alexametrics
28.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Angka Pengangguran Kian Meningkat di Masa Pandemi

SITUBONDO – Pandemi Covid 19 membuat banyak perusahaan maupun usaha ekonomi lainnya gulung tikar. Banyak pekerja-pekerja dirumahkan. Keadaan ini mengakibatkan banyaknya pengangguran.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Didik Sulistiyono S.H, M.SI menerangkan, jumlah pengangguran di Kabupaten Situbondo mengalami peningkatan selama masa pandemi. Dia menyebutkan, data perkembangan pengangguran terbuka menurut pendidikan yang ditamatkan selama tahun 2015 hingga 2020, didominasi oleh penduduk dengan tingkat pendidikan SMA. Baik umum dan kejuruan. 

“Pada tahun 2020 persentase pengangguran dengan tingkat SMA adalah yang paling banyak dibandingkan pengangguran dengan tingkat pendidikan lainnya, mencapai 47,23 persen. Pada masa ini sudah terjadi pandemi Covid 19,” terangnya kepada sejumlah wartawan.

Didik menyebutkan, jumlah pengangguran di Kabupaten Situbondo selama tahun 2015-2020 fluktuatif. Pada tahun 2015 sebanyak 13.013 orang atau sebanyak 3,57 persen dari jumlah angkatan kerja. Pada tahun 2017, jumlah pengangguran mengalami penurunan menjadi 5.723 atau 1,49 persen dari jumlah angkatan kerja.

Sedangkan pada tahun 2018 jumlah pengangguran mengalami kenaikan sedikit menjadi 7.359 atau sebesar 1,85 persen dari jumlah angkatan kerja. Pada tahun 2019 jumlah pengangguran mengalami peningkatan menjadi 11,148 atau sebesar 2,82 persen dari jumlah angkatan kerja. Kemudian pada tahun 2020 jumlah pengangguran terus mengalami peningkatan lagi karen dampak dari pandemi Covid 19 menjadi 15,722 atau sebesar 5,83 persen dari jumlah angkatan kerja.

Didik menyebutkan, untuk mengatasi meningkatnya angka pengangguran, pihaknya membuka pelatihan bagi mereka yang dirumahkan akibat Covid 19. “Sehingga nanti mereka bisa mandiri, dalam artian menciptakan lapangan kerja sendiri di rumah ataupun berkelompok,” ujarnya. (mg4/pri)

SITUBONDO – Pandemi Covid 19 membuat banyak perusahaan maupun usaha ekonomi lainnya gulung tikar. Banyak pekerja-pekerja dirumahkan. Keadaan ini mengakibatkan banyaknya pengangguran.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Didik Sulistiyono S.H, M.SI menerangkan, jumlah pengangguran di Kabupaten Situbondo mengalami peningkatan selama masa pandemi. Dia menyebutkan, data perkembangan pengangguran terbuka menurut pendidikan yang ditamatkan selama tahun 2015 hingga 2020, didominasi oleh penduduk dengan tingkat pendidikan SMA. Baik umum dan kejuruan. 

“Pada tahun 2020 persentase pengangguran dengan tingkat SMA adalah yang paling banyak dibandingkan pengangguran dengan tingkat pendidikan lainnya, mencapai 47,23 persen. Pada masa ini sudah terjadi pandemi Covid 19,” terangnya kepada sejumlah wartawan.

Didik menyebutkan, jumlah pengangguran di Kabupaten Situbondo selama tahun 2015-2020 fluktuatif. Pada tahun 2015 sebanyak 13.013 orang atau sebanyak 3,57 persen dari jumlah angkatan kerja. Pada tahun 2017, jumlah pengangguran mengalami penurunan menjadi 5.723 atau 1,49 persen dari jumlah angkatan kerja.

Sedangkan pada tahun 2018 jumlah pengangguran mengalami kenaikan sedikit menjadi 7.359 atau sebesar 1,85 persen dari jumlah angkatan kerja. Pada tahun 2019 jumlah pengangguran mengalami peningkatan menjadi 11,148 atau sebesar 2,82 persen dari jumlah angkatan kerja. Kemudian pada tahun 2020 jumlah pengangguran terus mengalami peningkatan lagi karen dampak dari pandemi Covid 19 menjadi 15,722 atau sebesar 5,83 persen dari jumlah angkatan kerja.

Didik menyebutkan, untuk mengatasi meningkatnya angka pengangguran, pihaknya membuka pelatihan bagi mereka yang dirumahkan akibat Covid 19. “Sehingga nanti mereka bisa mandiri, dalam artian menciptakan lapangan kerja sendiri di rumah ataupun berkelompok,” ujarnya. (mg4/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/