alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Wednesday, October 5, 2022

Disnakkan Gelar Pengobatan PMK Gratis Serentak

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Pemkab Situbondo menggelar pengobatan gratis tahap pertama, Minggu (7/8) kemarin. Ini dilakukan secara serentak untuk hewan ternak  di 17 Kecamatan. Langkah ini untuk meminimalisir agar sapi maupun kambing milik warga tidak terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK).

Plt. Kepala Disnakkan, Kholil menyebutkan, pemberian obat kepada hewan warga tidak perlu mengeluarkan biaya. Sebab,  kebutuhan obat yang diberikan kepada hewan ditanggung oleh pemerintah. “Anggaran yang digunakan untuk pembelian obat bersumber dari APBD. Jumlahnya Rp.1,5 miliar,” ujar Kholil, Minggu(7/8) kemarin.

Kholil menyebutkan, uang tersebut sudah digunakan untuk pembelian obat dan perlengkapan pendukung lain dalam menangani kasus PMK. “Memang untuk kebutuhan obat ini kami akui terlambat. Karena untuk bisa mendapatkan obat tersebut, kita harus menunggu antrean,” jelasnya.

Baca Juga :  Dua Hektare Lahan Tebu Dilalap Api

Alasannya, kata dia, meski pemerintah melakukan pemesanan langsung ke pabrik obat, rata-rata sudah banyak kabupaten lain yang melakukan pemesanan terlebih dahulu. Padahal, sekitar enam pabrik yang menjadi referensi, rata-rata penuh pesanan yang dibutuhkan pihak lain.   “Makanya, begitu obat yang sudah kami pesan datang, langsung segera kami lakukan pengobatan serentak,” kata Kholil.

Dia menceritakan, meski obat yang dipesan bukan obat khusus penyakit PMK, namun fungsinya untuk meningkatkan daya tubuh hewan ternak. Obat tersebut mengandung antibiotik, inflamasi dan vitamin. “Hewan yang sakit dan diberi obat, maka bisa mengurangi resiko semakin parah. Secara perlahan hewan justru bisa kembali sembuh normal,” jelasnya.

Selain itu, Kholil menyebutkan, kasus PMK di Kota Santri hingga saat ini terus melandai. Pemerintah terus berupaya menekan kasus persebaran PMK. “Tingkat kesembuhan hewan ternak terus meningkat. Sedangkan kategori suspek setiap harinya menurun,” ucapnya.

Baca Juga :  Lima Rumah Rusak Akibat Disapu Angin Puting Beliung

Kata dia, laju kasus PMK harian menunjukkan hasil baik. Tingkat kesembuhan mencapai 75 hingga 100 ekor perhari. Sedangkan, kasus hewan suspek menurun, sebelumnya bisa mencapai puluhan ekor, namun saat ini hanya sekitar 20 persen perhari. “Angka suspek menurun, dan tingkat kesembuhan hewan terus meningkat setiap hari,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu warga Desa Sumiring, Kecamatan mengaran, Efendi mengaku senang karena hewan ternak miliknya mendapat bantuan obat gratis. Sebab, sudah beberapa hari sapi  miliknya sedang sakit. “Semoga bisa cepat sembuh setelah mendapat bantuan obat. Agar tidak semakin parah,” ucapnya singkat. (wan/pri)

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Pemkab Situbondo menggelar pengobatan gratis tahap pertama, Minggu (7/8) kemarin. Ini dilakukan secara serentak untuk hewan ternak  di 17 Kecamatan. Langkah ini untuk meminimalisir agar sapi maupun kambing milik warga tidak terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK).

Plt. Kepala Disnakkan, Kholil menyebutkan, pemberian obat kepada hewan warga tidak perlu mengeluarkan biaya. Sebab,  kebutuhan obat yang diberikan kepada hewan ditanggung oleh pemerintah. “Anggaran yang digunakan untuk pembelian obat bersumber dari APBD. Jumlahnya Rp.1,5 miliar,” ujar Kholil, Minggu(7/8) kemarin.

Kholil menyebutkan, uang tersebut sudah digunakan untuk pembelian obat dan perlengkapan pendukung lain dalam menangani kasus PMK. “Memang untuk kebutuhan obat ini kami akui terlambat. Karena untuk bisa mendapatkan obat tersebut, kita harus menunggu antrean,” jelasnya.

Baca Juga :  Khawatir PMK, Masyarakat Pilih Daging Ayam

Alasannya, kata dia, meski pemerintah melakukan pemesanan langsung ke pabrik obat, rata-rata sudah banyak kabupaten lain yang melakukan pemesanan terlebih dahulu. Padahal, sekitar enam pabrik yang menjadi referensi, rata-rata penuh pesanan yang dibutuhkan pihak lain.   “Makanya, begitu obat yang sudah kami pesan datang, langsung segera kami lakukan pengobatan serentak,” kata Kholil.

Dia menceritakan, meski obat yang dipesan bukan obat khusus penyakit PMK, namun fungsinya untuk meningkatkan daya tubuh hewan ternak. Obat tersebut mengandung antibiotik, inflamasi dan vitamin. “Hewan yang sakit dan diberi obat, maka bisa mengurangi resiko semakin parah. Secara perlahan hewan justru bisa kembali sembuh normal,” jelasnya.

Selain itu, Kholil menyebutkan, kasus PMK di Kota Santri hingga saat ini terus melandai. Pemerintah terus berupaya menekan kasus persebaran PMK. “Tingkat kesembuhan hewan ternak terus meningkat. Sedangkan kategori suspek setiap harinya menurun,” ucapnya.

Baca Juga :  Warga Saling Serobot, Pembagian BLT BBM Sempat Ricuh

Kata dia, laju kasus PMK harian menunjukkan hasil baik. Tingkat kesembuhan mencapai 75 hingga 100 ekor perhari. Sedangkan, kasus hewan suspek menurun, sebelumnya bisa mencapai puluhan ekor, namun saat ini hanya sekitar 20 persen perhari. “Angka suspek menurun, dan tingkat kesembuhan hewan terus meningkat setiap hari,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu warga Desa Sumiring, Kecamatan mengaran, Efendi mengaku senang karena hewan ternak miliknya mendapat bantuan obat gratis. Sebab, sudah beberapa hari sapi  miliknya sedang sakit. “Semoga bisa cepat sembuh setelah mendapat bantuan obat. Agar tidak semakin parah,” ucapnya singkat. (wan/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/