juga :  Satpol PP Situbondo Kian Waspada Kehadiran Orang Gila

Kata dia, sembari menunggu proses sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya, kades tersebut dititipakan terlebih dahulu selama 20 hari di Rutan kelas II B. Selanjutnya, kasus pelimpahannya ke Pengadilan akan dipercepat. “Bagi kami, lebih cepat  lebih baik. Harapan kami kasus ini secepatnya bisa disidangkan,” tegas Cakra.

Dia menambahkan, tersangka dijerat dengan pasal 2 dan 3 Undang-undang  nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2021, tentang perubahan atas UU nomor 31. ” Kalau untuk ancaman hukumannya minimal empat tahun,” pungkas Cakra. (hum/pri)

MLANDINGAN, Jawa Pos Radar Situbondo – Suhardi, kepala Desa Sumberanyar, Kecamatan Mlandingan, Situbondo, dijebloskan ke rumah tahanan (Rutan) kelas II B Situbondo, Selasa (9/8). Pria 42 tahun itu terjerat kasus penyalahgunaan Dana Desa (DD) pada tahun 2015-2016.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cakra Sangka, menyebutkan, penahanan tersebut dilakukan setelah kejaksaan menerima pelimpahan kasus dari Mapolres Situbondo, terkait dengan dugaan penyalahgunaan perencanaan rencana anggaran biaya (DD) di Desa Sumberanyar. “Kami hanya bisa menjelaskan kerugian yang dialami negara, kurang lebih Rp 209 juta. Itu merupakan total anggaran selama dua tahun,” ungkap Cakra.

Menurutnya, penyebab kades harus berurusan dengan hukum, karena pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Bahkan, keluar-masuknya uang tidak trasparan dengan bawahannya. “Jadi, kegiatan pembangunan di beberapa titik dusun di desa tersebut, tidak dikerjakan sebagaimana mestinya,” imbuh  Cakra.

Baca Juga :  Gotong Royong Perbaiki Jalan, Warga Pedalaman Berharap Perhatian Pemerintah

Kata dia, sembari menunggu proses sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya, kades tersebut dititipakan terlebih dahulu selama 20 hari di Rutan kelas II B. Selanjutnya, kasus pelimpahannya ke Pengadilan akan dipercepat. “Bagi kami, lebih cepat  lebih baik. Harapan kami kasus ini secepatnya bisa disidangkan,” tegas Cakra.

Dia menambahkan, tersangka dijerat dengan pasal 2 dan 3 Undang-undang  nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2021, tentang perubahan atas UU nomor 31. ” Kalau untuk ancaman hukumannya minimal empat tahun,” pungkas Cakra. (hum/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/