alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Wednesday, October 5, 2022

Anggaran Keamanan Pilkades Serentak Nihil

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo –Petugas keamanan pilkades serentak tahun ini terancam tidak mendapatkan honor. Ini sebagai akibat pemerintah terlalu kecil memberikan anggaran untuk pelaksanaan pesta demokrasi di tingkat paling bawah tersebut.

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Situbondo, total anggaran honor petugas keamanan di masing-masing TPS totalnya sekitar Rp 475 juta. Padahal, anggaran yang disediakan untuk pelaksanaan pilkades serentak hanya Rp 1 miliar.

Ketua Komisi I DPRD Situbondo, Hadi Priyanto mengatakan, petugas keamanan yang terancam tidak menerima honor adalah TNI-Polri dan unsur dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) serta Linmas. Pasalnya pemerintah hanya mengalokasikan dana pilkades sebesar Rp. 1 miliar. “Pada pelaksanaan pilkades kali ini, honor untuk petugas keamanan nihil,” ujar Hadi Priyanto, Minggu (7/8) kemarin.

Baca Juga :  Dinkop dan UM Situbondo Torehkan Prestasi Tingkat Jawa Timur

Hadi mengaku tidak tahu maksud dan tujuan pemerintah daerah memberikan anggaran terlalu minim. Sehingga petugas yang sangat urgen itu tidak mendapat honor saat melaksanakan tugas untuk keamanan di TPS. ”Ini baru pertama terjadi. Saya rasa pemberian honor untuk petugas keamanan tidak terlalu besar. Mereka menjadi garda terdepan untuk menjaga kelancaraan pelaksanaan pilkades serentak,” ungkapnya.

Politisi asal Kecamatan Kapongan itu mengaku, baru mengetahui anggaran untuk petugas keamanan nihil setelah Komisi I DPRD menggelar audiensi bersama sejumlah camat, panitia pilkades, dinas DPMD, Jumat (5/8) lalu. Untuk melakukan penambahan anggaran sudah terlambat. “Kami mencoba mencari cara agar petugas keamanan bisa mendapat honor. Tetapi itu sudah terlambat,” ucapnya

Baca Juga :  Dua Tahun WBP Tak Bisa Bertemu Langsung Keluarga

Dia menegaskan, petugas di masing-masing TPS berhak menerima honor. Pasalnya, mereka harus selalu bersiap diri menjaga kondusifitas TPS saat berlangsungnya pemilihan kepala desa. “Kejadian ini tentu menjadi perhatian khusus kami. Kami komitmen di perubahan APBD 2022 mendatang, salah satunya mencantumkan anggaran petugas keamanan saat pelaksanaan pilkades serentak,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (DPMD), Lutfi Prihatin mengatakan, ketersediaan anggaran diperuntukkan untuk petugas keamanan memang tidak ada. Namun, agar petugas tetap bisa mendapatkan haknya, bisa disesuaikan berdasarkan kebijakan instansi masing-masing. “Petugas keamanan dari unsur Satpol-PP menunggu PAK bulan depan. Sedangkan untuk petugas dari anggota polisi sistemnya melalui hibah dari intansi terkait,” ucapnya, singkat. (wan/pri)

SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo –Petugas keamanan pilkades serentak tahun ini terancam tidak mendapatkan honor. Ini sebagai akibat pemerintah terlalu kecil memberikan anggaran untuk pelaksanaan pesta demokrasi di tingkat paling bawah tersebut.

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Situbondo, total anggaran honor petugas keamanan di masing-masing TPS totalnya sekitar Rp 475 juta. Padahal, anggaran yang disediakan untuk pelaksanaan pilkades serentak hanya Rp 1 miliar.

Ketua Komisi I DPRD Situbondo, Hadi Priyanto mengatakan, petugas keamanan yang terancam tidak menerima honor adalah TNI-Polri dan unsur dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) serta Linmas. Pasalnya pemerintah hanya mengalokasikan dana pilkades sebesar Rp. 1 miliar. “Pada pelaksanaan pilkades kali ini, honor untuk petugas keamanan nihil,” ujar Hadi Priyanto, Minggu (7/8) kemarin.

Baca Juga :  Arena Permainan Alun-alun Dinilai Membahayakan

Hadi mengaku tidak tahu maksud dan tujuan pemerintah daerah memberikan anggaran terlalu minim. Sehingga petugas yang sangat urgen itu tidak mendapat honor saat melaksanakan tugas untuk keamanan di TPS. ”Ini baru pertama terjadi. Saya rasa pemberian honor untuk petugas keamanan tidak terlalu besar. Mereka menjadi garda terdepan untuk menjaga kelancaraan pelaksanaan pilkades serentak,” ungkapnya.

Politisi asal Kecamatan Kapongan itu mengaku, baru mengetahui anggaran untuk petugas keamanan nihil setelah Komisi I DPRD menggelar audiensi bersama sejumlah camat, panitia pilkades, dinas DPMD, Jumat (5/8) lalu. Untuk melakukan penambahan anggaran sudah terlambat. “Kami mencoba mencari cara agar petugas keamanan bisa mendapat honor. Tetapi itu sudah terlambat,” ucapnya

Baca Juga :  Karyawan Pabrik Ditemukan Meninggal Dalam Kamar

Dia menegaskan, petugas di masing-masing TPS berhak menerima honor. Pasalnya, mereka harus selalu bersiap diri menjaga kondusifitas TPS saat berlangsungnya pemilihan kepala desa. “Kejadian ini tentu menjadi perhatian khusus kami. Kami komitmen di perubahan APBD 2022 mendatang, salah satunya mencantumkan anggaran petugas keamanan saat pelaksanaan pilkades serentak,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (DPMD), Lutfi Prihatin mengatakan, ketersediaan anggaran diperuntukkan untuk petugas keamanan memang tidak ada. Namun, agar petugas tetap bisa mendapatkan haknya, bisa disesuaikan berdasarkan kebijakan instansi masing-masing. “Petugas keamanan dari unsur Satpol-PP menunggu PAK bulan depan. Sedangkan untuk petugas dari anggota polisi sistemnya melalui hibah dari intansi terkait,” ucapnya, singkat. (wan/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/