alexametrics
23.8 C
Banyuwangi
Monday, August 15, 2022

Pengurus PCNU Situbondo Diminta Dirikan Faskes NU

RadarBanyuwangi.id – Pengurus Cabang NU (PCNU) Situbondo periode 2021-2026 diharapkan segera mewujudkan pendirikan fasilitas kesehatan (faskes) NU. Sehingga organisasi keislaman terbesar di Indonesia ini memiliki cabang pelayanan kesehatan di Situbondo.

Harapan ini disampaikan Katib Syuriah PWNU Jawa Timur, KH, Syafrudin Syarif usai membuka konferensi cabang (konfercab) NU kemarin (06/06). Dia ingin faskes tersebut bisa terealisasi dalam waktu dekat ini. “Entah apa namanya. Bagus kalau langsung berbentuk rumah sakit NU,” katanya.

Kiai Syafrudin menambahkan, pendirian faskes NU masuk dalam Al-Harokatul Khamsah atau lima prioritas pergerakan NU. Menurutnya, dengan adanya rumah sakit NU, pelayanan keseahatan kepada masyarakat akan menjadi lebih baik.

Selain faskes, hal yang masuk dalam Al-Harokatul Khamsah tersebut adalah, kaderisasi dan pendataan, pendidikan yang berkualitas, literasi dakwah digital, serta peningkatan ekonomi. “Melalui fasilitas dakwah digital ini, dawuh-dawuh tokoh NU bisa diaplod di media sosial,” katanya.

Baca Juga :  Pasar Ramadan Dipusatkan di Pasesi

Untuk di Jatim sendiri, ada beberapa target yang ingin dicapai pada Al-Harokatul Khamsah. Di antaranya, memiliki 100 BMT dan 100 rumah sakit pada usia satu abad nanti. “Kemudian paling sedikit 100 pendidikan berkualitas,” tambahnya.

Untuk mencapai itu semua, butuh komitmen dari pengurus PCNU Situbondo periode 2021-2026. Kepada kepengurusan yang baru, dia berpesan agar tetap satu visi dan misi. Dia yakin, dengan kebersamaan, NU di Situbondo akan maju dan memberikan kemaslahatan bagi umat. “Harus bersinergi dengan semua komponen kekuatan yang ada di Situbondo, sehingga maju bersama-sama,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Kiai Syafrudin juga menyampaikan tentang adanya pengajuan dari PCNU Besuki terkait rencana berpisah dari PCNU Situbondo. Pengajuan dan mendirikan cabang NU Besuki itu tidak mendapatkan izin dari PWNU. “Harus rekonsiliasi dengan Situbondo. Siapa pun terpilih, saya minta agar tokoh di Besuki harus masuk,” pungkasnya. (bib)

Baca Juga :  Ketua PBNU: Kiai Harus Berpolitik dengan Akhlak

RadarBanyuwangi.id – Pengurus Cabang NU (PCNU) Situbondo periode 2021-2026 diharapkan segera mewujudkan pendirikan fasilitas kesehatan (faskes) NU. Sehingga organisasi keislaman terbesar di Indonesia ini memiliki cabang pelayanan kesehatan di Situbondo.

Harapan ini disampaikan Katib Syuriah PWNU Jawa Timur, KH, Syafrudin Syarif usai membuka konferensi cabang (konfercab) NU kemarin (06/06). Dia ingin faskes tersebut bisa terealisasi dalam waktu dekat ini. “Entah apa namanya. Bagus kalau langsung berbentuk rumah sakit NU,” katanya.

Kiai Syafrudin menambahkan, pendirian faskes NU masuk dalam Al-Harokatul Khamsah atau lima prioritas pergerakan NU. Menurutnya, dengan adanya rumah sakit NU, pelayanan keseahatan kepada masyarakat akan menjadi lebih baik.

Selain faskes, hal yang masuk dalam Al-Harokatul Khamsah tersebut adalah, kaderisasi dan pendataan, pendidikan yang berkualitas, literasi dakwah digital, serta peningkatan ekonomi. “Melalui fasilitas dakwah digital ini, dawuh-dawuh tokoh NU bisa diaplod di media sosial,” katanya.

Baca Juga :  Menteri Agraria Serahkan 1.026 Sertipikat Wakaf NU

Untuk di Jatim sendiri, ada beberapa target yang ingin dicapai pada Al-Harokatul Khamsah. Di antaranya, memiliki 100 BMT dan 100 rumah sakit pada usia satu abad nanti. “Kemudian paling sedikit 100 pendidikan berkualitas,” tambahnya.

Untuk mencapai itu semua, butuh komitmen dari pengurus PCNU Situbondo periode 2021-2026. Kepada kepengurusan yang baru, dia berpesan agar tetap satu visi dan misi. Dia yakin, dengan kebersamaan, NU di Situbondo akan maju dan memberikan kemaslahatan bagi umat. “Harus bersinergi dengan semua komponen kekuatan yang ada di Situbondo, sehingga maju bersama-sama,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Kiai Syafrudin juga menyampaikan tentang adanya pengajuan dari PCNU Besuki terkait rencana berpisah dari PCNU Situbondo. Pengajuan dan mendirikan cabang NU Besuki itu tidak mendapatkan izin dari PWNU. “Harus rekonsiliasi dengan Situbondo. Siapa pun terpilih, saya minta agar tokoh di Besuki harus masuk,” pungkasnya. (bib)

Baca Juga :  Tiba-tiba Putar Arah Mini Bus Dihantam Dua Motor

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/