alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Kematian Akibat Korona Tinggi, Dinkes Evluasi Kinerja RS

JawaPos.com – Tingginya angka kematian akibat Covid 19 di Kota Santri membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo gerah. Mereka pun melakukan evaluasi kinerja petugas di sejumlah rumah sakit.

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Plt Kadinkes) Situbondo, Imam Hidayat, pihaknya sudah mendatangi dua rumah sakit rujukan pasien Covid 19. Yakni Abdoer Rahem dan Elisabeth.

“Kita lakukan pengecekan alat-alat rumah sakit, kinerja tenaga medis, hingga melakukan wawancara terhadap petugas yang menangani pasien Covid 19.  Tujuan dari semua itu tak lain untuk mencari tahu penyebab utama meninggalnya pasien Covid 19. Apakah karena ventilator tidak memadai, tenaga medis yang kurang kompeten, atau hal lain,” ucapnya.

Baca Juga :  Berharap Nilai SAKIP Capai BB, Ini Evaluasi Pemkab Situbondo

Nah, data-data dari hasil pemeriksaan itu dia kumpulkan untuk dikaji.“Nanti kalau sudah ketemu permasalahan utamanya apa, kita kan tinggal cari solusi. Kira-kira apa yang harus diperbaiki untuk meminimalisir angka kematian pasien Covid 19,” jelasnya.

Imam Hidayat yakin akan lebih banyak pasien korona yang tertolong jika pelayanan yang diberikan berbasis analisa ilmiah. “Dan saya akan mencoba memulai semua itu. Semoga saja berjalan lancar,” tuturnya.

Lebih lanjut, Plt Kadinkes mengatakan, pihaknya juga berencana akan mengoptimalkan tracing terhadap masyarakat Situbondo. Tujuannya untuk mencari tahu orang-orang yang terpapar korona.

“Bahkan kalau memungkinkan kita lakukan tracing masssal. Karena semakin sering kita melakukan tracing, akan semakin banyak pasien positif yang terdeteksi. Dan semakin mudah kita memberikan pengobatan kepada mereka,” tuturnya.

Baca Juga :  Masuk Situbondo Wajib Menunjukkan Hasil Rapid Antigen

Informasi yang diterima koran ini, jumlah pasien Covid 19 hingga kemarin mencapai 1790 orang. Sebanyak 130 dari mereka meninggal dunia. (zul)

JawaPos.com – Tingginya angka kematian akibat Covid 19 di Kota Santri membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo gerah. Mereka pun melakukan evaluasi kinerja petugas di sejumlah rumah sakit.

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Plt Kadinkes) Situbondo, Imam Hidayat, pihaknya sudah mendatangi dua rumah sakit rujukan pasien Covid 19. Yakni Abdoer Rahem dan Elisabeth.

“Kita lakukan pengecekan alat-alat rumah sakit, kinerja tenaga medis, hingga melakukan wawancara terhadap petugas yang menangani pasien Covid 19.  Tujuan dari semua itu tak lain untuk mencari tahu penyebab utama meninggalnya pasien Covid 19. Apakah karena ventilator tidak memadai, tenaga medis yang kurang kompeten, atau hal lain,” ucapnya.

Baca Juga :  Persediaan Uang UP di Sekwan Diduga untuk Kegiatan Anggota DPRD

Nah, data-data dari hasil pemeriksaan itu dia kumpulkan untuk dikaji.“Nanti kalau sudah ketemu permasalahan utamanya apa, kita kan tinggal cari solusi. Kira-kira apa yang harus diperbaiki untuk meminimalisir angka kematian pasien Covid 19,” jelasnya.

Imam Hidayat yakin akan lebih banyak pasien korona yang tertolong jika pelayanan yang diberikan berbasis analisa ilmiah. “Dan saya akan mencoba memulai semua itu. Semoga saja berjalan lancar,” tuturnya.

Lebih lanjut, Plt Kadinkes mengatakan, pihaknya juga berencana akan mengoptimalkan tracing terhadap masyarakat Situbondo. Tujuannya untuk mencari tahu orang-orang yang terpapar korona.

“Bahkan kalau memungkinkan kita lakukan tracing masssal. Karena semakin sering kita melakukan tracing, akan semakin banyak pasien positif yang terdeteksi. Dan semakin mudah kita memberikan pengobatan kepada mereka,” tuturnya.

Baca Juga :  Hujan Angin, Empat Rumah Tertimpa Pohon Tumbang

Informasi yang diterima koran ini, jumlah pasien Covid 19 hingga kemarin mencapai 1790 orang. Sebanyak 130 dari mereka meninggal dunia. (zul)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/