alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Berawal dari Prihatin karena di Alam Bebas Sering Diburu

SITUBONDO – Aseb Antoni punya hobi yang agak berbeda. Yaitu memelihara biawak. Dia memelihara hewan reptil itu berawal dari rasa prihatin. Sebab, biawak kerap menjadi sasaran pemburu.

Biawak biasanya ditemui di sungai. Atau di saluran-saluran drainse. Ketika hewan reptil ini muncul, kerap diburu dengan tujuan berbeda-beda. Ada yang ingin membunuhnya karena dinilai membahayakan hewan ternak. Tidak jarak juga yang memburunya dengan tujuan untuk dimakan maupun dijadikan hiasan.

Inilah alasan Aseb Antoni memelihara biawak. Pria yang tinggal di Jalan Argopuro, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji itu, di rumahnya ada enam ekor biawak. Dia mengaku, sudah tujuh tahun memelihara binatang yang memiliki nama latin Salvator itu. “Prihatin saja, karena di alam bebas sering diburu,” katanya.

Padahal, jika dibiarkan di alam bebas, biawak bisa menjadi pengusir tikus atau hama. Nah, daripada jadi sasaran buruan, Aseb menilai, akan lebih baik jika dirawat agar tetap hidup. “Di samping alasan itu, saya juga memang hobi pelihara binatang reptil,” ujarnya.   

Baca Juga :  Akhirnya Pelempar Batu ke Mobil Pikap Ditangkap

Bagi Aseb, perawatan biawak tidak terlalu sulit. Dia menjelaskan, untuk menjaga kebersihannya, cukup dimandikan sekali dalam satu pekan. “Untuk memandikannya, saya menggunakan sabun cair yang memiliki aroma wangi,” tambah pria yang sehari-hari sebagai asisten pribadi Ketua DPRD Situbondo itu.

Sedangkan untuk kebutuhan makanannya, Aseb harus menyediakan daging ayam, tikus putih, dan Ikan. Dia mengatakan, satu ekor biawak, porsi makan satu kilogram daging ayam cukup hingga lima hari ke depan. ”Sebagai penghobi binatang reptil, bagi saya memenuhi kebutuhan makan biawak sangat mudah dan tidak membutuhkan biaya besar,” ujarnya.

Di antara biawak yang dipeliharanya, ada beberapa ekor yang sudah laku terjual kepada sesama penghobi binatang reptil. Satu ekor pernah dijualnya dengan harga Rp 3 juta. Di samping itu, dia juga berencana akan mengikuti kontes reptil. Sudah ada tiga ekor biawak yang dipersiapkan untuk itu.

Baca Juga :  Angin Kencang Rusak Rumah Markacung

Pria kelahiran 29 Agustus 1988 itu mengaku, hobi memelihara hewan sejak masih kecil. Pada usia 10 tahun dia sudah memelihara berbagai jenis hewan reptil. “Cuma belajar mendalami biawak, sekitar tujuh tahunan,” jelasnya.

Pada tahun 2016, Aseb membentuk komunitas pecinta binatang. Hewan-hewan berbahaya pernah dipeliharanya. Seperti Kalajengking, Ular, dan lain sebagainya. Ada yang masih dipelihara, ada juga yang dijualnya. Belum lama ini, Ular Pithon berukuran besar laku terjual.

“Ular Phiton sudah berpindah tangan ke teman komunitas dari luar kota. Saya menjualnya karena asalan keamanan. Saya punya anak kecil di rumah, sehingga terlalu beresiko buat anak saya jika ularnya tetap ada di rumah,” pungkasnya. (bib)

SITUBONDO – Aseb Antoni punya hobi yang agak berbeda. Yaitu memelihara biawak. Dia memelihara hewan reptil itu berawal dari rasa prihatin. Sebab, biawak kerap menjadi sasaran pemburu.

Biawak biasanya ditemui di sungai. Atau di saluran-saluran drainse. Ketika hewan reptil ini muncul, kerap diburu dengan tujuan berbeda-beda. Ada yang ingin membunuhnya karena dinilai membahayakan hewan ternak. Tidak jarak juga yang memburunya dengan tujuan untuk dimakan maupun dijadikan hiasan.

Inilah alasan Aseb Antoni memelihara biawak. Pria yang tinggal di Jalan Argopuro, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji itu, di rumahnya ada enam ekor biawak. Dia mengaku, sudah tujuh tahun memelihara binatang yang memiliki nama latin Salvator itu. “Prihatin saja, karena di alam bebas sering diburu,” katanya.

Padahal, jika dibiarkan di alam bebas, biawak bisa menjadi pengusir tikus atau hama. Nah, daripada jadi sasaran buruan, Aseb menilai, akan lebih baik jika dirawat agar tetap hidup. “Di samping alasan itu, saya juga memang hobi pelihara binatang reptil,” ujarnya.   

Baca Juga :  DPC Demokrat Situbondo Yakin Lolos Verfak

Bagi Aseb, perawatan biawak tidak terlalu sulit. Dia menjelaskan, untuk menjaga kebersihannya, cukup dimandikan sekali dalam satu pekan. “Untuk memandikannya, saya menggunakan sabun cair yang memiliki aroma wangi,” tambah pria yang sehari-hari sebagai asisten pribadi Ketua DPRD Situbondo itu.

Sedangkan untuk kebutuhan makanannya, Aseb harus menyediakan daging ayam, tikus putih, dan Ikan. Dia mengatakan, satu ekor biawak, porsi makan satu kilogram daging ayam cukup hingga lima hari ke depan. ”Sebagai penghobi binatang reptil, bagi saya memenuhi kebutuhan makan biawak sangat mudah dan tidak membutuhkan biaya besar,” ujarnya.

Di antara biawak yang dipeliharanya, ada beberapa ekor yang sudah laku terjual kepada sesama penghobi binatang reptil. Satu ekor pernah dijualnya dengan harga Rp 3 juta. Di samping itu, dia juga berencana akan mengikuti kontes reptil. Sudah ada tiga ekor biawak yang dipersiapkan untuk itu.

Baca Juga :  Ada CJH yang Membawa Beras Dalam Koper

Pria kelahiran 29 Agustus 1988 itu mengaku, hobi memelihara hewan sejak masih kecil. Pada usia 10 tahun dia sudah memelihara berbagai jenis hewan reptil. “Cuma belajar mendalami biawak, sekitar tujuh tahunan,” jelasnya.

Pada tahun 2016, Aseb membentuk komunitas pecinta binatang. Hewan-hewan berbahaya pernah dipeliharanya. Seperti Kalajengking, Ular, dan lain sebagainya. Ada yang masih dipelihara, ada juga yang dijualnya. Belum lama ini, Ular Pithon berukuran besar laku terjual.

“Ular Phiton sudah berpindah tangan ke teman komunitas dari luar kota. Saya menjualnya karena asalan keamanan. Saya punya anak kecil di rumah, sehingga terlalu beresiko buat anak saya jika ularnya tetap ada di rumah,” pungkasnya. (bib)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/