alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Sunday, October 2, 2022

Dosen IPB Tertarik Kembangkan Petis Ikan Situbondo

PANARUKAN, Jawa Pos Radar Situbondo – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) meluncurkan program dosen pulang kampung.  Di Situbondo sejumlah dosen melakukan kegiatan pelatihan dengan tema “Peningkatan Kualitas Petis Ikan Sebagai Oleh-Oleh Khas Situbondo”, di kantor Kecamatan Panarukan, Selasa (9/8) kemarin.

Pantauan wartawan koran ini, pembukaan kegiatan tersebut dimeriahkan aksi drum band SMPN 1 Panarukan dan tarian gandrung dari mahasiswi Universitas Jember. Salah satu Dosen Teknologi dan Manajemen Pembenihan Ikan, Sekolah Vokasi, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr.Ir. Cecilia Eny Indriastuti, M.Si mengatakan, olahan petis ikan milik sejumlah pelaku UMKM Situbondo menjadi daya tarik tersendiri. Sebab, rasanya jauh lebih nikmat dari pada petis yang berasal dari daerah lain.

“Memang rasanya jauh lebih enak dari pada petis yang berasal dari daerah lain,” ujar Dr.Ir. Cecilia Eny Indriastuti, M.Si, Selasa (9/8) kemarin.

Baca Juga :  Kompak Halal Bi Halal Bersama Warga

Perempuan yang akrab disapa Eny, itu mengaku, rasa nikmat dari petis ikan memiliki potensi besar apabila terus ditingkatkan kualitasnya. Baik dari segi higienitas dan packagingnya. Yakni meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui hasil penjualan. “Sangat berpotensi untuk bisa bersaing di pasar skala nasional. Bahkan bisa juga dipasarkan hingga ke luar negeri,” ucapnya.

Eny mengatakan, pelaku usaha harus mampu memanfaatkan potensi besar dari olahan petis ikan. Apalagi Kabupaten Situbondo mempunyai garis pantai yang panjang. Dari 17 kecamatan, 13 kecamatan berada di pesisir pantai yang menyediakan bahan baku untuk pembuatan petis ikan. Apabila ditekuni dan dikerjakan dengan baik, maka mampu meningkatkan omset dari hasil penjualan. “Sudah saatnya produk petis ikan khas Situbondo mulai dipasarkan secara nasional,” harapnya.

Eny menjelaskan, ada beberapa kendala untuk bisa memasarkan produk petis ikan tersebut. Di antaranya, pengepakan yang dilakukan sejumlah pelaku usaha masih terlalu sederhana, bahkan masih banyak yang menggunakan plastik sebagai bungkus petis. Itu sangat memengaruhi penampilan dan menurunkan daya tarik pembeli. “Selain itu, higienitas dari petis tersebut juga harus diperhatikan,”ungkap perempuan berambut pendek itu.

Baca Juga :  Jembatan Lebih Layak Setelah Dibantu Bronjong

Sementara itu, kegiatan pelatihan tersebut dihadiri Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Situbondo, Kholil. Camat Panarukan, Adik Supriyadi, penggerak PKK Kecamatan Panarukan. Penyuluh peternakan dan perikanan Kabupaten Situbondo, pelaku UMKM, alumni dan mahasiswa sekolah vokasi IPB. Turut menyemarakkan 50 mahasiswa Universitas Jember yang sedang melaksanakkan KKN di sekitar Kecamatan Panarukan.

Dosen Sekolah Vokasi IPB  Ima Kusumanti, S.Pi, M.Sc memberikan materi tentang strategi pemasaran berbasis online dan digital marketing. Sedangkan Yusamma T.H.Y dari P2MKP Permatasari menyampaikan materi tahapan pembuatan petis hingga penentuan harga produksi.  Acara dipandu Dian Eka Ramadhani, S.Pi, M.Si.  (wan/pri)

PANARUKAN, Jawa Pos Radar Situbondo – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) meluncurkan program dosen pulang kampung.  Di Situbondo sejumlah dosen melakukan kegiatan pelatihan dengan tema “Peningkatan Kualitas Petis Ikan Sebagai Oleh-Oleh Khas Situbondo”, di kantor Kecamatan Panarukan, Selasa (9/8) kemarin.

Pantauan wartawan koran ini, pembukaan kegiatan tersebut dimeriahkan aksi drum band SMPN 1 Panarukan dan tarian gandrung dari mahasiswi Universitas Jember. Salah satu Dosen Teknologi dan Manajemen Pembenihan Ikan, Sekolah Vokasi, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr.Ir. Cecilia Eny Indriastuti, M.Si mengatakan, olahan petis ikan milik sejumlah pelaku UMKM Situbondo menjadi daya tarik tersendiri. Sebab, rasanya jauh lebih nikmat dari pada petis yang berasal dari daerah lain.

“Memang rasanya jauh lebih enak dari pada petis yang berasal dari daerah lain,” ujar Dr.Ir. Cecilia Eny Indriastuti, M.Si, Selasa (9/8) kemarin.

Baca Juga :  Bung Karna Lepas Jalan Santai RS dr Abdoer Rahem

Perempuan yang akrab disapa Eny, itu mengaku, rasa nikmat dari petis ikan memiliki potensi besar apabila terus ditingkatkan kualitasnya. Baik dari segi higienitas dan packagingnya. Yakni meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui hasil penjualan. “Sangat berpotensi untuk bisa bersaing di pasar skala nasional. Bahkan bisa juga dipasarkan hingga ke luar negeri,” ucapnya.

Eny mengatakan, pelaku usaha harus mampu memanfaatkan potensi besar dari olahan petis ikan. Apalagi Kabupaten Situbondo mempunyai garis pantai yang panjang. Dari 17 kecamatan, 13 kecamatan berada di pesisir pantai yang menyediakan bahan baku untuk pembuatan petis ikan. Apabila ditekuni dan dikerjakan dengan baik, maka mampu meningkatkan omset dari hasil penjualan. “Sudah saatnya produk petis ikan khas Situbondo mulai dipasarkan secara nasional,” harapnya.

Eny menjelaskan, ada beberapa kendala untuk bisa memasarkan produk petis ikan tersebut. Di antaranya, pengepakan yang dilakukan sejumlah pelaku usaha masih terlalu sederhana, bahkan masih banyak yang menggunakan plastik sebagai bungkus petis. Itu sangat memengaruhi penampilan dan menurunkan daya tarik pembeli. “Selain itu, higienitas dari petis tersebut juga harus diperhatikan,”ungkap perempuan berambut pendek itu.

Baca Juga :  Polisi Olah TKP di Rumah Pelaku Pencabulan, Ada Sprei Bercak Darah

Sementara itu, kegiatan pelatihan tersebut dihadiri Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Situbondo, Kholil. Camat Panarukan, Adik Supriyadi, penggerak PKK Kecamatan Panarukan. Penyuluh peternakan dan perikanan Kabupaten Situbondo, pelaku UMKM, alumni dan mahasiswa sekolah vokasi IPB. Turut menyemarakkan 50 mahasiswa Universitas Jember yang sedang melaksanakkan KKN di sekitar Kecamatan Panarukan.

Dosen Sekolah Vokasi IPB  Ima Kusumanti, S.Pi, M.Sc memberikan materi tentang strategi pemasaran berbasis online dan digital marketing. Sedangkan Yusamma T.H.Y dari P2MKP Permatasari menyampaikan materi tahapan pembuatan petis hingga penentuan harga produksi.  Acara dipandu Dian Eka Ramadhani, S.Pi, M.Si.  (wan/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/