alexametrics
27.7 C
Banyuwangi
Tuesday, August 9, 2022

Perbolehkan Lebih Banyak Siswa di Dalam Kelas

SITUBONDO – Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah memasuki masa transisi bulan kedua. Artinya, saat ini jumlah siswa yang mengikuti pembelajaran di kelas mulai bertambah.

Kabid Dikdas,  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud), Hari Subagio mengatakan, untuk lembaga pendidikan dengan jumlah siswa kurang dari 100 orang, boleh mengikuti pembelajaran di kelas 75 persen dalam satu kali shift. Pada bulan pertama, hanya boleh 50 persen. “Sudah lebih banyak siswa yang masuk,” katanya.

Sedangkan siswa lebih dari 100, petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknisnya, diikuti 50 persen siswa. Sedangkan pada PTM di masa transisi bulan pertama lalu, hanya boleh masuk 25 persen. “PTM bulan pertama sampai saat ini, secara umum berjalan lancar,” kata Hari.

Baca Juga :  Uji Coba Belajar Tatap Muka di Kawasan Kota Hanya Diikuti Tiga SD

Hari menerangkan, hingga saatini, tidak ada laporan dari lembaga pendidikan mengalami kendala dalam pelaksanaan PTM. disamping itu, tidak ada sekolah yang memnculkan klaster baru penularan Covid-19. Baik lembaga pendidikan TK, PAUD, SD dan SMP. “Ini satu hal yang kita syukuri,” tambahnya.

Sementara itu, Hari menerangkan,  Situbondo berada di urutan kedua se Indonesia lembaga pendidikan terbanyak melaksanakan PTM. Untuk lembaga pendidikan usia dini, SD, dan SMP, dari 1.365 sekolah, hingga saat ini tercatat 1.027 yang melaksanakan PTM. “Bisa terus bertambah, karena beberapa sekolah masih mengusulkan,” ujarnya.

Dia menambahkan, PTM dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan dievaluasi secara berkala. Kemudian, kepala sekolah diberikan kewenangan dalam melanjutkan atau menghentikan PTM. “Jika dianggap ada masalah, sekolah berhak menunda pembelajaran di kelas,” imbuh Hari.

Baca Juga :  Ribuan Warga Ikut Selawat Bhening Bersama Kiai Azaim

Misalnya ada warga sekolah terpapar Covid-19. Sekolah diberikan kewenangan menghentikan PTM. “Seperti laporan yang kami terima hari ini,  ada salah satu SD di Kecamatan Sumbermalang menunda PTM karena ada warga sekolah terpapar,” katanya.

Memang, belakangan ada guru di beberapa lembaga pendidikan diketahui terkonfirmasi positif Covid-19. Akan tetapi, mereka terjangkit Virus Korona bukan karena PTM, melainkan di luar lingkungan sekolah. “Sehingga tidak ada klaster lembaga pendidikan,” pungkas Hari. (bib)

SITUBONDO – Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah memasuki masa transisi bulan kedua. Artinya, saat ini jumlah siswa yang mengikuti pembelajaran di kelas mulai bertambah.

Kabid Dikdas,  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud), Hari Subagio mengatakan, untuk lembaga pendidikan dengan jumlah siswa kurang dari 100 orang, boleh mengikuti pembelajaran di kelas 75 persen dalam satu kali shift. Pada bulan pertama, hanya boleh 50 persen. “Sudah lebih banyak siswa yang masuk,” katanya.

Sedangkan siswa lebih dari 100, petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknisnya, diikuti 50 persen siswa. Sedangkan pada PTM di masa transisi bulan pertama lalu, hanya boleh masuk 25 persen. “PTM bulan pertama sampai saat ini, secara umum berjalan lancar,” kata Hari.

Baca Juga :  Terapan Prokes Mulai Memudar, Satgas Covid-19 Gencar Razia

Hari menerangkan, hingga saatini, tidak ada laporan dari lembaga pendidikan mengalami kendala dalam pelaksanaan PTM. disamping itu, tidak ada sekolah yang memnculkan klaster baru penularan Covid-19. Baik lembaga pendidikan TK, PAUD, SD dan SMP. “Ini satu hal yang kita syukuri,” tambahnya.

Sementara itu, Hari menerangkan,  Situbondo berada di urutan kedua se Indonesia lembaga pendidikan terbanyak melaksanakan PTM. Untuk lembaga pendidikan usia dini, SD, dan SMP, dari 1.365 sekolah, hingga saat ini tercatat 1.027 yang melaksanakan PTM. “Bisa terus bertambah, karena beberapa sekolah masih mengusulkan,” ujarnya.

Dia menambahkan, PTM dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan dievaluasi secara berkala. Kemudian, kepala sekolah diberikan kewenangan dalam melanjutkan atau menghentikan PTM. “Jika dianggap ada masalah, sekolah berhak menunda pembelajaran di kelas,” imbuh Hari.

Baca Juga :  Sepakat untuk Menjaga Pemerintah Jokowi

Misalnya ada warga sekolah terpapar Covid-19. Sekolah diberikan kewenangan menghentikan PTM. “Seperti laporan yang kami terima hari ini,  ada salah satu SD di Kecamatan Sumbermalang menunda PTM karena ada warga sekolah terpapar,” katanya.

Memang, belakangan ada guru di beberapa lembaga pendidikan diketahui terkonfirmasi positif Covid-19. Akan tetapi, mereka terjangkit Virus Korona bukan karena PTM, melainkan di luar lingkungan sekolah. “Sehingga tidak ada klaster lembaga pendidikan,” pungkas Hari. (bib)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/