alexametrics
25.4 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Nelayan Berharap DLH Bersihkan Sampah di Pesisir Panarukan

PANARUKAN – Sampah di pinggir Pantai pesisir Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Situbondo, menumpuk berserakan. Sangat tak nyaman dipandang mata. Seorang warga sekitar berharap agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bisa membersihkan sampah tersebut agar bisa dicontoh masyarakat setempat.

Syukron, salah satu warga menerangkan, jika hanya mengandalkan masyarakat sekitar, maka sampah yang begitu banyak tidak mungkin bisa dibersihkan. Lokasinya sangat dekat dengan rumah warga. Menumpuk dalam tempat yang sangat luas seolah tidak pernah dibersihkan.

Diakui, pemandangan tersebut tenty sangat memprihatinkan. Sebab yang datang ke pelabuhan tersebut bukan hanya orang Situbondo saja. Tapi, banyak pendatang. Mulai orang Madura, Probolinggo dan lain sebagainya. Mereka merupakan nelayan. “Saya rasa hal ini perlu tindakan dari DLH. Dan sampah itu tidak akan bisa dibersihkan dengan menggunakan tangan saja. Baru bisa kalau pakai alat berat (Excavator),” kata Syukron.

Menurutnya, sampah tersebut lama tidak dibersihkan. Sampah itu bukan warga setempat yang membuangnya. Tetapi bawaan dari tengah laut. Apalagi jika musim penghujan. “Yang jelas hanya pemerintah yang bisa membersihkan tempat tersebut,” imbuh Syukron.

Warga lainnya yang enggan disebutkan namanya mengatakan, dua tahun silam tempat tersebut sebenarnya sempat dibersihkan.  Hanya saja setelah itu tidak ada tindak lanjut. Padahal masyarakat sekitar sudah senang membersihkan juga karena sampahnya sudah sedikit.

“Namun, warga sekarang malas membersihkan karena sampahnya terlalu banyak. Tempat ini dibersihkan, waktu Dadang jadi bupati. Tidak tahu bupati yang sekarang bagaimana. Yang jelas harapan kami, pemerintah harus turun untuk melihat langsung sampah ini,” pungkasnya. (hum/pri)

PANARUKAN – Sampah di pinggir Pantai pesisir Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Situbondo, menumpuk berserakan. Sangat tak nyaman dipandang mata. Seorang warga sekitar berharap agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bisa membersihkan sampah tersebut agar bisa dicontoh masyarakat setempat.

Syukron, salah satu warga menerangkan, jika hanya mengandalkan masyarakat sekitar, maka sampah yang begitu banyak tidak mungkin bisa dibersihkan. Lokasinya sangat dekat dengan rumah warga. Menumpuk dalam tempat yang sangat luas seolah tidak pernah dibersihkan.

Diakui, pemandangan tersebut tenty sangat memprihatinkan. Sebab yang datang ke pelabuhan tersebut bukan hanya orang Situbondo saja. Tapi, banyak pendatang. Mulai orang Madura, Probolinggo dan lain sebagainya. Mereka merupakan nelayan. “Saya rasa hal ini perlu tindakan dari DLH. Dan sampah itu tidak akan bisa dibersihkan dengan menggunakan tangan saja. Baru bisa kalau pakai alat berat (Excavator),” kata Syukron.

Menurutnya, sampah tersebut lama tidak dibersihkan. Sampah itu bukan warga setempat yang membuangnya. Tetapi bawaan dari tengah laut. Apalagi jika musim penghujan. “Yang jelas hanya pemerintah yang bisa membersihkan tempat tersebut,” imbuh Syukron.

Warga lainnya yang enggan disebutkan namanya mengatakan, dua tahun silam tempat tersebut sebenarnya sempat dibersihkan.  Hanya saja setelah itu tidak ada tindak lanjut. Padahal masyarakat sekitar sudah senang membersihkan juga karena sampahnya sudah sedikit.

“Namun, warga sekarang malas membersihkan karena sampahnya terlalu banyak. Tempat ini dibersihkan, waktu Dadang jadi bupati. Tidak tahu bupati yang sekarang bagaimana. Yang jelas harapan kami, pemerintah harus turun untuk melihat langsung sampah ini,” pungkasnya. (hum/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/