alexametrics
28.9 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Kepastian Haji Belum Jelas, Kemenag Tanpa Persiapan

JawaPos.com – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Situbondo belum melakukan persiapan apapun terkait dengan pelaksanaan haji. Sebab, untuk tahun ini belum ada kepastian keberangkatan calon jamaah haji (CJH).

Kepala Kemenag Situbondo, Misbahul Munir menerangkan, kuota haji untuk Kabupaten Situbondo hingga saat ini belum ditentukan. Pemerintah pusat baru akan menentukan setelah ada kepastian keberangkatan. “Kita menunggu dari pusat. Pemerintah pusat juga menunggu dari Arab Saudi,” jelasnya.

Dia mengatakan, belakangan ada kebijakan dari pemerintah Arab Saudi yang memasukkan Indonesia dalam daftar negara dilarang berkunjung. Ini dampak dari masih tingginya penularan Covid-19. Blaclist Arab Saudi itu membuat pelaksaaan haji diliputib ketidakpastian. “Nanti kalau ada perintah dari pusat, otomatis kita akan langsung melakukan persiapan-persiapan,” tambahnya.

Baca Juga :  Limbah Tetes Tebu Berbahaya karena Mengandung Zat Nitrogen

Misbahul Munir berharap, dalam waktu dekat ini segera ada kepastian keberangkatan. Pihaknya akan langsung menyampaikan kepada masyarakat jika ada perkembangan. “Tunggu saja, pasti akan kami kabari,” katanya melalui sambungan telepon kemarin.

Dia mengaku, sudah banyak masyarakat yang menanyakan kepastian pemberangkatan haji. Terutama masyarakat yang berpotensi diberangkatkan tahun ini. Akan tetapi, Kemenag belum bsia memberikan jawaban apapun. “Karena posisinya sama-sama menunggu,” pungkas Misbahul Munir

Kasie Pemberangkatan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Situbondo, Adi Ariyanto mengatakan, penentuan kuota haji dari Kemenag RI. Biasanya baru ditentukan ketika sudah ada kepastian keberangkatan. “Seperti yang kita ketahui, sampai sekarang belum ada informasi, apakah ada pemberangkatan atau tidak,” ujarnya.

Baca Juga :  Masuk Pusat Perbelanjaan Belum Wajib Booster

Jika tidak ada pemberangkatan, antrian CJH Situbondo akan semakin banyak. Sebab, pada tahun sebelumnya, tercatat sebanyak 648 CJH gagal berangkat. “Dan sampai sekarang, belum ada panggilan untuk jamaah,” katanya. (bib)

JawaPos.com – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Situbondo belum melakukan persiapan apapun terkait dengan pelaksanaan haji. Sebab, untuk tahun ini belum ada kepastian keberangkatan calon jamaah haji (CJH).

Kepala Kemenag Situbondo, Misbahul Munir menerangkan, kuota haji untuk Kabupaten Situbondo hingga saat ini belum ditentukan. Pemerintah pusat baru akan menentukan setelah ada kepastian keberangkatan. “Kita menunggu dari pusat. Pemerintah pusat juga menunggu dari Arab Saudi,” jelasnya.

Dia mengatakan, belakangan ada kebijakan dari pemerintah Arab Saudi yang memasukkan Indonesia dalam daftar negara dilarang berkunjung. Ini dampak dari masih tingginya penularan Covid-19. Blaclist Arab Saudi itu membuat pelaksaaan haji diliputib ketidakpastian. “Nanti kalau ada perintah dari pusat, otomatis kita akan langsung melakukan persiapan-persiapan,” tambahnya.

Baca Juga :  Kajari: Jangan Coba-Coba Mark-up Harga Obat

Misbahul Munir berharap, dalam waktu dekat ini segera ada kepastian keberangkatan. Pihaknya akan langsung menyampaikan kepada masyarakat jika ada perkembangan. “Tunggu saja, pasti akan kami kabari,” katanya melalui sambungan telepon kemarin.

Dia mengaku, sudah banyak masyarakat yang menanyakan kepastian pemberangkatan haji. Terutama masyarakat yang berpotensi diberangkatkan tahun ini. Akan tetapi, Kemenag belum bsia memberikan jawaban apapun. “Karena posisinya sama-sama menunggu,” pungkas Misbahul Munir

Kasie Pemberangkatan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Situbondo, Adi Ariyanto mengatakan, penentuan kuota haji dari Kemenag RI. Biasanya baru ditentukan ketika sudah ada kepastian keberangkatan. “Seperti yang kita ketahui, sampai sekarang belum ada informasi, apakah ada pemberangkatan atau tidak,” ujarnya.

Baca Juga :  Komisi II DPRD Minta Dinas Maksimalkan E-Retribusi

Jika tidak ada pemberangkatan, antrian CJH Situbondo akan semakin banyak. Sebab, pada tahun sebelumnya, tercatat sebanyak 648 CJH gagal berangkat. “Dan sampai sekarang, belum ada panggilan untuk jamaah,” katanya. (bib)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/