alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Rute Jangkar-Lombok Dibuka, Enam Kapal di Ketapang Segera Pindah

JANGKAR – Perluasan pemanfataan Pelabuhan Jangkar untuk juga melayani rute menuju Lembar, Nusa Tenggara Barat (NTB) diprediksi tidak akan lama lagi. Kepastian itu setelah Dirjen Perhubungan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (RI), Budi Setyadi datang ke Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Minggu (6/2).

Setelah melakukan peninjauan, Budi Setyadi menilai dermaga Pelabuhan Jangkar cukup bagus dan secara teknis sudah sangat siap untuk melayanani pelayaran ke Indonesia Timur. Meski demikian, masih ada sejumlah hal yang perlu dibenahi dari Pelabuhan Jangkar untuk bisa segera menggantikan posisi Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Di antaranya adalah akses jalan ke luar pelabuhan.

“Tapi saya bersyukur karena Pak Bupati sudah dapat anggaran dari Provinsi untuk segara dilaksanakan, untuk segera menambah baverzone yang ada di luar. Karena tadi saya lihat baverzone itu bisa untuk menampung 75 sampai 100 kendaraan. Sedangkan kapal yang akan kita pindahkan dari Ketapang ke sini (Pelabuhan Jangkar) sekitar enam kapal,” kata Budi Setyadi.

Sebab itulah, dia menjelaskan, pelayanan pelayaran di Pelabuhan Jangkar nantinya 24 jam non stop. Kapal akan stand by terus. Tiga di Pelabuhan Jangkar dan tiga lagi di Lembar. “Makanya kita sampaikan pada  Bupati agar keadaan ini juga dipertimbangkan, diantisipasi multiplayer effecnya. Positif-negatifnya, keamanan dan kenyamanan harus diperhatikan. Tapi prinsipnya aspek positifnya adalah untuk peningkatan ekonomi Situbondo,” tegas Dirjen Perhubungan.

Kata Budi Setyadi, tak perlu menunggu waktu lama untuk melakukan percobaan pelayaran ke Lembar dari Pelabuhan Jangkar. Dia menegaskan uji coba bisa dilakukan minggu depan. “Jika semuanya memang sudah siap, kita laksanakan minggu depan dan saya sudah komunikasi dengan semua operator, ada enam operator. Enam-enamnya akan saya pindahkan ke sini (Pelabuhan Jangkar),” jlentrehnya.

Yang menarik, Dirjen Perhubungan menawarkan masyarakat yang ada di sekitar Malang, Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Jember agar melewati Pelabuhan Jangkar jika akan menonton Motor GP pada Bulan Maret Mendatang. “Kalau misalnya bisa (selesai) cepat di Bulan Maret, ini juga sebagai promosi bagi masyarakat,” ajaknya.

Keuntungan lewat Pelabuhan Jangkar dari pada Ketapang, kata Dirjen Perhubungan, bisa hemat waktu hingga empat jam. “Ini sudah berdasarkan hasil survai dan analisa. Ada penghematan waktu baik di laut sekitar dua jam atau di perjalanan darat, dua jam. Jadi total empat jam. Kalau ada efiseinsi waktu, berarti juga efesiensi biaya,” paparnya.

Kedatangan Dirjen Perhubungan Kemenhub RI, kemarin disambut langsung Bupati Situbondo, Drs Karna Suswandi dan jajaran Dinas Perhubungan Kabupaten Situbondo. Budi Setyadi menegaskan jika kunjungan kerjanya tersebut sebagai tindaklanjut hasil pertemuan antara Menteri Perhubungan dengan Gubernur Jawa Timur dan Bupati Situbondo, 7 Januari 2022 lalu. (jon/pri)

JANGKAR – Perluasan pemanfataan Pelabuhan Jangkar untuk juga melayani rute menuju Lembar, Nusa Tenggara Barat (NTB) diprediksi tidak akan lama lagi. Kepastian itu setelah Dirjen Perhubungan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (RI), Budi Setyadi datang ke Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Minggu (6/2).

Setelah melakukan peninjauan, Budi Setyadi menilai dermaga Pelabuhan Jangkar cukup bagus dan secara teknis sudah sangat siap untuk melayanani pelayaran ke Indonesia Timur. Meski demikian, masih ada sejumlah hal yang perlu dibenahi dari Pelabuhan Jangkar untuk bisa segera menggantikan posisi Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Di antaranya adalah akses jalan ke luar pelabuhan.

“Tapi saya bersyukur karena Pak Bupati sudah dapat anggaran dari Provinsi untuk segara dilaksanakan, untuk segera menambah baverzone yang ada di luar. Karena tadi saya lihat baverzone itu bisa untuk menampung 75 sampai 100 kendaraan. Sedangkan kapal yang akan kita pindahkan dari Ketapang ke sini (Pelabuhan Jangkar) sekitar enam kapal,” kata Budi Setyadi.

Sebab itulah, dia menjelaskan, pelayanan pelayaran di Pelabuhan Jangkar nantinya 24 jam non stop. Kapal akan stand by terus. Tiga di Pelabuhan Jangkar dan tiga lagi di Lembar. “Makanya kita sampaikan pada  Bupati agar keadaan ini juga dipertimbangkan, diantisipasi multiplayer effecnya. Positif-negatifnya, keamanan dan kenyamanan harus diperhatikan. Tapi prinsipnya aspek positifnya adalah untuk peningkatan ekonomi Situbondo,” tegas Dirjen Perhubungan.

Kata Budi Setyadi, tak perlu menunggu waktu lama untuk melakukan percobaan pelayaran ke Lembar dari Pelabuhan Jangkar. Dia menegaskan uji coba bisa dilakukan minggu depan. “Jika semuanya memang sudah siap, kita laksanakan minggu depan dan saya sudah komunikasi dengan semua operator, ada enam operator. Enam-enamnya akan saya pindahkan ke sini (Pelabuhan Jangkar),” jlentrehnya.

Yang menarik, Dirjen Perhubungan menawarkan masyarakat yang ada di sekitar Malang, Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Jember agar melewati Pelabuhan Jangkar jika akan menonton Motor GP pada Bulan Maret Mendatang. “Kalau misalnya bisa (selesai) cepat di Bulan Maret, ini juga sebagai promosi bagi masyarakat,” ajaknya.

Keuntungan lewat Pelabuhan Jangkar dari pada Ketapang, kata Dirjen Perhubungan, bisa hemat waktu hingga empat jam. “Ini sudah berdasarkan hasil survai dan analisa. Ada penghematan waktu baik di laut sekitar dua jam atau di perjalanan darat, dua jam. Jadi total empat jam. Kalau ada efiseinsi waktu, berarti juga efesiensi biaya,” paparnya.

Kedatangan Dirjen Perhubungan Kemenhub RI, kemarin disambut langsung Bupati Situbondo, Drs Karna Suswandi dan jajaran Dinas Perhubungan Kabupaten Situbondo. Budi Setyadi menegaskan jika kunjungan kerjanya tersebut sebagai tindaklanjut hasil pertemuan antara Menteri Perhubungan dengan Gubernur Jawa Timur dan Bupati Situbondo, 7 Januari 2022 lalu. (jon/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/