alexametrics
26.6 C
Banyuwangi
Friday, July 1, 2022

Dihadiri Ribuan Undangan, Mubes IKSASS Dibuka Gubernur Jatim

ASEMBAGUS, Radar Situbondo – Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah-Syafi’iyah Kamis (9/6) ini menggelar musyawarah besar (mubes) ke-10. Ribuan undangan akan menghadiri acara yang ditempatkan di Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Ibrahimy, Desa Bantal, Kecamatan Asembagus, Situbondo, tersebut. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa diagendakan membuka acara.

Ketua Panitia Mubes 10, Zeiniye menerangkan, mubes dihadiri sekitar 1500 undangan. Mereka terdiri dari ahlul bait pondok pesantren, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus pusat IKSASS, pengurus rayon tingkat kabupaten, sub rayon tingkat kecamatan hingga komisariat tingkat desa. “Termasuk juga  alumni dari berbagai profesi  mulai dari alumni yang menjadi pengasuh pesantren, aktif di NU, pendidikan, ekonomi, negarawan dan profesi-profesi lainnya juga akan hadir,” terangnya.

Dia menyebutkan, untuk peserta aktif yang akan mengikuti kegiatan Mubes sampai tiga hari ke depan, terdiri dari pengurus rayon lima orang, sub rayon tiga orang, komisariat dua orang. “Total diperkirakan mencapai 750 orang yang juga meliputi alumni se-Nusantara. Terdiri dari 46 Rayon IKSASS, 12 Rayon IKMASS, 125 Komisariat IKSASS dan 27 Organisasi Basis Alumni,” terang perempuan yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur tersebut.

Zeiniye menyebutkan, tema yang diangkat pada pelaksanaan mubes kali ini adalah meneguhkan khidmah organisasi untuk persaudaraan menuju peradaban pesantren. Dia menegaskan, di usianya yang ke-34, Mubes IKSASS bukan lagi menargetkan konsolidasi. Tapi, juga penanaman jiwa berkhidmad yang kokoh terhadap para alumni.

“Yakni pengabdian melalui IKSASS sebagai wadah perjuangan. Sehingga, ruhul jihad semakin kuat tersambung dengan para guru, dengan pesantren, dengan masyarakat, sehingga kehadiran IKSASS bisa menebar manfaat dan bisa mewarnai tatanan sosio kultur peradaban di tengah-tengah masyarakat, bangsa dan negara,” papar perempuan yang juga menjabat sebagai Wakil ketua pusat IKSASS tersebut.

Disebutkan, mubes IKSASS merupakan forum musyawarah tertinggi yang diadakan tiap empat tahun sekali. Tujuannya adalah membahas AD/ART IKSASS dengan mempertimbangkan perkembangan IKSASS, kebutuhan dan kearifan lokal. Sehingga perlu ada review kembali.

Selain itu, Mubes membahas garis-garis perjuangan dan pengabdian IKSASS. Sebab, IKSASS prinsipnya adalah berjuang bersama tanpa batas. “Kita juga membahas laporan pertanggungjawaban pengurus IKSASS periode saat ini serta suksesi kepemimpinan IKSASS empat tahun ke depan,” imbuh Zeiniye.

Mantan ketua DPRD Situbondo tersebut menerangkan, sejumlah kegiatan lain menyertai pelaksanaan mubes. Di antaranya dialog podcast dengan perwalikan alumni lintas profesi dari unsur NU, unsur pendidikan, unsur ekonomi dan unsur negarawan. Ada juga khotmil Qur’an, santunan anak yatim,  bazar produk yang memasarkan produk alumni serta Bazar kuliner yang menyediakan stand gratis masakan khas masing-masing sub rayon di Situbondo untuk peserta aktif.

Panitia juga mempersembahkan layanan kearifan lokal di masing masing sub rayon. Misalnya ruqyah, bekam, jamu tradisional, antar jemput peserta ke maqbaroh ketika sudah jam istirahat, jamu tradisional hingga pijat reflexi. “Alhamdulillah, antusiasme alumni luar biasa, partisipasi alumni, dan masyarakat sungguh luar biasa hingga tahapan perencanaan pelaksanaan mubes bisa berjalan dengan lancar,” pungkas Zeiniye. (hum/pri)

ASEMBAGUS, Radar Situbondo – Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah-Syafi’iyah Kamis (9/6) ini menggelar musyawarah besar (mubes) ke-10. Ribuan undangan akan menghadiri acara yang ditempatkan di Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Ibrahimy, Desa Bantal, Kecamatan Asembagus, Situbondo, tersebut. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa diagendakan membuka acara.

Ketua Panitia Mubes 10, Zeiniye menerangkan, mubes dihadiri sekitar 1500 undangan. Mereka terdiri dari ahlul bait pondok pesantren, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus pusat IKSASS, pengurus rayon tingkat kabupaten, sub rayon tingkat kecamatan hingga komisariat tingkat desa. “Termasuk juga  alumni dari berbagai profesi  mulai dari alumni yang menjadi pengasuh pesantren, aktif di NU, pendidikan, ekonomi, negarawan dan profesi-profesi lainnya juga akan hadir,” terangnya.

Dia menyebutkan, untuk peserta aktif yang akan mengikuti kegiatan Mubes sampai tiga hari ke depan, terdiri dari pengurus rayon lima orang, sub rayon tiga orang, komisariat dua orang. “Total diperkirakan mencapai 750 orang yang juga meliputi alumni se-Nusantara. Terdiri dari 46 Rayon IKSASS, 12 Rayon IKMASS, 125 Komisariat IKSASS dan 27 Organisasi Basis Alumni,” terang perempuan yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur tersebut.

Zeiniye menyebutkan, tema yang diangkat pada pelaksanaan mubes kali ini adalah meneguhkan khidmah organisasi untuk persaudaraan menuju peradaban pesantren. Dia menegaskan, di usianya yang ke-34, Mubes IKSASS bukan lagi menargetkan konsolidasi. Tapi, juga penanaman jiwa berkhidmad yang kokoh terhadap para alumni.

“Yakni pengabdian melalui IKSASS sebagai wadah perjuangan. Sehingga, ruhul jihad semakin kuat tersambung dengan para guru, dengan pesantren, dengan masyarakat, sehingga kehadiran IKSASS bisa menebar manfaat dan bisa mewarnai tatanan sosio kultur peradaban di tengah-tengah masyarakat, bangsa dan negara,” papar perempuan yang juga menjabat sebagai Wakil ketua pusat IKSASS tersebut.

Disebutkan, mubes IKSASS merupakan forum musyawarah tertinggi yang diadakan tiap empat tahun sekali. Tujuannya adalah membahas AD/ART IKSASS dengan mempertimbangkan perkembangan IKSASS, kebutuhan dan kearifan lokal. Sehingga perlu ada review kembali.

Selain itu, Mubes membahas garis-garis perjuangan dan pengabdian IKSASS. Sebab, IKSASS prinsipnya adalah berjuang bersama tanpa batas. “Kita juga membahas laporan pertanggungjawaban pengurus IKSASS periode saat ini serta suksesi kepemimpinan IKSASS empat tahun ke depan,” imbuh Zeiniye.

Mantan ketua DPRD Situbondo tersebut menerangkan, sejumlah kegiatan lain menyertai pelaksanaan mubes. Di antaranya dialog podcast dengan perwalikan alumni lintas profesi dari unsur NU, unsur pendidikan, unsur ekonomi dan unsur negarawan. Ada juga khotmil Qur’an, santunan anak yatim,  bazar produk yang memasarkan produk alumni serta Bazar kuliner yang menyediakan stand gratis masakan khas masing-masing sub rayon di Situbondo untuk peserta aktif.

Panitia juga mempersembahkan layanan kearifan lokal di masing masing sub rayon. Misalnya ruqyah, bekam, jamu tradisional, antar jemput peserta ke maqbaroh ketika sudah jam istirahat, jamu tradisional hingga pijat reflexi. “Alhamdulillah, antusiasme alumni luar biasa, partisipasi alumni, dan masyarakat sungguh luar biasa hingga tahapan perencanaan pelaksanaan mubes bisa berjalan dengan lancar,” pungkas Zeiniye. (hum/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/