alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Sering Makan Korban, Warga Tenggir Tambal Jalan Pakai Semen dan Pasir

RadarBanyuwangi.id – Warga Desa Tenggir, Kecamatan Panji memperbaiki jalan berlubang secara swadaya, Minggu (5/9) kemarin.  Langkah ini untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan korban luka  bahkan meninggal.

Perbaikan jalan yang dilakukan oleh warga Tenggir dilakukan secara gotong royong.  Mereka terpaksa secara swadaya melakukan karena jalan yang berlubang dan sering digenangi air merupakan jalan utama yang menghubungkan Desa Curah Jeru, Desa Olean dan Desa Kayuputih, bahkan akses menuju ke kota.

Yazid, warga Dusun Barat Desa Tenggir, mengatakan di kampungnya banyak jalan yang berlubang dan sering terjadi kecelakaan. Banyak pengendara, khususnya pendera roda dua yang jatuh lantaran terprosok pada jalan berlubang.

“Perbaikan jalan itu secara swadaya, ini bentuk kepedulian warga terhadap pemerintah daerah. Guna mengurangi angka kecelakaan. Jika jalan yang berlubang itu dibiarkan, bisa bertambah lebar. Makanya kami memperbaiki jalan itu atas inisiatif sendiri,” terangnya kepada wartawan koran ini.

Salah satu pengendara motor, Yanto, warga Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran menuturkan jalan yang berlubang yang ditambal warga  tentu selanjutnya menjadi PR bagi pemerintah desa maupun pemerintah daerah.”Kalau dibiarkan terus menerus, bisa saja tambah melebar dan dimungkinkan bertambahnya angka kecelakaan. Untungnya masih ada warga yang peduli terhadap lingkungannya,” tuturnya.

Rifai, warga yang lain mengungkapkan, perbaikan jalan rusak atau berlubang di Desa Tenggir patut dijadikan contoh untuk desa-desa yang lain, khususnya yang ada di Kecamatan Panji dan sekitar. “Semangat bergotong royong, saling bahu membahu memperbaiki akeses jalan adalah wujud nyata kepedulian kita terhadap pemerintah, agar pembangunan jalan di desa ini berjalan optimal,” terang ketua Karang Taruna Gemilang Desa Tenggir itu. (jpn/pri)

RadarBanyuwangi.id – Warga Desa Tenggir, Kecamatan Panji memperbaiki jalan berlubang secara swadaya, Minggu (5/9) kemarin.  Langkah ini untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan korban luka  bahkan meninggal.

Perbaikan jalan yang dilakukan oleh warga Tenggir dilakukan secara gotong royong.  Mereka terpaksa secara swadaya melakukan karena jalan yang berlubang dan sering digenangi air merupakan jalan utama yang menghubungkan Desa Curah Jeru, Desa Olean dan Desa Kayuputih, bahkan akses menuju ke kota.

Yazid, warga Dusun Barat Desa Tenggir, mengatakan di kampungnya banyak jalan yang berlubang dan sering terjadi kecelakaan. Banyak pengendara, khususnya pendera roda dua yang jatuh lantaran terprosok pada jalan berlubang.

“Perbaikan jalan itu secara swadaya, ini bentuk kepedulian warga terhadap pemerintah daerah. Guna mengurangi angka kecelakaan. Jika jalan yang berlubang itu dibiarkan, bisa bertambah lebar. Makanya kami memperbaiki jalan itu atas inisiatif sendiri,” terangnya kepada wartawan koran ini.

Salah satu pengendara motor, Yanto, warga Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran menuturkan jalan yang berlubang yang ditambal warga  tentu selanjutnya menjadi PR bagi pemerintah desa maupun pemerintah daerah.”Kalau dibiarkan terus menerus, bisa saja tambah melebar dan dimungkinkan bertambahnya angka kecelakaan. Untungnya masih ada warga yang peduli terhadap lingkungannya,” tuturnya.

Rifai, warga yang lain mengungkapkan, perbaikan jalan rusak atau berlubang di Desa Tenggir patut dijadikan contoh untuk desa-desa yang lain, khususnya yang ada di Kecamatan Panji dan sekitar. “Semangat bergotong royong, saling bahu membahu memperbaiki akeses jalan adalah wujud nyata kepedulian kita terhadap pemerintah, agar pembangunan jalan di desa ini berjalan optimal,” terang ketua Karang Taruna Gemilang Desa Tenggir itu. (jpn/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/