alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Pengunjung Pantai Pasir Putih Paling Tinggi

SITUBONDO – Target tingkat kunjungan wisata di tahun 2017 lalu meningkat sekitar 117 persen dibandingkan tahun 2016 silam. Dari target 400 ribu pengunjung, tercapai sekitar 427 ribu lebih.

Berdasarkan data Dinas Pasriwisata (Dispar) Situbondo, pengunjung paling banyak adalah wisata Pantai Pasir Putih (pasput). Dari 427 ribu wisatawan yang datang ke Situbondo, pengunjung pasput mencapai 378 ribu orang. Sedangkan tempat wisata yang lain tidak sampai seratus ribu.

Data ini disampaikan Dispar saat melakukan rapat pembahasan LKPJ tahun 2017 dengan Komisi II DPRD Kabupaten Situbondo, kemarin (06/04). Ketua Komisi II, Muhammad Zuhri mengatakan, ini menjadi bukti bahwa wisata andalan Situbondo masih didominasi pasput.

Baca Juga :  Antisipasi Penyalahgunaan, Cek Kondisi Senpi

Sementara tingkat kunjungan tertinggi kedua adalah Taman Nasional Baluran. Selama tahun 2017, wisatawan yang datang ke wisata alam itu mencapai 86 ribu pengunjung. Di bawahnya, adalah wisata Desa Kebangsaan Wonorejo.

Zuhri menjelaskan, tempat wisata yang paling sedikit pengunjungnya adalah puncak Rengganis. Selama satu tahun, wisawatan yang datang ke destinasi pegunungan itu hanya 235 orang. “Berarti, harus ada upaya optimal pemerintah untuk meningkatkan promosi Rengganis,” katanya.

Sementara itu, dari data yang disodorkan Dispar, Komisi II menyayangkan tidak adanya klasifikasi secara rinci tentang pengunjung yang datang. Misalnya tidak disebutkan asal wistawan. “Apakah itu wisatawan lokal atau asing, tidak disebutkan, tidak terdeteksi” kata Zuhri.

Baca Juga :  Bocah 13 Tahun Nyaris Jadi Korban Kebakaran

Menurutnya, klasifikasi ini penting sebab menyangkut langkah promosi ke depan. Jika wisatawan yang berkunjung ke Situbondo banyak dari luar negeri, maka harus diklasifikasi negara asalnya. “Kalau orang Jerman yang banyak datang, berarti harus getol promosinya ke negara-negara lain. Harus diketahui dengan baik, pangsa pasarnya negara dan dearah mana saja,” ujarnya.

Zuhri berharap, menganalisa secara detail pengunjung sudah harus dimulai tahun ini. sebab, hal tersebut berkaitan dengan kesuksesan kunjungan wisata tahun 2019 nanti. Apalagi tahun 2019 ditargetkan pengunjung naik tiga kali lipat. “Setidaknya, mulai disiapkan saat ini,” pungkas Zuhri. (bib/pri)

SITUBONDO – Target tingkat kunjungan wisata di tahun 2017 lalu meningkat sekitar 117 persen dibandingkan tahun 2016 silam. Dari target 400 ribu pengunjung, tercapai sekitar 427 ribu lebih.

Berdasarkan data Dinas Pasriwisata (Dispar) Situbondo, pengunjung paling banyak adalah wisata Pantai Pasir Putih (pasput). Dari 427 ribu wisatawan yang datang ke Situbondo, pengunjung pasput mencapai 378 ribu orang. Sedangkan tempat wisata yang lain tidak sampai seratus ribu.

Data ini disampaikan Dispar saat melakukan rapat pembahasan LKPJ tahun 2017 dengan Komisi II DPRD Kabupaten Situbondo, kemarin (06/04). Ketua Komisi II, Muhammad Zuhri mengatakan, ini menjadi bukti bahwa wisata andalan Situbondo masih didominasi pasput.

Baca Juga :  Antisipasi Penyalahgunaan, Cek Kondisi Senpi

Sementara tingkat kunjungan tertinggi kedua adalah Taman Nasional Baluran. Selama tahun 2017, wisatawan yang datang ke wisata alam itu mencapai 86 ribu pengunjung. Di bawahnya, adalah wisata Desa Kebangsaan Wonorejo.

Zuhri menjelaskan, tempat wisata yang paling sedikit pengunjungnya adalah puncak Rengganis. Selama satu tahun, wisawatan yang datang ke destinasi pegunungan itu hanya 235 orang. “Berarti, harus ada upaya optimal pemerintah untuk meningkatkan promosi Rengganis,” katanya.

Sementara itu, dari data yang disodorkan Dispar, Komisi II menyayangkan tidak adanya klasifikasi secara rinci tentang pengunjung yang datang. Misalnya tidak disebutkan asal wistawan. “Apakah itu wisatawan lokal atau asing, tidak disebutkan, tidak terdeteksi” kata Zuhri.

Baca Juga :  Tuntut Pesangon, Puluhan Karyawan PT Feva Mengadu ke Disnaker

Menurutnya, klasifikasi ini penting sebab menyangkut langkah promosi ke depan. Jika wisatawan yang berkunjung ke Situbondo banyak dari luar negeri, maka harus diklasifikasi negara asalnya. “Kalau orang Jerman yang banyak datang, berarti harus getol promosinya ke negara-negara lain. Harus diketahui dengan baik, pangsa pasarnya negara dan dearah mana saja,” ujarnya.

Zuhri berharap, menganalisa secara detail pengunjung sudah harus dimulai tahun ini. sebab, hal tersebut berkaitan dengan kesuksesan kunjungan wisata tahun 2019 nanti. Apalagi tahun 2019 ditargetkan pengunjung naik tiga kali lipat. “Setidaknya, mulai disiapkan saat ini,” pungkas Zuhri. (bib/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/