alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Pasutri Laporkan Ketua Paguyuban PKL Alun-Alun

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Hari Sulistiyo, warga Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, mendampingi istrinya ke Mapolres Situbondo, Jumat (8/7). Sebab, pasangan suami-istri (Pasutri) itu menjadi korban pemukulan yang dilakukan, LS, 50, warga Kelurahan Dawuhan, Kecamatan/Kota Situbondo.

Hari Sulistiyo menyebutkan, kedatangannya ke Mapolres untuk meminta keadilan. Ini setelah istrinya dipukul oleh LS pada saat menjaga odong-odong di lokasi wisata kuliner milenial. Tepatnya di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo.

“Saya sangat tidak terima istri saya ditampar hingga tersungkur ke tanah. Istri saya menangis terus gara-gara perbuatan LS yang tidak memiliki alasan jelas. Namanya perempuan ditampar di dapan banyak orang, pasti terbawa perasaan,” ungkap Hari.

Hari menceritakan, kejadian tersebut terjadi pada hari Rabu lalu (6/7). Waktu itu, sekitar pukul 20.00 Wib, seperti biasa istrinya menjaga permainan odong-odong. Selang beberapa waktu, tiba-tiba LS datang dengan nada membentak dari kejauhan. Sambil berteriak-teriak LS meminta uang. “Istri saya kaget dan beratanya sama LS, uang apa?. Begitu istri saya bertanya, tangan kanan LS langsung menampar istri saya,” imbuhnya.

Baca Juga :  Bupati Situbondo Bung Karna ‘Curhat’ ke Kemanterian Ketenagakerjaan RI

Selanjutnya, Hari yang melihat tangan kanan LS melayang begitu cepat, langsung membentak LS untuk berhenti berteriak-teriak. Sayangnya, LS makin ngamuk, dan mengambil kursi plastik lalu dipukulkan kepada Hari. Namun, Hari berhasil menangkis. “Saya tidak bisa melawan, saya hanya bisa menangkis pukulan LS. Jadinya, lengan kanan kiri saya banyak yang luka memar,” jelas Hari.

Kata Hari, LS merupakan Ketua Paguyuban di lokasi tersebut. Tetapi LS memiliki cela kepada teman-teman pedagang kaki lima (PKL ). Sebab, uang milik PKL yang dulu sempat dikumpulkan kepadanya di ambil sendiri tanpa disetorkan kepada yang berwenang. Sehingga teman-teman PKL banyak yang marah.

“Jadi, setelah LS melakukan penyelewengan uang pada Bulan April 2021 lalu, sampei november tahun 2021 uang iuran milik PKL sudah tidak ada. Akibatnya LS tidak berani lagi  datang ke PKL, dan itu sudah lama. Sekarang kok tiba-tiba datang minta uang,” jelasnya.

Baca Juga :  Fasilitas di Alun-Alun Situbondo Dirusak Orang Tak Dikenal

Kasihumas Polres Situbondo, Iptu Ahmad Sutrisno, membenarkan adanya laporan tersebut. Selanjutnya, tim penyidik akan melakukan pemanggilan saksi-saksi, baik saksi korban maupun di duga pelaku. “Kasus itu penganiayaan ringan, nanti kalau diduga pelaku benar-benar melakuka, bisa kena pasal 352 KUHP,” pungkas Sutrisno. (hum/pri)

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Hari Sulistiyo, warga Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, mendampingi istrinya ke Mapolres Situbondo, Jumat (8/7). Sebab, pasangan suami-istri (Pasutri) itu menjadi korban pemukulan yang dilakukan, LS, 50, warga Kelurahan Dawuhan, Kecamatan/Kota Situbondo.

Hari Sulistiyo menyebutkan, kedatangannya ke Mapolres untuk meminta keadilan. Ini setelah istrinya dipukul oleh LS pada saat menjaga odong-odong di lokasi wisata kuliner milenial. Tepatnya di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo.

“Saya sangat tidak terima istri saya ditampar hingga tersungkur ke tanah. Istri saya menangis terus gara-gara perbuatan LS yang tidak memiliki alasan jelas. Namanya perempuan ditampar di dapan banyak orang, pasti terbawa perasaan,” ungkap Hari.

Hari menceritakan, kejadian tersebut terjadi pada hari Rabu lalu (6/7). Waktu itu, sekitar pukul 20.00 Wib, seperti biasa istrinya menjaga permainan odong-odong. Selang beberapa waktu, tiba-tiba LS datang dengan nada membentak dari kejauhan. Sambil berteriak-teriak LS meminta uang. “Istri saya kaget dan beratanya sama LS, uang apa?. Begitu istri saya bertanya, tangan kanan LS langsung menampar istri saya,” imbuhnya.

Baca Juga :  Dihajar Kawanan Preman, Empat Pemuda Wadul Polsek Genteng

Selanjutnya, Hari yang melihat tangan kanan LS melayang begitu cepat, langsung membentak LS untuk berhenti berteriak-teriak. Sayangnya, LS makin ngamuk, dan mengambil kursi plastik lalu dipukulkan kepada Hari. Namun, Hari berhasil menangkis. “Saya tidak bisa melawan, saya hanya bisa menangkis pukulan LS. Jadinya, lengan kanan kiri saya banyak yang luka memar,” jelas Hari.

Kata Hari, LS merupakan Ketua Paguyuban di lokasi tersebut. Tetapi LS memiliki cela kepada teman-teman pedagang kaki lima (PKL ). Sebab, uang milik PKL yang dulu sempat dikumpulkan kepadanya di ambil sendiri tanpa disetorkan kepada yang berwenang. Sehingga teman-teman PKL banyak yang marah.

“Jadi, setelah LS melakukan penyelewengan uang pada Bulan April 2021 lalu, sampei november tahun 2021 uang iuran milik PKL sudah tidak ada. Akibatnya LS tidak berani lagi  datang ke PKL, dan itu sudah lama. Sekarang kok tiba-tiba datang minta uang,” jelasnya.

Baca Juga :  Mulai 20 Maret, Arena Car Free Day Dibuka Lagi

Kasihumas Polres Situbondo, Iptu Ahmad Sutrisno, membenarkan adanya laporan tersebut. Selanjutnya, tim penyidik akan melakukan pemanggilan saksi-saksi, baik saksi korban maupun di duga pelaku. “Kasus itu penganiayaan ringan, nanti kalau diduga pelaku benar-benar melakuka, bisa kena pasal 352 KUHP,” pungkas Sutrisno. (hum/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Doa Mengenang Awak KRI Macan Tutul

Kirim 80 Bronjong ke Wonorejo

Harga Buah Jeruk Nipis Anjlok

Artikel Terbaru

/