alexametrics
27.8 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Kerugian Kerusakan Infrasturuktur Ditaksir Rp 6,4 Miliar

SITUBONDO – Banjir bandang yang melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Situbondo, Minggu (07/01) lalu menimbulkan kerugian materi yang cukup besar. Dari kerusakan infrastruktur saja, kerugian diperkirakan mencapai Rp.6,4 Miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Situbondo, Gatot Siswoyo mengatakan, ini hasil penghitungan sementara setelah pihaknya turun langsung ke lokasi bencana. “Kita masih memvalidkan data,” ujarnya.

Dia menambahkan, itu belum termasuk kerugian lainnya. Seperti kerusakan lahan pertanian dan lain sebagainya yang terdampak. “Semunya masih belum dihitung. Kami masih berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk data validnya,” imbuh Gatot.

Dia menerangkan, ada 16 titik infrastruktur yang terjadi kerusakan. Di antaranya meliputi kerusakan jembatan,tangkis kali, gorong-gorong, perpipaan, serta jalan tertutup lumpur. “Untuk jembatan permanen ada sepuluh yang terputus,” tambahnya. 

Gatot merinci, persebaran jembatan yang putus terdapat di Desa Kalirejo, Kecamatan Sumbermalang; Desa Pategalan, Kecamatan Jatibanteng; Desa Bantal, Kecamatan Asembagus; dan Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih.

Di Desa Bantal, Kecamatan Asembagus dan Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih terdapat empat jembatan putus. Sedangkan  dua sisanya di Desa Pategalan, Kecamatan Jatibanteng dan Desa Kalirejo, Kecamatan Sumbermalang.

Gatot menerangkan, di beberapa titik bencana berpotensi terjadinya longsor. Karena itu, sebagai langkah antsipatif, PUPR akan mengirimkan bronjong. “Salah satunya yang harus dipasangi bronjong di Kecamatan Sumbermalang,” katanya.

Total, ada 1.800 bronjong yang akan dipasang. Gatot menerangkan, ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan infrastruktur yang lebih parah. “Tetapi secara umum, pemerintah jelas ada tindakan penanganan darurat,” tambahnya.

Penanganan darurat seperti apa yang dilakukan, Gatot mengatakan, itu menjadi kewenangan bupati dan wakil bupati. Yang pasti, SKPD yang dipimpinnya sudah menjalankan tugasnya. “Hasil pengecakan kita di lapangan akan dilaporkan kepada bupati,” ujarnya.

Sementara itu, terputusnya sebuah jembatan di Desa Kalirejo, Kecamatan Sumbermalang memang menyebabkan aktifitas perekonomian warga terganggu. Sebab, jembatan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Desa Kalirejo dengan beberapa desa lainnya. Seperti Desa Sumber Argo dan Desa Taman Kursi.

Akan tetapi Gatot menegaskan, warga tidak sampai terisolir. Sebab, masih ada jalan alternatif yang bisa dilewati meski jarak tempuhnya lebih jauh. “Jalan alternatif itu bisa digunakan dulu,” pungkasnya.

SITUBONDO – Banjir bandang yang melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Situbondo, Minggu (07/01) lalu menimbulkan kerugian materi yang cukup besar. Dari kerusakan infrastruktur saja, kerugian diperkirakan mencapai Rp.6,4 Miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Situbondo, Gatot Siswoyo mengatakan, ini hasil penghitungan sementara setelah pihaknya turun langsung ke lokasi bencana. “Kita masih memvalidkan data,” ujarnya.

Dia menambahkan, itu belum termasuk kerugian lainnya. Seperti kerusakan lahan pertanian dan lain sebagainya yang terdampak. “Semunya masih belum dihitung. Kami masih berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk data validnya,” imbuh Gatot.

Dia menerangkan, ada 16 titik infrastruktur yang terjadi kerusakan. Di antaranya meliputi kerusakan jembatan,tangkis kali, gorong-gorong, perpipaan, serta jalan tertutup lumpur. “Untuk jembatan permanen ada sepuluh yang terputus,” tambahnya. 

Gatot merinci, persebaran jembatan yang putus terdapat di Desa Kalirejo, Kecamatan Sumbermalang; Desa Pategalan, Kecamatan Jatibanteng; Desa Bantal, Kecamatan Asembagus; dan Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih.

Di Desa Bantal, Kecamatan Asembagus dan Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih terdapat empat jembatan putus. Sedangkan  dua sisanya di Desa Pategalan, Kecamatan Jatibanteng dan Desa Kalirejo, Kecamatan Sumbermalang.

Gatot menerangkan, di beberapa titik bencana berpotensi terjadinya longsor. Karena itu, sebagai langkah antsipatif, PUPR akan mengirimkan bronjong. “Salah satunya yang harus dipasangi bronjong di Kecamatan Sumbermalang,” katanya.

Total, ada 1.800 bronjong yang akan dipasang. Gatot menerangkan, ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan infrastruktur yang lebih parah. “Tetapi secara umum, pemerintah jelas ada tindakan penanganan darurat,” tambahnya.

Penanganan darurat seperti apa yang dilakukan, Gatot mengatakan, itu menjadi kewenangan bupati dan wakil bupati. Yang pasti, SKPD yang dipimpinnya sudah menjalankan tugasnya. “Hasil pengecakan kita di lapangan akan dilaporkan kepada bupati,” ujarnya.

Sementara itu, terputusnya sebuah jembatan di Desa Kalirejo, Kecamatan Sumbermalang memang menyebabkan aktifitas perekonomian warga terganggu. Sebab, jembatan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Desa Kalirejo dengan beberapa desa lainnya. Seperti Desa Sumber Argo dan Desa Taman Kursi.

Akan tetapi Gatot menegaskan, warga tidak sampai terisolir. Sebab, masih ada jalan alternatif yang bisa dilewati meski jarak tempuhnya lebih jauh. “Jalan alternatif itu bisa digunakan dulu,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/