alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Beli Minyak Goreng Curah Harus Punya Kupon Dulu

ASEMBAGUS – Salah satu agen minyak goreng di Kecamatan Asembagus memberlakukan keberadaan kupon pada pembeli. Ini mengingat jumlah pembeli yang semakin membeludak. Siapa yang memegang kupon, mereka bisa membeli minyak goreng sepuluh kilogram dengan harga Rp 15 ribu perkilogram. 

Pemilik agen minyak goreng, Suryani mengatakan, setiap hari persediaan minyak goreng sebenarnya selalu ada.  Hanya saja warga yang datang jumlahnya selalu membeludak. “Katanya tidak ada pedagang minyak goreng lagi. Yang ada hanya di sini katanya. Setiap hari jumlah pembeli terus bertambah,” ucapnya, Rabu (6/4/2022).

Suryani mengaku, pihaknya sengaja memberikan kupon pembelian minyak goreng curah seberat sepuluh kilogram. Ini agar warga kebagian secara merata. “Beberapa hari sebelumnya antrian  sampai 150 orang. Ini barusan kupon yang dibagikan ternyata sudah mencapai 160 orang,” terangnya.

Sementara itu, Andi salah satu penjual gorengan mengakui beberapa hari terakhir ini, pembeli harus rela antri dulu untuk mendapatkan kupon minyak goreng. Sebab, kupon yang dibagikan bisa ditunjukkan untuk pembelian minyak goreng sebanyak sepuluh kilogram. “Setiap hari warga yang antri jumlahnya ratusan. Mereka antri dan berdesakan untuk mendapat kupon minyak goreng yang dibagikan pemilik agen,” jelasnya.

Andi dan pembeli yang lain rela antri untuk mendapatkan kupon minyak goreng curah. Selain harganya yang murah, barang yang didapatkan juga cukup banyak. “Harga minyak goreng di sini satu kilogram Rp15 ribu, selisih Rp.10.000 dengan harga minyak goreng kemasan.  Tiap orang bisa mendapatkan minyak sebanyak sepuluh kilogram. Untuk kami penjual gorengan lumayan dengan harga yang cukup murah begitu,” ungkapnya.

Andi mengaku, selama harga minyak goreng naik, pihaknya sengaja tidak menggunakan minyak goreng kemasan. Pasalnya, harga yang harus dibeli terlalu mahal. “Satu liter minyak goreng kemasan harganya Rp 25 ribu, itu memberatkan kami. Karena yang beli gorengan tidak mau kalau harga gorengannya di naikkan. Maunya mereka gorengan murah itu saja,” ungkapnya. (mg1/pri)

ASEMBAGUS – Salah satu agen minyak goreng di Kecamatan Asembagus memberlakukan keberadaan kupon pada pembeli. Ini mengingat jumlah pembeli yang semakin membeludak. Siapa yang memegang kupon, mereka bisa membeli minyak goreng sepuluh kilogram dengan harga Rp 15 ribu perkilogram. 

Pemilik agen minyak goreng, Suryani mengatakan, setiap hari persediaan minyak goreng sebenarnya selalu ada.  Hanya saja warga yang datang jumlahnya selalu membeludak. “Katanya tidak ada pedagang minyak goreng lagi. Yang ada hanya di sini katanya. Setiap hari jumlah pembeli terus bertambah,” ucapnya, Rabu (6/4/2022).

Suryani mengaku, pihaknya sengaja memberikan kupon pembelian minyak goreng curah seberat sepuluh kilogram. Ini agar warga kebagian secara merata. “Beberapa hari sebelumnya antrian  sampai 150 orang. Ini barusan kupon yang dibagikan ternyata sudah mencapai 160 orang,” terangnya.

Sementara itu, Andi salah satu penjual gorengan mengakui beberapa hari terakhir ini, pembeli harus rela antri dulu untuk mendapatkan kupon minyak goreng. Sebab, kupon yang dibagikan bisa ditunjukkan untuk pembelian minyak goreng sebanyak sepuluh kilogram. “Setiap hari warga yang antri jumlahnya ratusan. Mereka antri dan berdesakan untuk mendapat kupon minyak goreng yang dibagikan pemilik agen,” jelasnya.

Andi dan pembeli yang lain rela antri untuk mendapatkan kupon minyak goreng curah. Selain harganya yang murah, barang yang didapatkan juga cukup banyak. “Harga minyak goreng di sini satu kilogram Rp15 ribu, selisih Rp.10.000 dengan harga minyak goreng kemasan.  Tiap orang bisa mendapatkan minyak sebanyak sepuluh kilogram. Untuk kami penjual gorengan lumayan dengan harga yang cukup murah begitu,” ungkapnya.

Andi mengaku, selama harga minyak goreng naik, pihaknya sengaja tidak menggunakan minyak goreng kemasan. Pasalnya, harga yang harus dibeli terlalu mahal. “Satu liter minyak goreng kemasan harganya Rp 25 ribu, itu memberatkan kami. Karena yang beli gorengan tidak mau kalau harga gorengannya di naikkan. Maunya mereka gorengan murah itu saja,” ungkapnya. (mg1/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/