alexametrics
26.6 C
Banyuwangi
Friday, July 1, 2022

Tak Penuhi Kuorum, Rapat Paripurna Pembubaran Perusda Pasir Putih Ditunda

SITUBONDO, Radar Situbondo – Rapat paripurna DPRD Situbondo dengan agenda pembubaran perumda Pasir Putih dan Banongan, ditunda Senin (6/6) lalu. Penyebabnya, jumlah anggota wakil rakyat tidak memenuhi kuorum.

Data yang dikumpulkan koran ini menyebutkan, anggota DPRD yang terdata dalam daftar hadir hanya 20 orang. Padahal, untuk bisa menggelar paripurna, minimal harus dihadiri sebanyak 30 orang. Karena tidak terpenuhi, maka paripurna diputuskan ditunda.

Wakil ketua III DPRD Situbondo, Abdurrahman, SH mengatakan, ketidakhadiran anggota dewan bukan tanpa sebab. Salah satunya, banyak anggota yang sedang sakit dan menjalani pengobatan secara intens di rumah masing-masing maupun di rumah sakit.

“Pak ketua DPRD sedang sakit, begitu juga Bapak Jainur Rido wakil ketua DPRD. Selain itu juga anggota Fraksi Partai Demokrat, Bapak Muhlis saat ini sedang opname di rumah sakit. Sedangkan beberapa anggota dewan lain sedang melaksanakan tugas partai di Hambalang,” ucap Abdurrahman, Senin (6/6) kemarin.

Politisi PPP itu belum bisa memastikan kapan jadwal pelaksanaan paripurna pembubaran dua perusda akan dilaksanakan. Sebab, masih menunggu hasil penetapan Banmus. “Tadi hanya ditunda pelaksanaan paripurna. Sedangkan untuk jadwal selanjutnya, kita masih menunggu keputusan dari hasil rapat Badan Musyawarah (Banmus),” ucapnya.

Pria yang sudah menjabat anggota DPRD selama tiga periode itu mengatakan, penundaan rapat paripurna bukanlah hal yang baru. Sehingga, tidak ada yang perlu mendapat perhatian khusus. “Ini hanya penundaan waktu saja. Jadi tidak ada hal baru atas kejadian saat ini,” ungkapnya.

Abdurrahman menilai, anggota DPRD sering melaksanakan kegiatan secara mendadak. Sehingga absen mengikuti rapat paripurna. “Seperti sakit atau pun ada kegiatan partai itu memang sering terjadi, dan itu bukan menjadi suatu persoalan,” jelasnya.

Wakil Ketua Komisi II DPRD, Abdul Aziz mengatakan, ketidakhadiran sejumlah anggota DPRD dalam pelaksanaan rapat paripurna karena sedang menjalakan tugas partai. Misalnya ada yang sedang bimbingan teknis (bimtek) di luar kota. Kegiatan itu berlangsung hingga beberapa hari kedepan. “saya masih ada kegiatan Bimtek mas bersama partai,” ucapnya singkat, saat dikonfirmasi melalui via whatshapp.

Sementara itu, rapat paripurna kemarin tidak hanya mengagendakan pembubaran perumda Pasir Putih dan Banongan. Agenda lainnya adalah penyertaan dan penambahan penyertaan modal pada Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Baluran. (wan/pri)

SITUBONDO, Radar Situbondo – Rapat paripurna DPRD Situbondo dengan agenda pembubaran perumda Pasir Putih dan Banongan, ditunda Senin (6/6) lalu. Penyebabnya, jumlah anggota wakil rakyat tidak memenuhi kuorum.

Data yang dikumpulkan koran ini menyebutkan, anggota DPRD yang terdata dalam daftar hadir hanya 20 orang. Padahal, untuk bisa menggelar paripurna, minimal harus dihadiri sebanyak 30 orang. Karena tidak terpenuhi, maka paripurna diputuskan ditunda.

Wakil ketua III DPRD Situbondo, Abdurrahman, SH mengatakan, ketidakhadiran anggota dewan bukan tanpa sebab. Salah satunya, banyak anggota yang sedang sakit dan menjalani pengobatan secara intens di rumah masing-masing maupun di rumah sakit.

“Pak ketua DPRD sedang sakit, begitu juga Bapak Jainur Rido wakil ketua DPRD. Selain itu juga anggota Fraksi Partai Demokrat, Bapak Muhlis saat ini sedang opname di rumah sakit. Sedangkan beberapa anggota dewan lain sedang melaksanakan tugas partai di Hambalang,” ucap Abdurrahman, Senin (6/6) kemarin.

Politisi PPP itu belum bisa memastikan kapan jadwal pelaksanaan paripurna pembubaran dua perusda akan dilaksanakan. Sebab, masih menunggu hasil penetapan Banmus. “Tadi hanya ditunda pelaksanaan paripurna. Sedangkan untuk jadwal selanjutnya, kita masih menunggu keputusan dari hasil rapat Badan Musyawarah (Banmus),” ucapnya.

Pria yang sudah menjabat anggota DPRD selama tiga periode itu mengatakan, penundaan rapat paripurna bukanlah hal yang baru. Sehingga, tidak ada yang perlu mendapat perhatian khusus. “Ini hanya penundaan waktu saja. Jadi tidak ada hal baru atas kejadian saat ini,” ungkapnya.

Abdurrahman menilai, anggota DPRD sering melaksanakan kegiatan secara mendadak. Sehingga absen mengikuti rapat paripurna. “Seperti sakit atau pun ada kegiatan partai itu memang sering terjadi, dan itu bukan menjadi suatu persoalan,” jelasnya.

Wakil Ketua Komisi II DPRD, Abdul Aziz mengatakan, ketidakhadiran sejumlah anggota DPRD dalam pelaksanaan rapat paripurna karena sedang menjalakan tugas partai. Misalnya ada yang sedang bimbingan teknis (bimtek) di luar kota. Kegiatan itu berlangsung hingga beberapa hari kedepan. “saya masih ada kegiatan Bimtek mas bersama partai,” ucapnya singkat, saat dikonfirmasi melalui via whatshapp.

Sementara itu, rapat paripurna kemarin tidak hanya mengagendakan pembubaran perumda Pasir Putih dan Banongan. Agenda lainnya adalah penyertaan dan penambahan penyertaan modal pada Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Baluran. (wan/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/